Ulasan: Kalenji Run One Plus

Sudah lama saya kepingin mereview sepatu lari yang harganya terjangkau. Lalu saya dipertemukan dengan Kalenji Run One Plus (KROP). Seperti apa impresinya?

Lanjutkan membaca “Ulasan: Kalenji Run One Plus”

Iklan

Window Shopping ke Reebok Store MKG

Masih belum bisa move on dari Reebok. Mau bahas dikit impresi di toko tadi.

Yang atas, Reebok Harmony Road. Dapet predikat Best Debut dari Runners World. Entengnya di luar dugaan. Cushioned banget di heel dan responsive di forefoot & midfoot. Solnya cukup fleksibel. Harganya tapi lumayan juga 1.699K.

Yang bawah, Reebok Cushion 3.0. Pas banget buat gw yang berkaki agak lebar. Sepatu ini juga enteng. Heel to toe drop di kaki rasanya sih lebih flat, tapi entah angka spec-nya berapa. Harga lebih murah daripada yang atas. Buat sepatu yang namanya “Cushion”, gw merasa sepatu ini lebih responsif alias ngga secushioned namanya. Untungnya solnya agak lebar, jadi lumayan ada sedikit rasa stability pas ngejejak.

Celananya Reebok juga oke menurut gw. Bahannya lembut. Bagian dalamnya ada semacam celana stretch. Harga rada mahal sih, 500K.

Sekian impresi dari toko.

View on Path

Tips Tanggal Tua Bahagia

header_no-money

Apakah situasi Anda seperti ini? Anda bekerja sebagai karyawan dan punya penghasilan rutin setiap bulan. Jumlah penghasilan tersebut di atas kertas seharusnya sudah lebih dari cukup. Tapi tanggal tua sering datang lebih cepat. Bahkan Anda sering nggak pegang uang cash lagi di akhir bulan alias tong pes (kantong kempes). Jika situasi di atas mirip dengan yang Anda alami, mungkin artikel saya kali ini bisa menjadi solusinya.

Lanjutkan membaca “Tips Tanggal Tua Bahagia”

Sedih. adidas MiCoach tutup.

header_ripadimicoach

Kabar duka di awal minggu ini. Saya dikasih tau pertama kali sama teman lari via Whatsapp. Rasanya kaget campur sedih, karena saya suka app Train & Run dari adidas. Menurut saya, app Train & Run adalah aplikasi terbaik untuk mereka yang butuh program latihan tapi tidak/belum siap berinvestasi menggunakan jasa seorang coach. Lalu bagaimana nasib penggunanya?

Lanjutkan membaca “Sedih. adidas MiCoach tutup.”

Update MAF: Perbandingan Data Strava

header_mafupdate

Menjalani latihan lari, baik dengan metode tertentu atau mengikuti program, tentu kita ingin melihat hasil yang lebih terukur alias bukan sekedar feeling. Untuk itu kita perlu data yang bisa didapat dari pengujian / tes.

Terkait metode MAF, ada 2 cara pengujian. Pertama adalah tes MAF tradisional yang bisa dilakukan sebulan sekali. Dan yang kedua adalah tes MAF GPS. Di tulisan ini, saya menggunakan cara yang kedua dengan data dari Strava. Kita lihat data hasil latihannya.

Lanjutkan membaca “Update MAF: Perbandingan Data Strava”

Menuju 50K Perdana

header_krb200

Sejak awal tertarik dengan dunia berlari, saya lebih banyak ‘meracuni’ diri dengan tontonan trail & ultra running dari The Ginger Runner di YouTube. Untuk Anda yang awam, jarak ultra itu artinya jarak di atas full marathon. 50 kilometer adalah jarak yang dianggap standar paling minimal untuk ultra. Dari pengalaman di Bali Marathon, saya semakin sadar akan betapa benarnya pepatah respect the distance. Karenanya saya ingin mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk 50K perdana ini.

Lanjutkan membaca “Menuju 50K Perdana”

Update Latihan MAF – 2 Feb 2017

header_mafupdate

Hari Selasa yang lalu (31 Januari 2017), saya melakukan tes MAF pertama di GOR Soemantri Brodjonegoro. Namanya juga tes pertama, saya sama sekali nggak berharap apa-apa. Hasil tes ini nantinya jadi patokan awal terhadap perkembangan latihan MAF yang saya jalani.

Tapi quick blog kali ini bukan untuk membahas tes MAF-nya, karena sebaiknya ditulis di artikel terpisah supaya lebih fokus. Yang saya mau bahas adalah perkembangan diri yang saya rasakan setelah sebulan berlatih dengan MAF. Perkembangan ini sama sekali nggak pakai metode ilmiah, 100% berdasarkan perasaan (perceived effort).

Apa sih perkembangannya sampai harus ditulis di artikel sendiri?

Lanjutkan membaca “Update Latihan MAF – 2 Feb 2017”

Pelajaran Trel & Ultra dari Seorang Veteran

header_pelajarantrelultraveteran

Saya ketemu bacaan bagus tentang lari trel & ultra, yang ditulis di FB oleh Michael Strzelecki. Ia adalah seorang pelari veteran dengan pengalaman lebih dari 30 tahun. Menurut saya, 10 dari 15 poin di tulisan Michael cukup relevan khususnya bagi pemula seperti saya. Untuk itu saya akan coba sadur sebaik mungkin ke dalam bahasa Indonesia.

Lanjutkan membaca “Pelajaran Trel & Ultra dari Seorang Veteran”

Update latihan MAF (13-01-17)

header_mafupdateMasih di tahap awal banget tapi ada poin2 ini yang lumayan signifikan untuk diangkat.

  1. Dulu betis gampang tegang. Semenjak MAF nggak tegang. Tandanya kapasitas aerobik saya rendah banget. Pace nggak seberapa tapi udah masuk anaerobik.
  2. Kalo frekuensi lari bertambah, di Ambit3 ada saran recovery time-nya. Anehnya meski angka jam awalnya tinggi, tapi penurunannya cepat. Semalam recovery disarankan 20+ jam. Bangun pagi recovery sisa 4 jam aja. Aneh.
  3. Kalo lagi lari, narik nafas dalam-dalam malah bikin heart rate cepat naik. Begitu nafasnya pendek-pendek heart ratenya nggak cepat naik.
  4. Butuh cari tahu gimana caranya supaya bisa bikin pikiran dalam zen state pas lagi lari. Supaya bisa dapat feelnya lari konstan di angka MAF.
  5. Butuh belajar cara bertahan di angka MAF pas lagi lari di kondisi uphill dan downhill.

 

View on Path

[RANT] Ke Mana Paket Gue?!

Kebiasaan gw ngaktifin paket SocialMax dari menu *363# atau *999#. Tau2 tadi pas tahap konfirmasi kok jadi ada embel2 kuota video Hooq segala.

Udah gw baca instruksinya berkali2, udah gw cari tau infonya lewat PC, tetep ga jelas kenapa jadi berubah gini paketnya.

Trus gw baca kata2 tentang app MyTelkomsel. Akhirnya gw coba install, siapa tau lebih jelas di sana informasinya.

Ternyata bener lebih lengkap di app. Paket yg biasa gw aktifin itu sekarang ada bonus kuota 4G sama kuota Hooq tanpa biaya tambahan. Perincian paketnya juga ada jelas pas mau beli paketnya.

Nah begini dong dari tadi. Kan jelas jadinya. Tapi tetep aja gw kesal kenapa infonya ngga ada di website. Huh!

/rant off

View on Path

Mengenal Over Striding

Ini foto Galen Rupp, pelari tingkat olympic. Di foto ini cukup jelas tergambar mengenai over striding, atau kaki melangkah terlalu jauh di depan badan.

Yang dilakukan Rupp di foto ini BUKAN over striding.

Meski pahanya mengangkat tinggi dan lututnya berada di depan badan, tapi posisi tulang kering tidak mengayun MELEBIHI lutut. Dengan postur seperti ini, bisa dipastikan kaki akan mendarat di bawah / tidak jauh dari badan yang menjadi titik sentral massa.

Manfaatnya, pelari bisa mengurangi bahkan menghindari cedera shin splint maupun lutut.

Kaitannya dengan heel strike adalah heel striking cenderung over striding. Tapi kalau nggak over striding, heel striking nggak jadi masalah.

Semoga bermanfaat!

View on Path