Beralih ke Android

Ya. Pada akhirnya gue memutuskan untuk ganti ke Android. “Kenapa?” adalah sebuah kata tanya yang umum terucap dari mulut teman-teman gue maupun dari dalam hati mereka.

Sebelumnya, gue coba jelaskan dulu bahwa BB itu adalah smartphone yang bagus dan sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa bikin irit komunikasi lewat BBM (karena hampir semua orang pake BB sekarang ini), bisa dipake browsing meskipun ga enak2 amat, bisa dipake email2an, dsb. Tapi pada intinya BB adalah an excellent messaging smartphone. Titik.

Di situlah gue merasa terhambat. Gue pingin nyoba hal-hal lain yang menarik dan banyak dibahas di internet. Misalnya aplikasi-aplikasi terbaru, mobile games yang seru, dan lain-lain. Sayangnya begitu gue coba untuk download, gak tersedia untuk BB. Tersedianya cuma untuk iPhone sama Android.

iPhone adalah pilihan yang bagus menurut gue. Dia simple dan gampang dipakenya. Harganya ngga lucu. Mau install aplikasi ribed suribed, kudu ada iTunes. Udah gitu appsnya banyak yang harus bayar. Bisa aja sih jailbreak, tapi gue males. Pilihan simple berikutnya jatuh ke Windows Phone 7 yang relatif masih baru peredarannya. Tapi dia 11-12 sama iPhone, harganya lebih ngga lucu, ga bisa copy paste, mau install apps meski ada Marketplace tapi bergantung juga sama Zune dekstop software, appsnya rata2 pada berbayar pula. Ma? Les….

Akhirnya gue melirik ke Android. Gue sadar ini operating system yang ga simple. Sama BB aja kalah simple. Pilihan handsetnya terlalu banyak. Uh! Bingung milihnya… Gue cuma tertarik karena dia bisa nawarin pengalaman multimedia sekaya iPhone dan appsnya segudang yang gratis, udah gitu bisa install kapan aja gue mau. Tinggal download bentar, terus dia nginstall sendiri. Beres.

Jadi sekarang gue jadi pengguna Android yang sangat kangen dengan BBM-an sama istri dan keluarga besar. Tapi begitu ingat group2 BBM yang gue “terpaksa” ikutan isinya hampir ga penting semua, menuh2in message box, dan nguras batre karena harus narik data yang gue ga perlu, belum lagi suara ringtone notifikasi yang tak kunjung berhenti berkicau… kayaknya gue harus mensyukuri bisa lepas dari kecanduan BB. Gue sedikit banyak ngerasa bebas dari ketergantungan sama smartphone.

Oh, iya. Dari tadi gue cerita panjang tapi belum bilang kenapa pindah dari BB ke Android ya? Simple aja sih. Alasannya karena gue bosan, dan kebeneran pas lagi ada duit lebih, jadi bisa tukar tambah.

Postingan berikutnya gue akan ceritain tentang device Android mana yang gue pilih dan kenapa. See you!

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s