Device Android Terpilih

OK, sesuai dengan janji di postingan sebelumnya, kali ini gue akan cerita device android mana yang jadi pilihan gue dan alasan apa yang membuat gue memilih device tersebut. Sebelumnya gue ceritain sedikit tentang kandidat pilihan devicenya.

Pertama adalah Samsung Galaxy S. Gue ada pengalaman pake hape Samsung (bukan smartphone) dan menurut gue hape itu bagus. Bukan karena fiturnya, tapi karena ga pernah ngecewain gue selama 2 tahun (atau 3 tahun ya?). Pokoknya dari gress beli sampai sekarang dalam kondisi mengenaskan, secara fungsi dan durabilitas sangat memuaskan buat gue. Sayangnya, si Galaxy S discontinued kata official di Samsung Store. Yang ready stock adalah Galaxy Tab. Setelah gue coba, menarik sih, tapi ukurannya bikin gue mikir. Setelah dipertimbangkan, gue memutuskan untuk beli device yang bisa masuk ke saku.

Kedua adalah HTC Desire HD. Bayangin, layar 4.3″ ditambah kamera 8 MP. Ngiler banget! Tapi harga masuk ke kawasan premium. Di pasaran saat gue survey, rata2 pasang harga 6.5 jt. Hasil cari info di internet pun membuat gue mikir, sebab rata2 keluhan user adalah batrenya yang super boros dan suara (ringtone) yang kurang kencang. Hasil beberapa reviewer dari luar negeri bilang performa kameranya seharusnya bisa lebih baik lagi.

Ketiga, ada Motorola Defy. Pertama kali ngeliat di Kaskus, ada yang mau ngelepas 3,6 jt tapi garansi internasional. Device ini mungkin satu2nya smartphone di dunia yang tahan banting, tahan debu, dan tahan air. Bahkan di YouTube ada video reviewnya yang ngasih lihat device ini tetap bisa beroperasi meskipun 100% bodynya berada di dalam air. Mantap! Minus dari device ini ada dua. Yang pertama lebih subjektif, yaitu user interface Motoblur. Entah kenapa gue termasuk ke dalam kelompok orang2 yang ga suka sama UI ini. Menurut gue ga asik aja buat jadi UI sebuah smartphone. Minus yang kedua adalah adanya kasus di beberapa negara di Eropa yang mengindikasikan komponen speaker (bukan loudspeaker) yang cacat produksi dan belum ada solusinya. Males banget deh kalo sampai kena. Apalagi ga ada garansinya…

Sebetulnya gue sempat kepingin nunggu launchnya device Android dengan prosesor dual core, tapi gue urung karena curiga harganya pasti bakal gila2an. Apalagi di Indonesia, pasti ada aja pedagang aji mumpung. Dan akhirnya kecurigaan gue terbukti, ada yang nawarin Motorola Atrix 4G yang super menggiurkan itu dengan harga 8 juta rupiah. Mending beli iPhone 4 kali ya. :p

Well, setelah minta pendapat dan diskusi sama istri, akhirnya gue pun menjatuhkan pilihan ke HTC Desire Z.

HTC Desire ZPertimbangannya:
1. Designnya elegan dan ga terlalu kelihatan geeky. Guenya sendiri sih geek, tapi kalo ketemu client kan harus keliatan kredibel juga dong. :)
2. Spesifikasi teknis termasuk high end, sesuai dengan ‘masukan’ yang gue dapat dari berbagai sumber di internet. “Beli yang high end supaya umurnya panjang dan harga jual kembalinya ga jatuh2 amat.”
3. Keyboard fisik. Gue yakin, pasti gue akan sering harus berinteraksi dengan keluarga, teman, kolega ataupun client lewat email. Dan ngetik di virtual keyboard untuk hal2 yang sifatnya resmi itu betul2 ngga banget deh.

Ya, itulah tadi sedikit tulisan tentang device Android pilihan dan alasan gue dalam memilihnya. Mudah2an gue ga lupa lagi untuk bawa kamera dan mencoba bikin video review singkat dari sudut pandang seorang konsumen awam (bukan sudut pandang tech geek) supaya gue bisa share juga dengan kalian.

Sebelum menutup, gue ketemu kesimpulan yang terbaik dalam memilih dan menentukan pilihan saat membeli gadget: “Beli yang memang kita butuhkan dan sesuai dengan kemampuan”.

Semoga artikel ini bermanfaat. Sampai ketemu lagi di artikel berikutnya. Salam! :)

2 thoughts on “Device Android Terpilih

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s