HTC Desire Z – Perspektif Awam

Artikel kali ini mau ngebahas dikit aja tentang si HTC Desire Z. Gue akan mencoba untuk memperlihatkan device ini melalui kacamata seorang yang agak2 gaptek, yang ngerti teknis sedikit aja,  yang pada intinya adalah seorang pengguna awam yang tertarik untuk mencoba Android. Jadi, gue ga akan ngomongin soal spec, karena bagi user biasa yang penting adalah experience dalam menggunakan device tersebut.

Pertama adalah form factor. Biasanya orang kalo tertarik dengan gadget baru, salah satu pertimbangan terbesar adalah design atau bentuk gadget tersebut. Selain itu biasanya orang akan ngeliat ukuran, berat, dan ergonomisnya sebuah device. Untuk si Desire Z ini, secara design menurut gue termasuk elegan. Bodinya dibalut dengan bahan semacam stainless steel / aluminium yang dibuat secara unibody atau dibuat dari sebongkah bahan tanpa sambungan. Bagian lainnya seperti soft touch yang dicor (ada sambungan tapi nyaris ga kelihatan) dan warnanya warm grey bikin kesan mahal. Semua sudut bodinya berlekuk, bikin nyaman digenggam tangan. Tapi akibat dari banyaknya materi unibody, device ini jadi berat banget.

Layar Desire Z itu cukup besar (3.7″) tapi ga terlalu lebar. Buat gue ini cukup penting karena si device jadi ga kelebaran kalo digenggam satu tangan. Sebagai perbandingan, gue udah coba pegang beberapa device lain dengan layar 4″. Enak sih layarnya gede dan lega banget untuk ngetik dalam posisi layar berdiri. Tapi pas digenggam satu tangan berasa sedikit kelebaran. Layarnya sangat responsif. Tapi pas udah dipasangin protector antiglare jadi agak terhambat sedikit. Bukan masalah koq. Btw, sama tokonya DZ gw dipasangin yang buat iPod Touch, dimodifikasi dikit.

Berikutnya adalah keyboard fisik yang tersedia di Desire Z. Keyboard fisiknya agak terlalu lebar sih, jadi waktu awal2 gue agak harus ngerentangin jempol lebih lebar untuk mencet tombol2 tertentu. Maklum lah, sebelumnya pakai BB Storm 2, ga terlalu lebar dan jari bisa lebih lincah ke sana sini (tapi tombolnya sempit!) Meskipun begitu, akhirnya gue bisa membiasakan diri dengan keyboard fisik di Desire Z. Dan tiap tombolnya itu empuk dan tertata dengan baik, bikin ga capek kalo lagi ngetik panjang. Keyboard virtualnya juga cukup enak untuk portrait mode, dan enak banget untuk landscape mode.

Ngomong2 soal keyboard fisik, gue lumayan sering nemu video review yang bilang bahwa mekanisme ngeluarin keyboard si Desire Z ini bermasalah, bisa bikin oblak lah, dsb. Kalo lo termasuk salah satu orang yang khawatir, gue sarankan lo ke YouTube dan lihat video2 yang bilang hinge ini bermasalah. Kemudian lo perhatiin bagaimana mereka memegang si device sehingga mereka bisa bilang bahwa itu bermasalah. Setelah itu lo tanya sama diri lo sendiri, apa iya lo akan memegang si Desire Z sedemikian rupa? ;)

Batre Desire Z itu kurang gede kalau menurut gue. Jadinya begitu di test pertama kali, boros banget rasanya. Dalam sehari harus nyolok charger minimal 2x. Tapi setelah kutak-katik setingan, alhamdulillah DZ gue bisa bertahan 9 – 13 jam pemakaian sejak dilepas dari charger. Triknya, jangan dipake main game. :)

Boot up time Desire Z termasuk luar biasa kalau Fast Boot diaktifkan. Pengalaman gue pakai BB, kalau device gue restart bisa makan waktu 10 menit untuk bisa dipake lagi. Asli ga asik banget! Untuk di Desire Z, silakan dilihat langsung di video yang gue bikin di bawah ini:

Sehari-hari gue pake Desire Z untuk cek email, update Twitter, kadang cek Facebook, browsing, dan main game. Secara fungsi apa lagi sih yang beneran sering dipake seorang user biasa sehari-hari di smartphonenya? :)

Di bawah ini ada galeri kecil hasil gue jeprat-jepret tadi. Mudah2an cukup bisa ngasih gambaran tentang Desire Z ini. Gue juga udah coba motret bagian hinge supaya lo bisa lihat sendiri di sisi kanan dia ditahan dua tuas besi dan di sisi kiri ada lempeng besi menekuk yang cukup kuat untuk menahan bagian layar dan bagian keyboard.

Segini dulu review singkat dari gue. Mudah2an cukup mewakili keingintahuan orang2 yang termasuk user awam. Mudah2an di artikel berikutnya gue bisa sharing kayak gimana hasil foto dan video si Desire Z ini.

Semoga artikel ini bermanfaat. Sampai ketemu di artikel berikutnya. Salam! :)

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s