Akhirnya: Mobil

Dari dulu saya ngga pernah tertarik punya mobil. Saya mikirnya sederhana aja, ke mana-mana masih bisa naik motor, taxi, kereta, atau bus. Tapi begitu berkeluarga (baca: punya anak), kebutuhan punya mobil pun makin terasa. Konteksnya “need”, bukan “want”.

Alhamdulillah jalannya terbuka karena ada yang mau jadi sponsor untuk hang DP. Kalau dari tabungan pribadi sih terus terang masih jauh. Untuk bayar DP mobil LCGC aja bakal maksa banget. Jadilah saya hunting kandidat mobil yang bisa dipinang.

Saya & istri sepakat di awal, meski DP dibantu dan jumlahnya cukup besar, mobil yang nantinya akan dibeli maksimal harga OTR-nya cuma boleh di kisaran 200 juta. Pertimbangannya berdasarkan hitung-hitungan value terbaik kendaraan di Jakarta yang pernah ditweet oleh bang @hotradero. Kebetulan saya setuju sama analisanya bang Poltak.

Berikutnya soal tingkat ekonomis penggunaan sehari-hari. Dengan kata lain, ngga mau yang terlalu boros BBM. Jadi, kapasitas mesin ditentukan maksimal di kelas 1.5 liter. Ekspektasi konsumsi harian di dalam kota di atas 1:10 lah. Maklum kepinginnya yang matic karena wilayah Jabodetabek itu macetnya udah cukup melelahkan.

Awalnya saya & istri diojok-ojok untuk ambil Toyota Agya. Pertimbangannya karena murah dan cicilannya bisa dipaksakan supaya lunas dalam 1 – 2 tahun saja. Standar banget ya?

Awalnya saya malas pakai LCGC karena setelah baca-baca di internet, katanya kualitas body mobil LCGC itu culun. Di pikiran saya, body culun itu seperti mobil van yang dijadikan angkot. Kalau pintu dibanting bunyinya “gumbreng!”. Tapi begitu saya lihat aslinya, ternyata oke juga. Malah jauh dari kesan kualitas culun. Apalagi yang matic sudah pakai airbag dan ada shift lock. Buat ukuran mobil murah sih segini udah menyenangkan.

Tapi begitu ketahuan speknya yang cuma 3 silinder di kelas 1000 cc, pihak sponsor malah ngga nafsu. “Kalau dipakai ke luar kota kapan nyampenya?”, begitu kurang lebih komentarnya. Weleh… Terpaksa ganti haluan deh, padahal sayanya udah ngga masalah.

Dari situ, saya & istri minta pendapat dari orang-orang terdekat. Untuk kebutuhan kami ini, rekomendasinya mobil apa ya? Dan konsensus jawaban yang kami dapat mengatakan: belilah MPV atau 7 seater. Ilustrasi situasinya, saya bawa anak & istri plus pengasuh anak ke Bogor ngejenguk kakek & nenek, terus kita jalan-jalan rame-rame. Masuk akal juga, tapi artinya goodbye Daihatsu Sirion. Satu lagi mobil yang ditaksir gugur dari pilihan. Sigh…

So, mobil apa yang 7 seater dan kisaran 200 juta ke bawah?

 

Avanza/Xenia

Toyota Avanza & Daihatsu Xenia

Ini pilihan sejuta umat. Udah pasti aman dari segi harga, tingkat ekonomis, muat banyak, banyak bengkel yang bisa megang, dan harga jual kembali yang oke (kalau nantinya mau ganti mobil). Value for money banget lah. Tapiii… ada di nomor urut 1 untuk kategori incaran para maling mobil. Kedua, istri saya ngga suka eksteriornya. Padahal posisi mengemudinya saya suka karena nyaman banget.

 

Ertiga

Suzuki Ertiga

Ini mobil lagi hype banget saat ini. Hampir semua orang yang saya tanya merekomendasikan Ertiga. Konon kabarnya Suzuki ini paling ekonomis untuk urusan servis dan spare part. Kabin penumpangnya relatif sempit, tapi bukan masalah besar. Sebetulnya ini mobil bisa dibilang aman seperti Avanza/Xenia, meski dalam beberapa faktor masih perlu pembuktian. Maklum umurnya masih baru. Tapi karena terlalu aman, saya justru ngga melihat sesuatu yang spesial. It’s a good family car, but it just didn’t ‘wow’-ed me. Kalau istri saya malah ngedrop karena ngelihat kompartemen barangnya. “Bagasinya kecil banget”, katanya.

 

Chevrolet Spin

Chevrolet Spin

Terus terang saya & istri tertarik karena eksteriornya. Di benak saya, cukup modifikasi di sektor kaki (maksudnya ban & velg) maka tampilannya sudah jauh lebih cakep lagi. Untuk harga segini menurut saya udah termasuk lumayan mewah. Versi maticnya pun sudah ada tiptronic. Tapi begitu coba duduk di bangku tengah, mulai berasa kurang nyaman. Deal breaker-nya terletak di baris ke-3. Posisi duduknya tegak banget. Pantesan ada yang bilang “tegak abri”. So, yang ini juga goodbye karena sayangnya ngga sesuai dengan skenario penggunaan saya.

 

New Terios

New Terios

Mobil ini terus terang paling di tengah-tengah posisinya dalam pilihan kami. SUV 7 seater, ground clearance tinggi relatif aman dari banjir dan jalan jelek, ruang kaki penumpang lega karena baris tengah bisa diatur maju mundur. Kurangnya buat saya cuma di kualitas material interior, pintu belakang yang bukan hatchback, sama kalo belok di kecepatan agak tinggi berasa limbung. Lalu kenapa nggak pilih Rush? Setelah baca-baca di internet, dua kembaran ini memang dibuat beda di sektor suspensi belakang. Rush didesign untuk 5 seater SUV, sedangkan Terios didesign untuk 7 seater SUV. Kompartemen barang sedikit lebih besar dibanding Ertiga, tapi salah satu sandaran bangku baris ke-3 Terios bisa direbahkan untuk menambah ruang.

 

All New KIA Rio

All New Kia Rio

Nah ini! Saya & istri sumpah naksir berat sama mobil ini. Modelnya bagus, interiornya mewah, tiptronicnya sporty, bagasinya jauh lebih gede daripada semua pilihan di atas. Saya ngga bisa menerjemahkan rasa suka saya sama mobil ini dalam kata-kata. Ya, sebagus itulah kesan yang ditinggalkan mobil ini ke saya & istri. Padahal belum sampai test drive. Dan kami rela duduk sempit-sempitan karena ANKR ini memang jenis sub-compact hatch back yang didesign sebagai 5 seater. Sayangnya keinginan ini terpaksa kami kubur karena lagi-lagi pihak sponsor ngga setuju. “Merek Jepang aja lah yang aman”, katanya. Hiks!

 

Mobil yang akhirnya kami pilih akan saya tulis di artikel terpisah, sekalian impresi test drivenya. Kalau Anda sendiri pilih mobil apa jika berada di situasi seperti kami? Tulis pilihan Anda & alasannya di kolom komentar. I would really love to know.

One thought on “Akhirnya: Mobil

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s