Impresi Test Drive Daihatsu New Terios

Pagi itu saya janjian dengan sales Daihatsu untuk test drive New Terios. Saya minta unit yang transmisi matic. Unit yang disediakan adalah New Terios TX Adventure, top of the line-nya saat ini. Pake yang manual di Jakarta? Wah.. Forget it. Saya ngga kuat ngoplingnya kalo pas lagi macet-macetnya. Dan momen seperti itu tuh sering banget di ibukota ini. Berikut impresi saya.

Ga mau macet? Lewat kali aja, sob!

Pertama kali saya masuk ke kabin, saya siap-siap pasang seatbelt, setel jarak jok pengemudi, lalu saya putar kunci kontak. Lah? Kok ngga ada suaranya? “Udah nyala, pak. Tinggal dibawa aja”, kata si sales. Ooo… *mulut sambil monyong*

Ooo...

Ya sudah, saya turunkan rem tangan, injak gas dikit.. ngga berasa. Injak dikit lagi, hampir nabrak mobil yang parkir di depan. Untung ngga kena. “Jadi begini toh bedanya mesin matic 1.5L dibanding Innova punya mertua yang 2.0L”, pikir saya. Ya mau gimana lagi.. Cc lebih kecil sudah hampir pasti lebih culun juga tarikan awalnya. Jadilah saya membiasakan diri dulu dengan karakter gas dan remnya.

Ternyata untuk gaya bawa mobil saya yang cenderung kalem, saya ngga perlu injak gas dalam-dalam. Terus terang saya kalo kepingin ngebut, lebih suka naik motor. Lebih puas! Tapi, seandainya saya butuh bergerak cepat, seresponsif apakah akselerasi si Terios ini? Saya coba injak gasnya langsung sampai mentok. Ternyata percuma sodara-sodara! Hahaha!

Impossibru!!

Dengan posisi persneling di D, mobil ini tetap butuh waktu agak panjang untuk akselerasi sampai ke kecepatan yang saya inginkan. Saya rasa ini memang karakter mesinnya yang diatur supaya konsumsi BBM-nya bisa ekonomis. Saya coba turun ke 3, ngga berasa juga. “Kayaknya emang harus di 2 atau di L”, pikir saya. Tapi kalau dipikir lagi, sehari-hari bakal dibawa santai aja ke kantor, angkut keluarga, atau dipakai istri & anak. Ada baiknya juga karakter mesinnya kalem begini. Toh Jakarta macet juga. Berdasarkan ingatan, secara keseluruhan karakter mesin dan perpindahan gear di Terios ini mirip sekali sama Avanza yang matic.

Impresi berikutnya yang langsung terasa oleh saya adalah power steeringnya. Enteng banget. Jadi saya harus ngebiasain lagi untuk ngegerakin setirnya dikit-dikit aja. Kalau berdasarkan ingatan sekilas, sepertinya power steeringnya sedikit terlalu enteng. Besarnya lingkar setir juga pas dengan pergerakan roda depan ke kiri dan ke kanan. Lebar bodi mobil yang bisa dibilang tidak lebar juga menambah kemudahan menakar jarak sekitar mobil sewaktu berbelok. Buat saya, handling New Teios ini cukup baik lah. Tapi memang harus hati-hati juga karena EPS yang enteng banget itu.

Ilustrasi: bodi mobil limbung

Ngomong-ngomong soal handling, saya baca-baca di internet konon kabarnya Terios ini parah banget dalam urusan limbung. Sewaktu dibawa kalem, ngga berasa sama sekali tuh limbungnya. Tapi waktu saya membelok dengan kecepatan yang agak tinggi, baru berasa limbungnya. “Hmm.. Jadi ini toh yang dikeluhin sama orang-orang”, pikir saya. Yang saya ingat, Innova mertua saya juga sama aja limbungnya kalau cara berbeloknya seperti yang saya lakukan tadi. Bedanya bodi Innova lebih besar, lebih berat, lebih panjang, dan lebih lebar. Jadi saya perkirakan limbungnya Terios bisa lebih parah. Tapi saya tau diri aja deh. Cuma punya duit cukup untuk nyicil mobil kelas segini mah ngga usah ngarep banyak.

Satu hal lagi yang saya rasakan mirip dengan Innova adalah suspensi Terios ini empuk. Saya coba hajar jalan aspal yang ngga rata. Jebret! Empuk, boss.. Tapi kebayang sih kalau kecepatan 80km ke atas terus ketemu jalan bergelombang, pasti limbungnya berasa banget. Jadi mendingan saya jaga kesehatan mata plus jaga stamina supaya bisa lebih awas sama kondisi jalanan di depan.

Setelah beberapa kali putar sana, putar sini, akhirnya saya putuskan untuk menyudahi test drivenya. Terus terang impresinya lebih banyak positif daripada negatifnya. Saya yakin tidak ada mobil yang perfect. Saya sendiri termasuk orang yang merasa lebih baik kitanya yang harus pintar menyikapi kekurangan. Tsaaah! Macam betul aje..

Dan memang mobil inilah yang akhirnya dipilih oleh saya dan istri, juga berkat dukungan dari pihak sponsor, keluarga, dan orang-orang terdekat lainnya. Saat postingan ini saya ketik, status mobilnya sudah di booking. Tinggal tunggu keluar kontrak leasingnya untuk saya pelajari lagi dengan baik. Kalau tidak ada masalah, DP-nya bisa saya bayarkan. Oh, dan satu lagi, tipe yang kami pilih adalah Daihatsu New Terios TS AT Extra, dengan dasar kesanggupan kami mencicil tiap bulannya hingga lunas. :)

One thought on “Impresi Test Drive Daihatsu New Terios

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s