Nopol Mobil Saya Ganda. Kok Bisa?!

Belum lama ini saya dikagetkan dengan informasi bahwa plat nomor mobil saya terdaftar juga atas nama orang lain. Simak ceritanya di bawah ini dan langkah apa yang saya ambil berikutnya.

Contoh lembar STNK. Sumber: Otomotif.com

Jadi beberapa waktu yang lalu, saya ajak keluarga untuk belanja keperluan rumah ke salah satu mal di Jakarta. Di sana ada spanduk yang bilang bahwa sedang ada pos pemasangan RFID. Kebetulan saya udah lama daftar secara online di sini. Cuma belum nemu waktu yang pas buat pasang. Akhirnya saya mampir sebentar ke pos pemasangan.

Saya siapin print out bukti daftar online dan langsung menuju ke petugas yang pake laptop. Di sana ada satu bapak yang lagi daftar. Bedanya dia daftar di tempat, jadi dikasih formulir kecil untuk diisi. Lalu si petugas beralih melayani saya. Saya serahkan bukti daftar dan STNK sesuai yang diminta si petugas. Dia ngecek kelengkapan di formulir yang saya kasih sambil cross check ke STNK. Lalu si petugas kutak-kutik di laptopnya. Terus dia ngecek ulang ke STNK saya. Dibolak balik. Diam sebentar sambil ngelihat layar.

Petugas : “Mas udah pernah pasang ya sebelumnya?”
Saya : “Belum. Saya daftarnya emang udah lama. Tapi baru sekarang bisa pasang”
P : “Soalnya di sini (nunjuk ke laptop) dibilangnya udah pernah pasang tuh, mas”
S : (mulai stress) “Hah? Maksudnya?”
P : “Coba mas lihat deh”

Ternyata di data mereka sudah terdaftar nomor polisi saya, tapi atas nama orang lain dan alamat yang lain pula. Waduh! Kok bisa ya? Surat-surat saya ngga mungkin palsu karena saya beli mobil baru dari dealer resmi. Si petugas mikir sebentar, lalu dia bilang, “Oke ngga apa-apa, mas. Sekarang dipasang dulu aja.” Menurut dia memang banyak terjadi kasus nomor polisi ganda selama dia bertugas di pos pemasangan. Dia bilang bahwa urusan penerbitan nomor polisi itu urusannya Samsat. Ya bener juga sih, mereka ngga ada urusan apalagi wewenang soal nomor polisi. Petugas lain yang masangin ring RFID di mobil saya juga mengatakan hal yang sama. Bahkan menurut dia, kasus seperti ini udah terjadi dari sejak awal program pemasangan RFID ini berlangsung.

Terus saya harus gimana? Bukan masalah BBM bersubsidinya. Tapi apakah saya korban penipuan? Atau permainan ‘mafia’ hukum? Apakah mobil saya legal? Bagaimana kalo si pengguna plat nomor ganda itu ternyata kriminal dan saya jadi terseret kasus hukum? Saya harus segera cari solusi!

Di jaman serba digital ini, hal pertama yang saya lakukan adalah menghubungi pihak SMPBBM lewat Twitter. “Kenapa ngga nelpon aja?” Maaf sekali tapi terakhir saya nelpon ke pihak SMPBBM untuk menanyakan informasi, jawaban dari pihak mereka jauh dari memuaskan. Jadi telpon saya simpan sebagai pilihan terakhir sebelum saya mengirim keluhan pembaca ke surat kabar. Dan benar saja, tweet saya mendapat respon. Berikut kutipannya:

Berbekal informasi itu, saya telpon ke Call Center Samsat Jakarta. Petugas yang nerima telpon mengarahkan saya untuk cek ke T.U. (Tata Usaha?) di kantor Samsat sesuai lokasi tempat tinggal. Jadilah saya mampir ke Samsat Jakarta Timur ke loket 7 di lantai 2. Ternyata loket T.U. Pemblokiran dan Pembebasan Blokir STNK.

Di sana saya jelasin duduk perkaranya ke bapak yang bertugas dengan bahasa yang sederhana dan urutan kejadian sejelas mungkin. Lalu STNK saya diminta untuk diperiksa di sistem dan saya disuruh nunggu. Ngga sampe 5 menit, saya dipanggil lagi. Menurut si bapak petugas, STNK dan nomor polisi saya ngga ada masalah, artinya surat-surat saya asli.

Sayangnya waktu saya minta surat keterangan keaslian, si bapak bilang, “Wah, kalau yang seperti itu sih ngga ada, mas. Baru kali ini saya dengar permintaan seperti itu.” Saya pikir surat keterangan itu belum tentu diperlukan juga. Tapi kalau ternyata dibutuhkan, saya boleh balik lagi ke loket 7 untuk minta suratnya. Begitulah kesepakatan saya dengan si bapak petugas.

Akhirnya saya putuskan untuk lapor aja dulu ke SMPBBM (lagi-lagi) di Twitter, dan berikut responnya:

Ya demikianlah kisah saya. Ada-ada aja ya. Tapi di sisi baiknya, saya jadi ada ceritaan yang cukup informatif. Siapa tau ada teman-teman pembaca yang mengalami hal yang sama dan setelah baca artikel ini jadinya ngga bingung-bingung amat.

Punya pertanyaan? Pendapat? Atau mungkin usulan? Silahkan tulis di Comment ya. Sampai ketemu di artikel berikutnya.

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s