Newbie Berlari: Temukan Inspirasimu

Mandatory illustration. Ga ada waktu buat foto2 pas tadi lari.

Awalnya saya cuma mau nulis pengalaman jogging tadi pagi. Tapi saya pikir mungkin akan lebih menarik kalau dijadikan tulisan berseri aja. Jadi kita sama-sama bisa lihat perkembangan saya dalam berlari dari waktu ke waktu, dan saat ini saya ada di level newbie atau anak bawang.

Saya senang berbagi pengetahuan. Jadi di seri ini, saya akan share berbagai teori untuk pemula yang saya pelajari di internet dan sudah saya buktikan dengan praktek langsung. Berhasil kah? Gagal kah? Selengkapnya setelah klik.

Oke. Latar belakang saya: seorang couch potato yang suka main video game. Setelah berkeluarga dan punya anak, badan jadi melar padahal yang hamil kan istri saya. Satu hari putri saya nepuk perut saya sambil ketawa, lalu dia bilang “Babeh gendut!”. Di satu sisi celetukannya menggemaskan sekali. Di sisi lain, saya merasa digampar. Saya mau sehat supaya bisa lihat anak saya sekolah, kuliah, mulai kerja, menikah, bahkan mungkin sampai saya jadi kakek. She’s my main inspiration.

Pengalaman saya dalam olah raga, dari kecil memang saya ngga kuat kalau disuruh lari. Saya jauh lebih kuat ketika bersepeda. Dulu rame-rame keluar subuh, keliling kota Bogor, dan balik ke rumah pas buat nonton Doraemon sambil makan bubur ayam hangat. Saya juga suka berenang. Meski bukan yang sifatnya kompetitif, tapi hitungannya lumayan stamina saya masih sanggup berenang yang proper sampai jarak total sekitar 400 – 500m.

Terakhir saya berolah raga cukup serius itu adalah setelah lulus kuliah. Waktu itu badan saya cungkring banget. Kebetulan ada teman saya yang memang anak fitness. Ya lo tau lah.. yang tipikal badannya bentuk segitiga kebalik sama otot bisep segede paha. Berkat bantuan dia, saya jadi dikenalin sama diet untuk gemuk / bulking up. Sayangnya begitu saya udah ngga fitness lagi, dietnya kebablasan. Hasilnya, sekarang mungkin saya ngga terlalu kelihatan gendut, tapi sebetulnya saya masuk kategori obesitas. Bahaya cuy!

So, pilihannya mari berlari. Kenapa? Karena paling murah. Dan kebetulan saya punya sepatu lari yang nangis di pojokan karena dianggurin. Dan kebetulan saya ngga punya sepeda (sekarang mahal cuy). Dan kebetulan lokasi kolam renang terdekat itu masih jauh dari rumah. Perfect!

Tiga minggu yang lalu, mulailah saya lari pagi. Niatnya sih ke CFD terdekat di Rawamangun. Tapi baru aja lari 100m, kaki udah berasa sakit banget, tepatnya di area tulang kering dan paha. Akhirnya dari total jarak 3km, saya paling cuma lari 300m, sisanya jalan kaki sambil nahan sakit. Kepala juga udah mulai keleyengan dan kepingin muntah. Saya tahan-tahan supaya ngga pingsan di jalan. Yang parah nyeri di kaki asli ngga hilang sampai seminggu lebih. Apa yang salah nih? Kita riset di internet! (rhyming ga sengaja)

Ternyata, semua keluhan di atas adalah hasil kesalahan saya sendiri, antara lain:

  1. Kurang pemanasan. Buat pemula, ternyata pemanasannya cukup dengan jalan cepat dulu aja. Mungkin cukup 5 menit.
  2. Teknik lari yang salah. Saya beneran baru tahu kalo lari juga ada tekniknya. Ternyata supaya ngga cedera, dan nyeri di kaki saya itulah contoh kalo cedera. Asli ngga enak.
  3. Perut kosong. Nah ini nih, biang keladi kepala keleyengan dan kepingin muntah. Awalnya saya pikir kalau perut keisi nanti di jalan malah mau muntah, ternyata justru kebalik.

Saya ngga berani lari dulu, paling ngga sampai nyeri di kakinya cukup reda. Saya ngga kapok, justru malah makin semangat. Soalnya saya ngga nyangka ternyata bisa nempuh jarak 3km. Saya yakin, semakin dilatih nanti saya makin bisa lari konstan. Start slow and advance with determination. Dan semua ini untuk karunia terindah dalam hidup saya dari Yang Maha Kuasa, yaitu putri saya, inspirasi saya. :)

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s