Newbie Berlari: Belajar Lari Yang Benar

Kira-kira nyerinya di sini. (sumber foto)

Di cerita saya sebelumnya, karena terlalu bersemangat, hasilnya lari pertama saya malah bikin cedera. Dan baru kali ini saya ngerasain yang namanya nyeri otot di sekitar tulang kering. Ya jelas teknik lari saya masih salah, tapi bagian mananya yang salah ya?

Setelah baca-baca dari berbagai sumber di internet, ketemulah si penyebab cedera di kaki saya. Selain kurangnya pemanasan, teknik larinya juga salah. Ternyata waktu lari, postur mendaratnya kaki saya itu dinamakan “heel strike”. Jadi, kaki saya cenderung mendarat di tumit. Secara teknik berlari, tumit itu dipakai waktu deselerasi atau mengerem laju. Saat itu kaki akan menahan beban tubuh ditambah gaya dorong dari laju kita. Nah, makanya ketika lari secara heel strike, kaki kita jadi rentan cedera karena beban jadi tinggi di setiap langkah larinya.

Heel Strike vs Heel Kiss (sumber foto)

Teknik lari yang lebih baik dinamakan “Heel Kiss” seperti gambar di atas kanan. Jadi kaki kita mendaratnya di bagian yang disebut “ball of foot”. Dengan cara ini, ketika kaki mendarat jadi kerasa ada efek per/spring yang meredam tumbukan kaki ke tanah, juga ngebantu kita untuk ‘melompat’ dan melanjutkan langkah lari berikutnya.

Makanya lari minggu pagi ini saya lebih fokuskan ke memperbaiki postur sewaktu lari. Ternyata ngga gampang karena saya belum terbiasa. Berkali-kali saya harus mengatur ulang postur dan nyari cara ngejejakin kaki yang paling nyaman supaya bisa mendarat di ball of foot. Saya ulang terus, terus, dan terus sampai mulai agak terbiasa. Mulai ngaco lagi, langsung dibenerin lagi. Pelan-pelan tapi serius, serius tapi santai. Newbie yang terprogram aja dikasih 3 bulan untuk belajar dari awal sampai keseluruhan tekniknya benar, apalagi saya yang otodidak begini.

Ball of foot tuh di sini nih. (sumber foto)

Hasilnya prakteknya positif sekali! Kaki saya jadi ngga sakit sama sekali. Paha, betis, area tulang kering, semuanya ngga ada rasa sakit. Mantap! Porsi lari saya jadi bisa lebih jauh dari sebelumnya. Tadinya cuma kurang lebih 1/6 – 1/5 perjalanan, sekarang jadi bisa 1/3 perjalanan. Sisanya masih jalan cepat, tapi secara keseluruhan ngga pake berhenti. Pengaturan nafas jadi lebih teratur, ngga ngos-ngosan parah kayak sebelumnya. Badan berkeringat juga jadi lebih maksimal.

Saya sangat senang dengan hasil lari kali ini. Meski begitu, postur berlari saya masih jauh dari baik dan benar. Makanya saya mau pasang target jangka pendek untuk perbaikan teknik lari yang baik dan benar sampai terbiasa. Menurut Anda, berapa lama saya harus kasih waktu untuk target ini? Anggap aja latihannya cuma bisa seminggu sekali, maksimal dua kali (weekend aja). Kasih tau di comment ya. :)

4 thoughts on “Newbie Berlari: Belajar Lari Yang Benar

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s