Review Earbuds Untuk Lari: Jabra Step

Jabra Step adalah salah satu earbuds wireless bluetooth dengan harga yang terjangkau saat saya menulis artikel ini. Unit di review ini saya beli sendiri, bukan pinjaman distributor atau pun tersponsor. Saya akan tulis apa adanya, tanpa melebih-lebihkan keunggulan maupun kekurangannya. Baguskah Jabra Step ini?

IMPRESI FISIK

Di dalam kotak saya dapat 1 unit Jabra Step,  sepasang earhook, 3 pasang ear tips (S, M, L), kabel USB pendek untuk charge, panduan singkat, garansi dan sebangsanya. Di luar kotak ada tulisan bahwa Jabra Step ini tahan debu dan hujan. Saya percaya aja deh. Saya sih bakal pakainya yang wajar-wajar aja.

Jabra Step ini berbahan plastik dan ringan banget di telinga. Kabelnya cukup tebal jadi ngga ngeri putus. Konstruksinya cukup kokoh untuk pemakaian wajar. Gel ear hooknya agak kecil untuk daun telinga saya. Design ujung belakang hook-nya agak ngga biasa. Jadinya yang sebelah kanan agak menekan ke daun telinga dan lumayan sakit kalau dibiarin lama. Yang sebelah kiri sih ngga masalah. Untungnya bahan ear hook ini cukup fleksibel, jadi mudah untuk mengatur ulang posisinya supaya ngga sakit lagi.

Tonjolan di sebelah kanan menekan kuping saya.

Dalam kondisi penggunaan kering (tidak sambil berkeringat), Jabra Step ini berhasil tetap menempel di telinga. Kita lihat lagi nanti hasil tes setelah dipakai lari pagi.

SETING AWAL

Jabra Step ini pakai sistem charging yang umum, yaitu micro USB. Pintu port USB-nya ada di unit sebelah kanan. Ada lampu kecil yang akan menyala merah tanda batrenya belum full. Kalau sudah full, warna lampunya berubah jadi biru. Saya dapat info dari fan page Jabra Indonesia, bahwa lampu otomatis mati sendiri kalau chargenya kelamaan. Pada hasil tes, saya biarkan USB tercolok terus semalaman, dan ternyata lampunya ngga mati tuh.

Port USB

Proses pairing bluetooth-nya sedikit berbeda dengan perangkat bluetooth lain yang biasa saya gunakan. Caranya (dari keadaan mati), tekan tombol tengah dan tahan yang lama. Nanti akan ada suara cewek yang bilang, “Welcome!”. Jangan lepas dulu tombolnya, sebab ini hanya penanda unit menyala. Setelahnya akan ada bunyi yang menandakan Jabra Step masuk ke mode pairing. Di tahap ini tombol tengah sudah bisa dilepas, lalu tinggal sinkronkan Jabra Step dengan smartphone atau audio player yang mau kita pakai. Beres deh.

KARAKTER SUARA

Ear tips yang saya pakai adalah ukuran M. Saya tekan ear tips-nya supaya sedikit masuk ke dalam rongga telinga dan menghasilkan isolasi yang baik. Ternyata kemampuan bass Jabra Step ini ngga malu-maluin. Karakter suara Jabra Step ini cenderung ke arah bright. Cocok untuk Anda yang lebih suka vokal menonjol di musik yang didengarkan. Tapi saya kepingin lebih ada bass yang lebih punchy dan tebal. Jadi saya atur lagi di EQ supaya bisa dapat karakter yang lebih V shaped. Hasilnya, Thrift Shop-nya Macklemore & Ryan Lewis jadi pas banget bassnya. Saya konfirmasi: bassnya ngga kekurangan.

Setting EQ pada Play Music app di Nexus 4 saya.

Kalau volume di Jabra Step dimaksimalin dan di hape (Nexus 4) juga saya maksimalin, ternyata suaranya bisa nyaring banget. Tapi saya ngga sarankan karena kita bisa kena tinitus, yaitu suara desing konstan yang disebabkan gendang telinga yang terluka. Buat saya, volume di Jabra Step dan di hape cukup diatur antara 50% – 70%. Hitung-hitung bisa lebih hemat batre.

DAYA TAHAN BATERE

Jabra Step diklaim bisa tahan dipakai non-stop selama 4 jam untuk mendengarkan musik dan/atau telepon. Hasil tes saya menunjukkan daya tahan batere Jabra Step ternyata bisa lebih lama dari klaim. Dari kondisi ter-charge penuh hingga baterenya habis total memakan waktu kurang lebih 5 jam 33 menit. Sangat lebih dari cukup untuk menemani olah raga. Lagi pula saya sih ngga tahan kalau kelamaan pakai ear buds. Paling lama kira-kira 1 jam, kuping saya sudah minta istirahat dulu.

Angka menunjukkan 5:33 ketika Jabra Step habis batere.

HASIL TES TELEPON dan LARI PAGI

Jabra Step cukup oke saat dipakai nelpon. Dari percakapan saya dengan seorang client, sepertinya ngga ada masalah. Suara dia terdengar sangat jelas di sisi saya dan dia pun tidak ada komentar atau keluhan mengenai suara saya di sisi sana. Intinya dalam komunikasi kami, maksud dan tujuan bisa tersampaikan dengan baik.

Untuk penggunaan lari pagi, ternyata Jabra Step ini cukup baik dalam memblokir suara dari luar. Jadinya saya yang harus ekstra hati-hati saat lari ke jalan. Efek lain yang terjadi adalah microphonic, tapi bukan dari kabel melainkan dari isolasi silikon terhadap rongga telinga. Tapi ternyata microphonicnya ngga mengganggu saat saya mulai berlari sambil ditemani musik. Kabel yang tebal membuat posisinya tetap terjaga dan ngga mengganggu sama sekali.

Kekhawatiran mulai terjadi justru setelah saya mulai berkeringat banyak. Silikon ear budsnya mulai terasa licin dan berasa mau copot dari telinga. Tapi hal itu ngga terjadi karena adanya tonjolan di ear hook (yang saya ceritakan sebelumnya di atas). Di sini saya baru sadar bahwa si tonjolan itu berfungsi seperti kait tambahan yang menjaga gel ear hook tergelincir lepas dari telinga akibat keringat. Saya jadi lebih menghargai Jabra Step ini karena design-nya benar-benar dipikirkan, ngga asal comot trend di pasaran.

Sejauh ini hanya satu keluhan saya, yaitu koneksi bluetoothnya yang mudah sekali terganggu kalau hape ketutupan sesuatu. Yang terjadi pada saya adalah kalau hape saya masukkan ke saku depan celana sebelah kiri, suara jadi mudah terputus-putus. Di saku belakang sebelah kiri juga masih suka terputus-putus, tapi tidak separah saat di dalam saku depan. Meski begitu, koneksi bluetoothnya tetap tersambung. Koneksi baru terputus ketika saya mencoba menjauh dari hape setelah melewati 2 tembok beton, jaraknya sekitar 10 feet / 3 meteran.

Saya curiga unit bluetooth di Jabra Step letaknya di unit pengatur volume. Soalnya ketika hape saya taruh di saku jaket atas sebelah kanan, sama sekali ngga ketemu masalah koneksi bluetooth. Sedangkan unit pengatur volume ini adanya juga di sebelah kanan. Jadi sejauh ini saran saya adalah gunakan atasan yang ada saku sebelah kanan atau gunakan arm band di lengan sebelah kanan.

 

KESIMPULAN

Jabra Step adalah satu dari sedikit pilihan bluetooth earbuds yang ada di pasaran saat ini dengan harga yang cukup bersahabat. Salah satu letak keunggulannya adalah merek Jabra itu sendiri yang sudah cukup lama ada di Indonesia. Artinya mereka cukup serius dalam memasarkan produk mereka di sini.

Karakter dan kualitas suara Jabra Step ini cukup aman bagi selera kebanyakan orang Indonesia. Untuk selera saya pribadi masih ada kekurangan di sektor clarity. Beberapa pilihan lain di pasaran saat ini bisa menghasilkan clarity yang sedikit lebih baik, tapi harganya bisa 2x lipat Jabra Step. Yikes!

Saya kembali ke tujuan awal, Jabra Step ini saya beli untuk menemani lari pagi. Konsentrasi saya saat berlari akan lebih banyak menjaga postur dan gerakan yang baik supaya ngga cedera lagi. Audio hanya untuk menemani, bukan untuk serius didengarkan. Dan dalam hal ini, Jabra Step sudah berhasil memenuhi tujuan saya dengan baik.

Semoga review ini bisa membantu Anda dalam menentukan pilihan berbelanja. Sampai ketemu di artikel berikutnya!

16 thoughts on “Review Earbuds Untuk Lari: Jabra Step

    1. Hi, Cindy! First I’m obligated to give a reminder. Both earphones are in-ear monitors, meaning to get the best sound quality you will need to push the ear tips further into your ear canals. The downside is that you will hear less (even none) of your surroundings, which is not best for your safety.

      Now to answer your question. To me, BackBeat Go 2 has the better sound quality than Jabra Step. However if you tend to sweat a lot, the ear hook on the Jabra Step will help keep the earpieces from falling off. Other advantage of the ear hook is that you can loosen the ear tips so that they will sit just outside of your ear lobes. That way you can still hear your music / podcast and also your surroundings (i.e. incoming cars, dogs, etc.)

  1. mas…kira2 kalo jabra step vs plantronics backbeat 2 bagusan mana?dari segi suara, ketahanan batere, sama buat kegiatan fitness/workout..lalu isue tentang koneksi bagaimana..saya pengguna asus…mohon pencerahan sebelum saya memutuskan membeli

    1. segi suara pasti subjektif, masing2 punya karakter beda. seingat saya, backbeat 2 lebih ngebass dibanding step.

      daya tahan batre ngga tau karena belum pernah tes batre backbeat 2. coba googling lagi aja dari review2 lain, terutama review dari orang amerika. mereka sering kali jujur kalau bikin review. bagus dibilang bagus, jelek dibilang jelek.

      untuk kegiatan fitness/workout, tergantung kecenderungan tubuh kitanya. kalau cenderung berkeringat banyak, sebaiknya jabra step karena ada ear hook. model earphone in ear begini musuhan banget sama keringat soalnya, jadi gampang sekali lepas.

      masalah koneksi sih berlaku umum untuk hampir semua earphone bluetooth. pakai asus berarti android kan? harusnya ngga ada masalah untuk kedua tipe yg ditanya.

      1. Kalo ngecharge ny berapa lama?kalo charge semalaman aman g?ada fitur pemutus arus otomatis g….sori om bnyk nanya

  2. Selamat Malam mas Gorboman, saya mau tanya mengenai kualitas suaranya, setelah saya baca artikel Anda, supaya saya semakin yakin dg si Jabra Step’nya, gmn kualitas suaranya..??, apakah bass’nya nendang / oke saat mendengarkan lg remix ataupun Hip Hop..?? dan gmn dg Treble’nya, apakah suara treblenya besar shg membuat telinga sakit ato suara treblenya pas saat mendengarkan musik Rock n Roll ataupun Metal..??, mohon infonya ya mas.

    1. Kualitas bass akan sangat tergantung pada seal di telinga. Dengan seal yang baik, bassnya semakin berasa full dan cukup nendang, tapi tidak sampai masuk kategori bass head. Trebble seingat saya aman meski karakter suara keseluruhan termasuk V-shaped. Yang pasti Jabra Step ini bukan kategori audiophile, jadi jangan berharap terlalu banyak.

  3. Gan, saya barusan beli nih Jabra tapi knp ya yang speaker kiri ga mau nyala atau saya yang ga bener pake-nya ato cacat produk yak.

    Mohon sarannya ya gan. Makasih

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s