Impresi Sepatu Lari: League Volans 2.0

League Volans 2.0 saya beli sebagai pengganti Reebok saya yang rusak. Saya suka sepatu ini karena sepertinya cukup baik dalam meredam heel strike. Tapi itu kan waktu nyoba di toko. Bagaimana rasanya saat dipakai lari beneran di jalan?


Di artikel terdahulu, saya bercerita bagaimana saya berusaha mengubah kebiasaan heel striking saya agar menjadi midfoot bahkan forefoot strike. Teorinya udah dipelajari, tapi kenyataannya susah, boss. Niatnya pingin ngga cedera, eh malah kena lutut yang kanan. Salah satu penyebabnya dari design sepatu yang ngga cocok dengan cara lari. Alhamdulillah, sepatu lama rusak, ganti sepatu yang baru. Designnya beda banget.

1 Januari 2015 pagi adalah pertama kalinya saya menjajal League Volans 2.0 (LV2) yang baru saya beli. Lokasi tes di jalanan Komplek Dago Asri, Bandung. Kondisi jalannya relatif jelek, ngga mulus, tapi ngga ancur-ancur amat. Jadi ada beberapa pot hole yang bakalan harus diloncatin dengan gerakan kaki zig-zag. Rutenya cuma bolak balik di satu jalan depan rumah tempat nginap, yang jalannya menurun cukup panjang. Artinya rute balik pasti nanjak. Waduh… Mana lutut kanan masih suka ngilu lagi. “Ah, sebodo amat. Hajar aja deh..”, pikir saya pagi itu.

Jalan turunan di Dago Asri. Gambar ini dari salah satu website jual beli rumah, tapi ini beneran jalannya. Bayangin sedikit berlubang karena musim hujan. Nah gitu deh..

Prakteknya ngga nekat hajar juga sih. Tetap pakai perkiraan. Soalnya kalau cederanya tambah parah bisa-bisa libur larinya jadi tambah panjang. So, let’s start slow. Pemanasannya dengan beberapa gerakan stretching yang fokus ke sendi lutut, terus 5 menit jalan kaki agak cepat. Pas banget 5 menitnya di ujung jalan paling bawah. Saya tambah stretching sedikit lagi sambil ngumpulin mental buat lari nanjak. Jauh, bo… Nanjaknya 600 meter lebih kali tuh. Atur nafas… Lari!

Pertama yang saya rasakan adalah, LV2 ini ternyata ngga cocok buat heel strike. Hahaha! Impact masih berasa ke lutut dan shin di bawah lutut tapi ngga parah. Bahan EVA midsolenya cukup ampuh ngeredam impact. “Oke, mumpung belum jauh, ubah gaya lari”, pikir saya.

Saya coba ubah jadi antara heel dan midfoot strike. NAH! Pas banget! Impact ngga lagi kerasa menyiksa di kaki. Lari jadi makin ringan kalau dengar suara langkah di aspal. Lalu saya mendadak terpikir, “Ngapain gue musingin postur lari ya? Udah ah, lari aja suka-suka gue”. Buru-buru saya hapus pikiran soal postur. Secara natural cara lari saya berubah jadi lebih lepas. Dan di sini saya mulai merasakan keunggulan LV2. Fun sekali! Yang ngga fun itu tanjakannya. :P

LV2 ini berasa enteng di kaki. Fitnya pas ngebungkus kaki. Bagian heel / achilles terasa solid, bagian midfoot juga udah enak buat kaki saya yang agak lebar. Bantalan EVA-nya (cushlite kalo ga salah) meredam bagian mid hingga ke heel, tapi ngga sampai ujung heel. Dari ball of foot sampai ke forefoot terasa lebih tipis. Sepatu ini jadi “memaksa” saya untuk berlari dengan stride yang lebih pendek dikombinasikan dengan full foot striking. 

Ada satu keluhan yang saya harap akan di-improve oleh League di edisi berikutnya. Keluhan ini terkait dengan bentuk kaki saya yang sedikit lebar. Setelah lari beberapa kali balikan, jempol kaki saya mulai merasa kesempitan. Yup, hanya jempolnya saja. Kayanya seperti mau menyeruak keluar dari sepatu. Saat itu saya pakai kaos kaki yang tipis.

Pelajaran dari lari nanjak: sarapan yang banyak! (app: Map My Run)

Overall saya senang dengan hasilnya. Total lari saya hari itu ngga jauh, cuma dapat 2.71 km (tapi setengahnya NANJAK). Kekhawatiran saya akan cedera bertambah parah setelah lari pagi itu tidak terbukti. Lutut kanan saya sama sekali tidak bertambah ngilu atau sakit, justru keluhannya hilang setelah lari. Buat saya hal ini di luar dugaan sebab istri sudah mewanti-wanti untuk jalan kaki saja pagi itu.

League Volans 2.0 ini jadi pembuka jalan bagi saya dalam mencari sepatu-sepatu lari lainnya. Gawat! Saya mulai kena sindrom GAS (Gear Acquiring Syndrome). “Udah.. Lari aja dulu yang bener.. Beli sepatunya nanti kalau udah biasa 5K”.

#iya

#iyainaja

5 thoughts on “Impresi Sepatu Lari: League Volans 2.0

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s