Newbie Berlari: Lari Selagi Gerimis

Sering kali olah raga kita terhambat karena cuaca ngga ngedukung. Tadi pagi aja nih, banyak yang mengurungkan niat lari dan sepedahan keluar karena gerimis. Jalanan yang biasanya agak rame sama yang olah raga, tadi pagi sih sepi bener. Paling rame cuma di lokasi warga yang ngeblokir jalan sebentaran buat dipake senam pagi.

Kalau cuaca lagi kaya begini, kekhawatiran saya cuma satu: hape ngga tahan air. Untungnya selagi kecil saya suka nonton MacGyver (plus kere juga sih), jadi langsung cari akal alias bikin life hack. Dan inilah hasilnya. :)

1. Topi
Utamanya buat melindungi kepala dari kena air hujan secara langsung. Selain itu, topi juga bisa dipakai buat ngejepit kabel earphone (untuk yang suka lari sambil pakai earphone).

2. Arm band
Arm band KW tanpa merek, yang penting bisa muat hape saya (Nexus 4). Biasa saya pakai di lengan bawah seperti jam tangan segede bagong. Tujuannya biar gampang kalau mau atur-atur app musik atau running tracker. Koneksi GPS dari hape saya juga jauh lebih bagus dan minim kesalahan dibanding ketika hape dikantongin.

3. Sepatu lari
Pakai aja yang ada. Selesai lari jangan lupa dibilas dan dibersihin pakai sikat gigi bekas biar ngga kotor-kotor amat. Setelah bilas, bagian dalamnya disumpal pakai koran bekas. Efektif buat nyerap air yang masuk ke dalam.

4. Earphone
Saya pakai yang wireless / bluetooth dan tahan kena hujan. Keuntungannya saya ngga perlu khawatir ada air mengalir masuk ke hape lewat kabel. Sekarang saya pakai earphone ini untuk ngedengar voice cue dari app running tracker. Voice cukup terdengar jelas meski ear budsnya hanya “bertengger” di rongga telinga. Setingan ini memang bocor suara, sengaja biar saya lebih aware dengan suara dari sekitar. Safety first.

5. Smartphone
Kebutuhannya untuk tracking lari via apps dan tracking fitness via Google Fit. Sebetulnya saya akan lebih memilih jam tangan untuk lari yang ada GPS-nya. Jauh lebih simple! Hapenya untuk kebutuhan komunikasi aja. Sayangnya harga jam tangan seperti itu masih mahal buat saya. Jadi saya pakai yang ada dulu, yaitu hape saya.

6. Kantong plastik
Nah yang ini cuma perlu kalau hape Anda ngga tahan air, seperti Nexus4 saya. Jadi hape akan saya bungkus dulu pakai plastik ini sebelum diselipkan ke arm band. Bagusnya hape jadi betul-betul tahan air. Jeleknya hape jadi susah digunakan karena layarnya ketutupan 2 lapis plastik (termasuk dari arm band). Selain itu, hape juga rentan salah pencet atau ngga sengaja kepencet. Contohnya tadi pagi, GPS tanpa sengaja jadi mati. Tracking lari saya di app Runtastic jadi cuma terekam setengah jalan. Asem! :(

Begitulah life hack minimalis / kere-hore dari saya. Ada plusnya, ada minusnya. Kalau Anda ingin mengikuti cara di atas, saran saya adalah set pre-run count down di tracking app lebih lama, misalnya 10 – 15 detik. Jadi Anda punya cukup waktu untuk pasang arm band dengan secure sebelum lari. Setelah itu biarkan layar terkunci dan aktifkan kembali hanya setelah Anda selesai lari. Mudah-mudahan Anda bisa dapat hasil tracking maksimal.

Apakah Anda punya life hack juga untuk situasi ini? Share dong di comment. :)

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s