Belajar 7 Hal Dari Sepatu

Istri saya bilang, “Kamu itu mungkin satu-satunya orang yang aku tau yang paling ribet dalam urusan lari“. Hmm.. Kenapa begitu ya? Menurut dia, orang-orang yang sekarang pada lari itu kalau mau lari ya tinggal pake sepatu, terus lari. Ngga perlu ribet sampai mempelajari postur, ribet milih sepatu, pakai apps macem-macem lah, dan segudang keribetan lainnya yang dia lihat di diri saya. “Mungkin karena kamu orangnya suka ngulik ya?”, lanjutnya.

Ya, mungkin itulah saya, si tukang ngulik. Tapi dalam hal berlari, awalnya saya justru main hajar bleh yang berbuntut cidera. Niatnya sehat malah jadi sakit dan agak bikin depresi. “Sudah selemah inikah badan gue?”. Bikin depresi kan? Mulai dari situ saya banyak belajar supaya ngga cidera dan bisa lebih enjoy saat berlari. Lucunya banyak hal yang saya pelajari itu berkaitan dengan sepatunya.

1. Design sepatu mempengaruhi postur berlari.
Awalnya saya ngga sadar bahwa design sebuah sepatu lari itu bisa mempengaruhi postur berlari. Kalau postur kebawa jadi ngaco, kemungkinan kita terkena cidera jadi semakin besar. Sepatu lari lama saya cocok untuk kaki yang netral, tapi design sol bagian tumitnya membuat gerakan lari cenderung jatuh di tumit (heel strike). Hasilnya, gerakan lari tidak efisien, kaki jadi cepat lelah, postur jadi tidak baik, hasilnya kena shin splints atau lutut jadi nyeri.

2. Kaki orang beda-beda.
Ada yang archnya tinggi, sedang, dan rendah/flat. Pronasinya ada yang netral, over, dan under. Lebar kaki ada yang normal (D), atau agak lebar (E), atau lebih lebar lagi (2E), atau lebar banget (4E). Wow… Banyak ya? Itulah sebabnya kalau kita browsing sepatu lari, pilihannya ada banyak banget. Jadi sepatu lari itu ngga sesimple “cuma” sepatu lari.

3. Menyaring pilihan.
Secara umum, arch tinggi akan cocok pakai sepatu lari tipe cushioned karena gerakan kaki cenderung miring ke luar. Arch sedang bisa pakai tipe neutral atau stability. Dan arch rata, yang biasanya gerakan kaki miring ke dalam, disarankan pakai tipe motion control. Dengan begini, kita akan lebih fokus untuk ngedapetin sepatu yang cocok dan ngga rentan bikin kaki kita cidera.

4. Model urusan belakangan.
Biasanya orang awam begitu masuk toko sepatu langsung cari yang designnya bagus. Ya ngga salah sih kalau nyari sepatu kasual buat jalan-jalan. Tapi kalau memang urusannya buat olah raga, fokus di fungsi , lalu kenyamanan, terakhir baru modelnya/designnya. Termasuk memilih sepatu buat dipakai lari di jalan atau di trail.

5. Coba sepatunya.
Dengan banyaknya outlet sepatu saat ini, saya rasa ngga susah untuk mencoba sepatu lari. Mulai dari ukuran yang cocok, bahan yang nyaman, hingga pergerakan kaki yang terasa paling natural untuk Anda. Jangan sungkan untuk mencoba selama mungkin, karena ketidaknyamanan sepatu lari itu bisa jadi baru terasa setelah dipakai 5 -10 menit. Ngga jadi beli juga ngga masalah, sudah resiko si penjual sepatu.

6. Jangan tergiur diskon online.
Saya ngga menyangkal bahwa sale di online shop itu sering kali ngasih angka yang fantastis. “Aduh… Murah nih. Duh… Beli ngga ya? Duh… Kapan lagi nih harga segini…” Familiar? Saya sarankan untuk menghindari beli sepatu lari di online shop kecuali Anda sudah pernah coba sepatunya. Harga murah tidak akan bisa menjustifikasi ketidaknyamanan sepatu lari yang Anda beli. Jual lagi? Pasti rugi. Minimal rugi perasaan.

7. Sepatu lari itu cocok-cocokan.
Ada beberapa website yang punya fitur saran sepatu lari berdasarkan data diri yang kita input. Ada juga website-website yang ngasih review sepatu lari, sampai ngasih predikat “Best Debut” atau “Best Update”. Jangan langsung percaya! Pastikan Anda coba dulu sepatunya supaya ngga beli kucing dalam karung. Pengalaman saya menunjukkan bahwa dari sekian banyak sepatu yang disarankan untuk saya, ternyata ngga ada yang cocok. Entah karena dipakainya kurang nyaman, pergerakan kaki berasa aneh, hingga ke masalah harga yang jauh di luar budget (Asics Nimbus 16 di Pondok Indah Mall harganya 2,5 jt. Ogah bener…)

Dari ke-7 hal di atas, garis besarnya adalah: Kenali kaki Anda dan jangan sungkan untuk mencoba. Tujuannya agar Anda bisa mendapatkan pengalaman berlari yang menyenangkan. :)

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s