Sekilas Transmisi Mobil Matic

Masih banyak orang yang bertanya hal yang sama mengenai mobil bertransmisi otomatis. Mobil matic itu boros kan? Ngga kuat nanjak kan? Kalau mogok ngga bisa didorong kan? Jawabannya, ada yang iya dan ada yang tidak. Kita bahas satu-satu ya..


MOBIL MATIC ITU BOROS. Benar atau salah?

Dibandingkan dengan mobil manual, bisa dibilang iya: matic lebih boros. Meski kadar borosnya tergantung bagaimana cara kita nginjak pedal gasnya. Di sisi lain, matic itu ngasih pengemudi kenyamanan. Tinggal gas rem gas rem kayak bom bom car. Di tanjakan ngga pusing ngatur setengah kopling. Kalo macet idung ketemu pantat bahkan bisa cuma mainin rem aja. Win some, lose some. Ya udah lah ya.. Tinggal pilih mau gimana.

Ilustrasi tanjakan jadi lebih mudah di mobil matic. (sumber foto)

“Lalu gimana caranya biar dapat paling irit di mobil matic saya?”, tanyamu pada layar. Setiap pabrikan mobil matic pasti udah ngitungin, paling optimal itu ya kalo transmisinya di posisi D. Injak gas santai aja, ngga perlu dibejek pol. Percuma. Soalnya perpindahan giginya udah diatur secara otomatis sama sistem di mobilnya. “Kalo disusul sama mobil manual gimana?”, tanyamu lagi. Gampang. Pakai teknik EGP.


MOBIL MATIC NGGA KUAT DI TANJAKAN. Benar atau salah?

“Kalau di D mobil saya suka ngga kuat nanjak”, keluhmu pada setir. Karakternya transmisi matic, dia akan menyesuaikan RPM dengan beban mesin secara otomatis. Transmisi manual sebenernya sama aja. Bedanya si driver yang harus rajin nurunin gigi sendiri biar RPMnya bisa terjaga.

Di transmisi mobil matic suka ada pilihan berupa angka 3, 2, hingga L. Setiap posisi tadi bakal membatasi RPM mobil untuk bisa dapat torsi yang pas sehingga mobil lebih kuat di tanjakan. Makin kecil angkanya, RPM yang ditahan juga semakin kecil. Silahkan dicoba praktek di tanjakan. Lepas gas bentar, turun ke 3, langsung gas lagi. Pasti terasa bedanya.

Ilustrasi turunan panjang (sumber foto)

Teknik di atas dipakai hanya ketika sudah terasa perlu banget. Kalau ga perlu mending di D aja, irit bahan bakar. Contohnya di tol Cipularang arah Bandung, ada satu segmen tanjakan yang panjang banget. Saking panjangnya kecepatan mobil-mobil pasti pada ngedrop. Kalau lagi pingin buru-buru, biasa saya pindahin transmisi Terios ke angka 2 supaya bisa jaga 80 kpj selama tanjakan. Sayangnya, cara yang sama tidak membuahkan hasil yang sama di Innova punya mertua. Jadi tergantung mobilnya juga.

Perpindahan transmisi ini juga bermanfaat saat saya butuh mengontrol kecepatan mobil di saat turunan panjang. Efeknya seperti ada engine brake. Penting banget untuk Terios yang rentan limbung. Kalau ada yang pede ngeluncur di turunan dengan kecepatan tinggi, saya doain supaya selamat sampai tujuan. Soalnya kalau sampai doi kecelakaan, malah bikin macet.


MOBIL MATIC KALAU MOGOK NGGA BISA DIDORONG. Benar atau salah?

Teknologi transmisi matic modern banyak yang sudah dilengkapi dengan Shift Lock. Bentuknya seperti tombol di area dasar persneling. Ada juga yang bentuknya lubang yang harus dicolok pakai kunci atau obeng. Apa sih fungsinya?

Shift lock ini berguna saat kita perlu memindahkan posisi persneling matic saat mobil dalam keadaan mati. Contoh kasusnya di situasi mogok atau parkir paralel. Dengan adanya Shift Lock ini, kita bisa menggeser persneling ke posisi N sehingga mobil bisa didorong.

Berguna banget kan? Makanya Shift Lock adalah salah satu hal yang pasti saya tanyakan sewaktu hunting mobil matic. :)


Semoga artikel ini bermanfaat. Ada yang kurang? Atau Anda tidak setuju? Silahkan sampaikan di comment. Kalau Anda suka, boleh dong artikelnya dishare ke FB atau Twitter.

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s