Impresi App Endomondo

Endomondo Running Cycling Walk

Selama bulan April ini, saya nyoba pakai app Endomondo untuk ngetrack lari. Teman-teman di Indo Runners banyak yang pakai app ini. Saya pun ikut nyoba meski hanya versi gratisnya aja. Hasil saya mencoba, ada sukanya dan ada ngga sukanya. Kaya gimana sih app ini?

DISCLAIMER: Saya ngga ngatlit, cuma senang ngelihat perkembangan dari usaha saya. Pertama kali pakai app semacam ini, saya senang ngelihat gambar rute larinya. Nah waktu larinya mulai lebih serius, saya malah jadi merhatiin angka jarak, waktu bergerak, pace, splits, dan sebagainya. Nyandu deh…

Endomondo ini adalah app yang sangat user friendly. Begitu nyalain app-nya, kebangetan kalau sampai ngga tau harus pencet apa untuk mulai. Tombol dan menu tersusun rapi di atas, jadi gampang dicari. Di kanan bawah, ada bentuk setengah lingkaran dengan gambar seperti peta di dalamnya. Udah ketebak dong apa fungsinya…

Kalo lihat gambar di atas, setiap bagian yang ada gambar segitiga abu-abu yang menunjuk ke kanan bawah, artinya bisa diklik. Contohnya di paling atas ada “Pace” yang ngasih lihat informasi dalam menit per kilometer. Kalau diklik, nanti muncul beragam pilihan informasi yang bisa ditampilkan di sana. Tukeran sama informasi pace maksudnya.

Untuk mulai tracking, sebelumnya pastiin dulu GPS kita sudah aktif. Nanti text status GPS di bawah kanan akan berubah jadi “Locating”. Begitu lokasi sudah terkunci, textnya akan ganti ngasih tau status sinyal GPS di hape kita. Nah, artinya udah siap nih buat ngetrack lari. Tinggal tekan tombol play besar warna hijau, terus lari deh.

Kalau pingin ngintip akurasi tracking, klik aja icon map di kanan bawah. Nanti tampilannya jadi kaya Google Maps pas lagi navigasi. Kalau sudah selesai lari, klik tombol Pause lalu klik tombol Stop di layar utama. Lalu akan muncul layar berisi informasi hasil lari kita. Buat saya, ini justru yang penting.

Yang saya suka, Endomondo ngasih tau seberapa banyak saya dehidrasi. Selebihnya sih standar aja. Paling juga ada Max Pace yang angkanya suka bikin ge-er. Kita bisa kasih catatan untuk hasil lari kita. Sayangnya banyak fitur tracking latihan yang cuma bisa dibuka kalau kita langganan versi Premiumnya.


Endomondo juga bisa dibuka di browser. Kita sebut versi web aja ya. Tampilan awalnya sih ngga menggugah selera. Bisa dibilang mirip dengan timeline Facebook. Udah gitu banyak iklannya. Ya begini kali ya nasib user gratisan.

Di sebelah kiri ada catatan Personal Best dan Overall Summary. Mungkin berguna untuk Anda, tapi saya sih ngga nangkep serunya di mana ngelihat tampilan informasi-informasi ini. Mungkin saya jadi kurang antusias karena hal-hal yang saya mau lihat ternyata harus jadi user Premium dulu.

Ya sudah lah ya, kita lanjut dulu. Menu pertama di atas, yaitu Training, di dalamnya ada beberapa sub menu. Pertama ada Workouts.

Tampilannya seperti kalender. Menurut saya tampilan ini bagus karena mudah untuk bisa lihat seberapa aktif saya di bulan ini. Secara summary, cukup informatif. Lanjut ke sub menu berikutnya yaitu History.

Dengan segala kekurangan versi gratis ini, saya suka dengan fungsi merge latihan. Contoh kasusnya, saya lari 5K, stop beli minum, ceritanya udahan larinya nih. Tiba-tiba ketemu teman dan ngajak lanjut lagi lari 5K. Nah dua sesi macam begini bisa dimerge jadi satu. Tiga sub menu terakhir hanya dibuka penuh datanya untuk member Premium aja.

Menyebalkan rasanya kalo ngelihat layar statistik di atas. Variabelnya terlalu banyak untuk bisa tarik kesimpulan perkembangan latihan saya. Buat saya statistik gratisan ini cuma bisa bilang “Selamat! Sekarang jarak tempuh Anda tambah jauh.” Sedangkan saya nyari statistik yang bisa bilang “Selamat! Sekarang performa Anda lebih baik dari sebelumnya berdasarkan [insert data here].” Sebab itu lah tujuan saya ngetrack latihan.

Tapi bukan berarti kita ngga bisa jadi pelari yang lebih baik dengan Endomondo. Soalnya Endomondo punya Challenges yang bisa dibuat oleh siapa pun, baik perorangan maupun sponsor / produk / brand. Challenges ini sangat ampuh untuk ngepush para pelari demi mengejar target tinggi. Contohnya challenge #LariKU2015 di mana partisipan saling berlomba ngejar total jarak lari sejauh 2015km di tahun 2015 ini. Keren kan?

Inilah tampilan menu Challenges. Terus terang berantakan. Di kanan ada filter berdasarkan jenis olah raganya. Lalu di bawah ini adalah contoh challenge yang saya coba ikuti. Setelahnya adalah tampilan detail dari challenge tersebut.

Secara keseluruhan saya ngga suka tampilan menu Challenge ini. Informatif sih tapi ngga cantik aja gitu.

Akhirnya sampai juga ke fitur yang paling saya suka dari Endomondo, yaitu Routes. User interface untuk ngebikin rute di Endomondo ini paling fleksibel jadi bisa meminimalisir kesalahan. Jadi seru sendiri nyoba-nyoba bikin rute 5K, 10K, atau HM di sekitaran rumah. Saya kasih 2 jempol untuk fitur ini. Good job, Endomondo!

Ngga tertarik bikin rute? Ngga masalah. Fitur ini bisa buat ngasih lihat apakah ada rute di lokasi tertentu. Misalnya kita baru pertama kali mau lari di area GBK Senayan. Dengan melihat rute di Endomondo, kita bisa punya bayangan rute larinya ke arah mana aja.


IMPRESI KESELURUHAN

Saya agak terpecah di tengah-tengah dalam menilai Endomondo ini. Sebab ada hal yang saya suka banget, tapi ada juga yang saya ngga suka banget.

Secara fungsi dasar sudah sangat cukup untuk ngetrack latihan lari. Sebab untuk kebanyakan orang, yang dicari adalah tracking jarak, waktu tempuh, pace, dan jejak di peta. Selebihnya jarang dibicarakan.

Berikut hal-hal yang saya suka/ngga suka dalam poin-poin.

Suka:

  • Appnya gampang banget digunain.
  • Route creator di websitenya paling fleksibel.
  • Informasi hidrasi di hasil lari kita. Penting!

Ngga suka:

  • Fitur lebih serius harus premium, padahal ngga ada niat jadi pelari pro.
  • Design dan layout web ngga cantik.
  • Kebanyakan iklan di webnya.

Endomondo akan saya gunakan terus sampai akhir April 2015 ini. Bulan Mei 2015 giliran kesempatan kedua untuk Nike+ Running app selama sebulan penuh. Mana yang paling oke di antara ketiganya? Tunggu artikelnya di sini.

One thought on “Impresi App Endomondo

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s