Mencoba Barefoot Running alias Nyeker

Barefoot running dipercaya oleh sebagian pelari sebagai cara berlari yang paling natural. Konon kaki kita bisa jadi lebih kuat dengan cara berlari seperti ini. Kebetulan kemarin saya sempat mencoba sebentar. Seperti apa sih?


Saya nggak niat untuk berlari barefoot. Awalnya saya cuma menjalankan training plan saja. Kebetulan hari itu jadwalnya untuk interval dan saya lakukan di stadion atletik Rawamangun. Sayangnya kaus kaki yang saya pakai ternyata mulai longgar. Setelah 6x repeat, jari-jari kaki kanan mulai terasa panas dan seperti tercubit. “Wah ini mah alamat blister kalau didiemin”, pikir saya.

Begitu selesai 8x repeat, saya menepi sebentar untuk melepas kaus kaki. Berhubung hutang latihan saya hari itu tinggal easy jog selama 10 menit, saya pikir kenapa nggak dijalani dengan barefoot saja alias nyeker. Alasan utamanya sih saya malas harus menali sepatu lagi.

Dengan asumsi bahwa barefoot running mengubah cara lari kita menjadi natural, saya coba mempelajari perubahan cara saya berlari (gait cycle) dan berbagai feedback yang saya tangkap selama berlari nyeker.

Pertama, secara alami cara saya mendarat ternyata selalu midfoot strike, dan terkadang heel strike. Saya cukup senang dengan fakta ini karena artinya PR saya hanya memperbaiki cara pendaratan supaya lebih soft.

Kedua, kaki saya betul-betul merasakan feedback dari permukaan. Efeknya saya berlari lebih hati-hati, langkah juga jadi lebih pendek dan mendarat di bawah pinggul. Di sisi lain, telapak kaki terasa nyeri di bidang yang nggak pernah terasa nyeri sebelumnya, padahal saya nggak menginjak kerikil. Tapi saya cenderung percaya nyeri ini hanya karena belum terbiasa.

Ketiga, saya mencoba teknik natural running untuk berlari lebih cepat. Ternyata saya dapat berlari dengan effort sedang di kisaran pace 6:30/km sejauh 100 meter dengan rasa capek yang lebih sedikit. Saya coba juga berlari dengan Pose Method yang juga menganjurkan barefoot dan ternyata pacenya tidak berbeda jauh.

–⊕–

Meski cuma sebentar, saya merasa kita bisa mendapatkan manfaat dari barefoot running setidaknya dalam hal melatih cara berlari yang baik. Kita bisa belajar membiasakan berlari dengan tidak over striding, yang artinya menjauhkan dari resiko cidera. Kalau kamu mau coba, saya sarankan berlari di atas rumput supaya lebih empuk ke telapak kaki. Selamat mencoba!

 

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s