Pilih-Pilih Botol Minum Untuk Berlari

Sampai hari ini, saya masih mengandalkan Nathan Quick Shot Plus untuk menemani lari di atas 5K. Tapi rasanya saya sudah harus upgrade. Pilih yang mana ya?


Pengalaman habisnya air mineral di Jakarta Marathon 2015 sebelum 16 km membuat saya merasa perlu mengantisipasi kemungkinan serupa terjadi di Bali Marathon 2016. Sayangnya botol Nathan saya hanya bisa membawa air sebanyak 8 – 10 oz atau hampir satu botol air mineral ukuran kecil. Kata kuncinya adalah “hampir”. Karena setiap saya isi dari botol air mineral kemasan kecil, airnya selalu masih tersisa. Rasanya 20 oz air atau kurang lebih sebanyak air mineral botol ukuran sedang akan lebih memadai.

Secara umum pilihan sistem hidrasi hingga 20 oz terbagi menjadi dua: botol hand held atau waist belt dengan pilihan 1 – 4 botol. Masing-masing punya kekurangan yang bisa mengganggu kenyaman berlari. Botol hand held 20 oz bisa terasa berat di tangan dan membuat tangan sulit mengayun. Sedangkan waist belt bisa membebani pinggang dan otot-otot di sekitarnya. Meski tidak ada sistem hidrasi yang sempurna, tapi kebutuhannya cukup penting bagi saya.

Dari sisi keunggulan, setiap merek punya nilai positif masing-masing yang akan saya tulis sedikit berdasarkan impresi mencoba di toko. Inilah beberapa pilihan yang menarik perhatian saya:

–⊕–

 

Hand Held

Camelbak Quick Grip Chill menggunakan botol yang berjenis insulated sehingga bisa lebih lama menjaga air tetap dingin. Bahan kainnya cukup nyaman. Sistem pengencang mudah dioperasikan, cukup erat, dan tidak terasa aneh di tangan. Ukuran botol cukup pas di tangan saya dan lingkar genggaman terasa natural.

UltrAspire Isomeric Pocket memiliki bahan kain yang terasa nyaman meski tidak bisa dibilang lembut. Bentuk botolnya tidak melingkar, tapi ada dua sisi yang rata. Saya harus sedikit mengatur posisi tangan dan botol agar genggaman tidak terasa aneh. Ada kantong elastis di bagian depan tanpa resleting.

Nathan Quick Draw Plus memiliki pegangan dengan desain, bahan, dan posisi penggunaa yang mirip dengan botol saya saat ini. Tapi Quick Draw Plus ini tidak menggunakan botol ergonomis melainkan botol silindris. Sedikit kurang nyaman, tapi mungkin masalah membiasakan diri saja. Kalau mau yang pakai botol ergonomis, pilihan yang tersedia hanya 18 oz.

–⊕–

Waist Belt

Camelbak Podium Arc 2 adalah belt dengan 2 botol @ 10 oz yang tersimpan di belakang pinggang kiri dan kanan. Ada satu kantong beresleting di bagian depan yang bisa dimanfaatkan untuk menyimpan gel, salt stick, kunci, dan hape (kalau muat). Yang menarik dari belt ini adalah sistem penjepit botol, sehingga botol tidak langsung menempel ke badan dan mengurangi transfer panas tubuh. Dengan adanya 2 botol memberi saya pilihan untuk menyimpan air biasa di satu botol dan minuman energi di botol lainnya.

Nathan Trail Mix mirip dengan Camelbak di atas. Bedanya 2 botol @ 10 oz tersimpan di dalam kerangkeng, bukan dijepit. Lalu ada 2 kantong terletak di antara kedua botol, berfungsi menyimpan berbagai kebutuhan selama lari. Kantong yang besar menggunakan resleting, sedangkan kantong luar yang lebih kecil dan elastis menggunakan velcro. Di sisi kiri dan kanan ada tali bungee yang bisa digunakan untuk mengikat kebutuhan lain.

Raidlight Fast 1000-45° didesain untuk penggunaan yang lebih berat daripada dua belt di atas. Di bagian belakang ada 1 botol ukuran 800 ml  yang bisa diakses dengan mudah dan nyaman. Di sebelah kirinya ada satu kantong besar beresleting untuk membawa kunci, hape, dan lain-lain. Di sisi kiri ada kantong untuk membawa botol kecil sekitar 200 ml. Lalu di depan ada kantong lagi yang disarankan untuk membawa gel atau makanan yang dibutuhkan selama berlari. Cukup overkill untuk sebuah belt marathon, tapi saya melihat belt ini bisa dimanfaatkan juga untuk lari trel yang di jarak pendek dan tingkat kesulitan yang ringan. Raidlight sebetulnya juga punya tipe Fast 800, tapi sayangnya saya merasa kurang nyaman saat mencoba mengambil botolnya.

–⊕–

Itulah 3 pilihan teratas saat ini untuk kategori hand held dan waist belt. Saya sendiri masih belum menentukan pilihan. Apakah Anda punya pengalaman dengan produk-produk di atas? Kalau iya, saya minta pendapatnya dong, mana pilihan terbaik untuk jarak full marathon? Silahkan tulis di comment ya. Terima kasih.

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s