Latihan Pakai Aplikasi atau Ikut Team?

mbmtraining_header_

Salah satu bucket list saya di 2016 adalah ikut Bali Marathon di kategori full marathon (FM) sejauh 42,195 km. FM adalah kategori yang sangat serius, karenanya banyak orang pasti akan mempersiapkan diri, termasuk saya.


Ada bermacam-macam cara orang berlatih untuk persiapan berlari FM. Sebagian teman-teman saya mengikuti running club seperti Nike Running Club atau klub lari lainnya yang biasa ditemui di sekitaran trek atletik. Sebagian lagi ikut training team IndoRunners Runiversity, sebuah program gratis yang menuntut komitmen penuh dari mereka yang berhasil terseleksi masuk. Ada juga yang berlatih sendiri menggunakan program yang bisa ditemui di internet. Saya sendiri berlatih dengan memanfaatkan program latihan dari aplikasi MyAsics di hape.

Lho? Bukannya sudah pernah bahas latihan pakai aplikasi? Betul! Bedanya kali ini saya berkomitmen menjalankan program latihannya sampai selesai.

Berlatih sendiri tentu punya kelebihan bisa lebih fleksibel mengikuti jadwal. Apalagi saya yang kantornya punya jadwal kerja yang nggak tentu. Kadang bisa pulang cepat, kadang bisa lembur sampai larut malam; dan semua itu tidak pernah bisa diprediksi. Kekurangannya, saya yang belum paham betul mengenai jenis-jenis latihan lari, akhirnya harus menebak-nebak apakah latihan saya sudah benar atau belum. Lalu tidak ada yang mengingatkan saya apabila form lari saya tidak benar.

Berlatih di dalam klub atau team memiliki keuntungan adanya coach/pelatih yang bisa mengingatkan kita akan latihan yang baik dan benar, sesuai dengan tahapan program, jadwal, dan mendorong kita untuk bisa selangkah lebih maju. Kekurangannya hanya satu: butuh komitmen 100%, termasuk dari disiplin kehadiran, satu ganjalan yang membuat saya tidak berani berkomitmen untuk latihan dalam klub/team saat ini.

Bagaimana dengan hasilnya? Jauh berbeda atau nggak?

Secara umum, aplikasi yang saya pakai untuk latihan lebih cenderung bersifat aerobik atau melatih endurance. Sedangkan latihan bersama klub/team punya berbagai jenis latihan yang tak hanya melatih endurance tapi juga melatih speed (anaerobik). Misalnya latihan interval, fartlek, strider, dsb. Dan berdasarkan pengalaman dan pengamatan selama latihan, saya bisa jawab: YA. Latihan dengan aplikasi bisa membantu saya meraih personal best. Namun perkembangan saya jauh lebih lambat dibandingkan teman-teman yang berlatih dalam klub/team.

with20brc

with20runi20number204

Jalur latihan mana pun yang kita pilih, saya merasa lebih senang ketika bisa berlari bersama orang lain, apalagi kalau beramai-ramai. Berlatih sendiri ataupun dalam klub/team, bukan berarti nggak bisa berlatih bareng-bareng kan? :)


Photo credit:
1) Budi Running Coaching (BRC)
2) IndoRunners Runiversity Number 4 & Reloaded (from Erick Putra’s instagram)

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s