Impresi: Jakarta Wine & Cheese Run 2016

jwcr2016_header-image

Jakarta Wine & Cheese Run (JWCR) 2016 adalah pengalaman pertama saya lari di daerah utara Jakarta. Satu kata: challenging.


Saya memutuskan untuk daftar JWCR untuk supaya nggak bosan dari rutinitas program latihan Bali Marathon. Alasan lainnya adalah tahun lalu saya memilih ikut Jakarta International 10K (JITENK) 2015 yang kebetulan diselenggarakan di hari yang sama. Tapi dari foto-fotonya tahun lalu, JWCR terlihat lebih menyenangkan.

Saat race pack collection di LaPiazza, Kelapa Gading, kebetulan saya datang kepagian dari jadwal yang sudah diinformasikan. Untungnya saya diperbolehkan mengambil race pack. Prosesnya sangat cepat, nggak sampai 5 menit race pack sudah di tangan. Isinya ada t-shirt, bib, dan susu kedelai merek VSoy ukuran 1 liter. Tasnya sendiri bisa digunakan sebagai tas belanja supaya tidak perlu bawa kantong plastik.

Di kesempatan ini saya ikut kategori jarak 5K. Ini adalah race pertama saya setelah absen lama. Saya pikir 5K adalah jarak yang cukup oke untuk pelan-pelan memulai kembali membiasakan diri dengan atmosfir dan kebiasaan di dalam sebuah race. Karena saya tidak ada target waktu, jadi bisa eksperimen dengan saran-saran yang saya dapatkan untuk menjalani sebuah race.

gorboman_jwcr2016_1

JWCR ini lumayan populer, terlihat dari ramainya peserta saat menunggu waktu start. Saya manfaatkan kesempatan ini untuk mencoba menahan pace di awal race. Saya jaga pace konstan mungkin di sekitar 7:30-an/km. Meski keong, ternyata pelan-pelan saya mulai menyusul satu per satu peserta yang ‘keburu nafsu’ di awal. Saya merasa seperti dapat pencerahan karena teringat bahwa saya dulu seperti mereka.

Di lembar informasi race yang ada di dalam race pack, disebutkan bahwa WS selama JWCR akan didistribusikan setiap 2km. “Hmm… Kenapa nggak seperti biasanya di 2.5 km ya?” pikir saya. Dan tak jauh setelah jalur 5K memutar balik, ada water station (WS) pertama. Di sini saya bereksperimen untuk skip WS ganjil dan minum di WS genap, seperti saran salah seorang teman yang memang jam terbangnya lebih tinggi.

Ternyata strategi ini salah, sodara-sodara… Baru masuk 3 km, saya merasakan serangan dehidrasi mulai merongrong. Saya melupakan faktor bahwa ini race pertama saya di utara Jakarta, yang ternyata suhunya panas meski langit agak mendung dan lembabnya udara jauh lebih pekat dari kebiasaan saya. “Pantas mereka taruh WS setiap 2km”, pikir saya. Kecepatan lari saya pun langsung drop sambil bertahan menuju WS berikutnya.

Tiba di WS kedua, saya malah pingin ketawa. Saking lamanya saya nggak ikut race, saya lupa bagaimana caranya minum sambil lari. Konyol sekali rasanya membawa gelas berisi air hingga 200 meter sambil cari akal untuk menyeruput air sedikit saja. Ujung-ujungnya terpaksa saya jalan kaki sebentar untuk minum. Namun karena sudah terlalu jauh dari WS, saya merasa nggak enak untuk buang gelasnya sembarangan. Akhirnya saya pegang sampai finish. Hahaha!

gorboman_jwcr2016_3

Alhamdulillah bisa finish meski catatan waktu alakadarnya di 35 menit 47 detik. Saya langsung cari booth air dan buah karena selain haus, saya juga merasa lapar sekali. Tak lama saya ketemu teman-teman lain untuk ngobrol ketawa ketiwi dan foto bareng sebelum pulang.

Secara keseluruhan saya suka dengan JWCR. Penyelenggaraannya cukup rapi, mulai dari race pack collection hingga hari pelaksanaan race, t-shirt yang unik, dan medali yang bagus sekali. Kondisi rute dengan suhu dan kelembaban yang aduhai menjadi tantangan tersendiri. Recommended race!

gorboman_jwcr2016_2

One thought on “Impresi: Jakarta Wine & Cheese Run 2016

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s