Impresi: Suunto Ambit3

header_ambit3

Bagi sebagian pelari, punya jam GPS itu artinya penting sekali. Tapi bagi sebagian lainnya, nggak lebih dari sekedar punya-punyaan aja, atau bahasa londonya “novelty”. Apa iya?


Adanya Kebutuhan

Sebagai pelari hore, selama awal 2016 saya merasa cukup dengan hape untuk tracking perkembangan lari. Namun seiring berkembangnya pengetahuan tentang lari, ada hal-hal yang ingin saya lakukan untuk berlatih tapi yang nggak bisa dilakuin di hape.

Sebetulnya bisa-bisa aja, tapi cenderung harus kompromi karena keterbatasan di hape itu sendiri. Atau di skenario lain, yang ada malah merepotkan harus lari sambil megangin hape. Kepraktisan inilah yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk punya jam GPS.

Mengapa pilih Suunto?

Sebelum memutuskan, saya sempatkan konsultasi dengan beberapa orang teman lari, baik pengguna Suunto maupun merek lain. Kesimpulan yang saya dapat, Suunto unggul dalam hal daya tahan batere dan keakuratan GPS. Bahkan teman yang pakai Garmin pun menganjurkan Suunto.

Karena saya belum pernah punya jam GPS, jadi merek apa pun sebetulnya akan saya terima. Berdasarkan budget yang saya sanggupi, pilihan lain saat itu ada Garmin Forerunner 230 (non heart rate di pergelangan), Tomtom Spark 3 (non musik), dan Polar M400.

Yang terakhir masuk pilihan karena saat itu penawaran harganya 50% dari normal. Hitunganya sudah murah banget untuk kemampuan yang ditawarkan dan dibandingkan harga rata-rata semua merek di pasaran.

photos_ambit3-2

Heart Rate Monitor

Masuk ke fitur yang paling saya cari setelah daya tahan batere. Suunto Ambit3 Peak ini dilengkapi dengan heart rate monitor (HRM) tipe strap alias pakai kain elastis melingkari dada. Tipe seperti ini diyakini masih lebih akurat dibanding tipe HRM optical atau yang built-in pada jam GPS.

Terlepas dari mana yang lebih akurat, saya butuh HRM untuk berlatih membangun aerobic base. Metode yang saya pilih adalah MAF ciptaan Dr. Maffetone. Ulasan mengenai metode ini akan saya tulis di artikel terpisah.

Adakah alternatif lain untuk berlatih MAF selain menggunakan jam GPS dengan HRM? Ada. Bentuknya fitness tracker dengan HRM. Bisa dicari merek Polar, Garmin, atau kalau mau sedikit stylish bisa lirik Fitbit. Jika berani gambling, ada Adidas Fit Smart band di Tokopedia. Atau cari yang jual second hand merek Mio. Dua yang terakhir saya tulis punya review bagus untuk keakuratan HRM-nya.

Tapi saya nggak mau fitness tracker, cukup fokus di lari. Sukur-sukur bisa untuk renang atau sepedahan. Saya juga nggak mau smart watch, malas harus ngecharge setiap hari. Lebih masuk akal bagi saya untuk investasi di jam GPS. Cukup satu alat  untuk keperluan HRM, GPS, dan statistik khusus berlari lainnya.


Impresi

Test pertama saya lakukan tanggal 25 Desember 2016 di Sunday Morning Training Run bersama IndoRunners di area SCBD, Jakarta. Sebetulnya kawasan ini kurang ideal untuk melihat akurasi GPS karena banyaknya gedung tinggi.

Namun saya cukup senang karena GPS berhasil ditemukan kurang dari 5 detik. Di kesempatan lain, saat Thursday Night Run di fX, saya bahkan mendapat sinyal GPS kurang dari 1 detik. Hal ini cukup penting karena teman-teman lari saya yang pakai Garmin atau Tomtom cukup mengeluhkan masalah waktu yang lama untuk mendapatkan sinyal GPS.

Tapi secanggih-canggihnya GPS saat ini, nampaknya belum bisa menembus tebalnya beton. Seperti terlihat di peta Strava saya di bawah ini, garis rutenya langsung kusut saat rute lari masuk ke underpass.

photos_ambit3-3

Dalam hal tracking heart rate, saya tidak ada keluhan. Strapnya termasuk cukup nyaman untuk aktivitas antara 30 menit sampai 1 jam. Entah kalau sudah masuk waktu panjang, misalnya 2 – 3 jam bahkan lebih. Mungkin saja bisa timbul lecet di badan saya.

Daya tahan batere sejauh ini masih baik. Ya iyalah masih baru. Saya yakin ke depannya bakal ada penurunan daya tahan selayaknya barang elektronik lainnya. Tapi untuk sementara ini, semua fitur saya minimalkan supaya bisa menghemat batere sebanyak mungkin.


Kesimpulan

 

Apakah mahal? Iya. Apakah sebanding dengan manfaat yang diperoleh? Pastinya. Bijak dan sabarlah menunggu diskon besar, biasanya menjelang hari raya atau event besar lainnya. Saya sendiri menunggu kesempatan baik ini sejak Jakmar 2015.

Kalau memang kebutuhannya sudah lebih dari sekedar cari tahu pace berapa, lari berapa kilometer, atau sekedar punya peta rute lari, boleh lah dipertimbangkan punya jam GPS. Kalau belum? Pakai hape pun sudah sangat cukup.

Iklan

Satu pemikiran pada “Impresi: Suunto Ambit3

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s