Aonijie Quick Shot Handheld

aonijie-handheld_01

Salah satu merek perlengkapan lari yang saat ini sedang booming di Indonesia yaitu Aonijie. Awalnya menyerbu dengan hydration pack dengan harga yang sangat miring untuk kelasnya. Kini ia hadir di segmen genggam / handheld. Seperti apa rasa penggunaannya?

Kesan Pertama

Pertama saya terima, ternyata ukuran baik soft flask dan kantong genggamnya cukup besar. Mungkin panjangnya hampir seukuran botol air mineral ukuran sedang. Ketika saya buka tutupnya, mulut botolnya tidak terlalu besar, kurang cocok untuk memasukkan es batu. Di dekat mulut botol, ada bagian soft flask yang agak rigid untuk memudahkan menggenggam saat buka tutup botol. Namun tidak serigid yang saya bayangkan. Tutupnya berupa bite valve yang otomatis menutup dan tidak ada mekanisme pengunci manual.

Kantong genggamnya memiliki seleting di kedua sisi. Satu untuk mengakses kompartemen botol, dan satu lagi untuk mengakses kantong untuk membawa apa pun yang bisa dimasukkan ke sana. Bahannya terlihat cukup kuat dan bagian yang bersentuhan dengan kulit terasa cukup nyaman. Ada sebagian kecil material reflektif untuk membantu visibilitas kita di malam hari.

Fungsi

Saat pertama melihat gambar Aonijie Quick Shot Handheld di internet, saya merasa kantong depannya cukup besar untuk menyimpan sebuah smartphone. Namun kenyataannya bagi saya tidak bisa. Dalam kondisi botol terisi penuh, yang mungkin dapat dimasukkan ke dalam kantong tersebut adalah kunci, dompet tipis, KTP dan uang, atau beberapa paket gel.

Pada foto di atas, saya melakukan simulasi menggunakan kotak kemasan memori komputer (RAM). Ukurannya hampir mirip dengan Xiaomi Mi4i milik saya (yang saya gunakan untuk mengambil foto-foto ini). Jika airnya sudah sisa sekitar 3/4 sampai setengahnya, baru smartphone saya bisa dimasukkan ke dalam kantong depan tersebut. Tapi kan di skenario nyatanya, pasti botol ini akan saya isi sampai penuh dong.

Saya menemukan ada 3 cara menggenggam botol handheld Aonijie ini. Dua di antaranya seperti foto di atas. Lubang jempol, mirip dengan yang ada di botol Nathan saya, akan memudahkan tangan kita untuk melakukan aktivitas sederhana, seperti menyobek kemasan gel. Sedangkan posisi yang satu lagi adalah memasukkan telunjuk ke lubang jempol dan jemari yang lain menggenggam botolnya secara natural.

Harga

Produk Quick Shot Handheld ini sebetulnya adalah kantong genggam untuk membawa botol soft flask ukuran 500 ml. Aonijie terkenal sangat murah di kelasnya, sehingga sepaket dengan soft flask saya tebus seharga IDR 209.000 (sudah termasuk ongkir). Sejauh ini, saya belum menemukan yang lebih murah dari ini.

Meski murah, kualitasnya menurut saya cukup baik. Pemilihan bahannya bagus dan seletingnya tidak terasa murahan. Finishing jahitan dan botol pun rapi. Aonijie mengakali dengan packaging yang sangat sederhana dan tidak neko-neko. Valuenya menurut saya bagus sekali.


Kesan Penggunaan

Bagi saya, ini adalah kali pertama menggunakan soft flask. Karena saya sudah biasa menggunakan botol yang rigid, maka saya perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Terutama jika saya mengencangkan ikatan ke tangan, botolnya jadi ikut menekuk ke belakang. Jujur saja hal ini aneh untuk dilihat dan dirasakan.

Keunggulan dari soft flask dibanding botol rigid adalah Anda akan terhindar dari suara goncangan air di dalam botol. Sebab bagi sebagian pelari, suara tersebut sangat mengganggu. Caranya, cukup posisikan soft flask berdiri tegak lalu hisap gelembung udaranya dari bite valve. Beres deh, tidak ada lagi suara air yang berisik.

Untuk meminum air, saya cukup menggigit pada tutupnya dan air pun akan mengalir. Flow airnya bagi saya sudah cukup untuk menyuplai jumlah air yang saya butuhkan. Pada awalnya saya tidak merasakan atau pun mencium aroma karet / plastik saat meminum, namun akhirnya muncul juga. Setelah saya bilas beberapa kali dengan air panas, aromanya berangsur menghilang.

Real Test Berlari

Saya mencoba menggunakan Aonijie Quick Shot Handheld ini untuk berlari sejauh 5 km. Selama lari, saya mencoba ketiga variasi genggaman dan memang paling terasa wajar adalah menggunakan thumb hole untuk jempol. Sayangnya strap pengikat ke punggung tangan menurut saya kurang lebar. Jadinya tidak bisa langsung nyaman saat digunakan seperti pada botol Nathan.

Secara volume, jelas 500 ml pada awalnya terasa agak berat. Apalagi saya menyelipkan senter ukuran compact di kantong depannya, maka bebannya pada saat penuh jadi lebih berat dibanding botol air mineral ukuran sedang. Rasa pegal paling saya rasakan di area bisep. Namun semakin sedikit isinya, justru feeling di tangan tidak semengganggu botol air yang rigid.

Penggunaan bite valve perlu saya apresiasi, karena saya jadi tidak perlu lagi menyedot seperti di botol Nathan atau pun berkonsentrasi menjaga asupan air seperti halnya minum dari botol air mineral. Cukup gigit dan air akan mengalir dengan sendirinya. Effort-nya sangat minimal dan tidak mengganggu konsentrasi.

Lalu bite valve ini juga membuat berbagi air minum jadi lebih mudah. Cukup posisikan botol terbalik sehingga bite valve ada di bawah, lalu tekan karet bite valve dengan 2 jari, maka air pun akan mengalir dan kita bisa berbagi air tanpa perlu merasa jijik karena harus menggigit dari ujung yang sama.

Kantong genggam Aonijie ini secara tidak langsung berfungsi sebagai insulator. Efeknya yang saya rasakan adalah air minum yang saya bawa bisa tetap terasa dingin / adem lebih lama dibandingkan menggunakan botol rigid tanpa insulator atau botol air mineral.

Kantong depannya meksi berkapasitas cukup besar, sayangnya cukup repot untuk dibuka-tutup. Saya rasa hal ini karena di area tersebut tidak ada bagian yang rigid untuk membantu menahan bentuk kantong saat saya butuh mengeluarkan atau pun memasukkan benda ke dalam kantong. Maka saran saya, sebaiknya kantong ini hanya Anda gunakan untuk menyimpan benda-benda yang tidak perlu sering diakses atau yang tidak perlu diakses secara cepat. Misalnya kunci, tanda pengenal, dan uang.


Kesimpulan

Jika Anda membutuhkan botol minum untuk lari, namun 300 ml / 10 oz terasa kurang, maka Anda bisa mempertimbangkan memilih Aonijie Quick Shot Handheld ini. Saya rasa di harga semurah ini, apa pun kekurangan yang ditemui akan bisa dimaklumi. Pastinya akan butuh waktu untuk adaptasi, tapi secara fungsi it gets the job done.

Bagaimana dengan Anda? Botol apa yang Anda pakai untuk menemani berlari? Atau apakah Anda punya pertanyaan tentang produk ini? Silakan tulis di kolom komentar, saya akan coba jawab sebaik mungkin.

Iklan

3 tanggapan untuk “Aonijie Quick Shot Handheld

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s