Eiger Torch PL-901

header_eigersenter

Pelan-pelan saya mulai mencicil melengkapi perlengkapan yang berhubungan dengan lari trel. Salah satunya adalah alat penerang alias senter. Ada 2 kebiasaan yang saya ketahui, senter kepala (headlamp) dan senter genggam. Saya mulai dengan mencoba senter genggam dari Eiger ini.

Senter untuk lari trel termasuk penting, apalagi jika hari sudah mulai gelap. Tapi karena saat ini saya masih mencoba menemukan jenis senter yang penggunaannya benar-benar pas bagi saya, maka harga menjadi kriteria utama. Jika sudah tahu jenis senter yang pas, maka saya bisa upgrade ke produk yang lebih serius di kemudian hari.

Setelah mencari langsung ke beberapa toko, pilihan saya jatuh ke senter Eiger Torch PL-901. Alasan saya memilih senter ini adalah ukurannya yang pas di genggaman tangan dan harga yang terjangkau. Klaim si mbak yang jaga toko sih, senter ini sudah water resistant. Senter ini juga bisa dioperasikan dalam 3 mode: sangat terang, agak dim, dan berkelip (mungkin untuk kondisi emergency).

Saat digunakan berlari, ternyata kebiasaan gerakan saya membuat arah senter ini bergoyang ke sana-sini. Jika tangan saya stabilkan, saya merasa gerakan lari saya menjadi awkward. Lalu meski ukurannya pas di genggaman, ternyata bobotnya cukup berat dan membuat tangan saya cepat pegal. Sayangnya saat itu saya tidak ada senter genggam lain yang lebih ringan untuk pembanding.

Saya merasa sepertinya senter Eiger Torch PL-901 ini lebih cocok untuk penggunaan yang lebih santai seperti hiking atau senter untuk keperluan di kendaraan atau di rumah.

img_eigersenter_01

Saya suka:

  1. Pakai batere tipe AAA yang umum dijual dan mudah mengganti baterenya.
  2. Pas di genggaman tangan dan distribusi beban merata.
  3. Ada strap untuk ke pergelangan.
  4. Pengoperasian mudah. Tekan setengah saat menyala untuk mengganti mode.
  5. Materi dari metal, sepertinya cukup kokoh.
  6. Lampunya sekilas seperti bukan bohlam. Mungkin LED.

Saya nggak suka:

  1. Berat. Karena material logamnya cukup tebal.
  2. Strap tidak ada pengencang, jadi sangat longgar di pergelangan.
  3. Tidak ada keterangan spesifikasi, terutama tingkat lumens-nya.
  4. Mode full terasa terlalu terang, sedangkan mode dim terasa kurang terang.
  5. Butuh 3 batere. Kenapa nggak 2 saja?

–⊕–

Apakah Anda juga punya senter yang digunakan untuk berlari? Merek dan tipe apa yang Anda pakai? Share di komentar ya.

Iklan

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s