Aonijie Calf Compression

header_aonijiecompression

Salah satu jenis compression yang belum pernah saya coba adalah calf compression. Saya lihat banyak pelari yang menggunakannya, mulai dari pelari amatir hingga pelari elite seperti Meb Keflezighi dan Sage Canaday. Seperti apa rasanya?

DISCLAIMER: Aonijie Calf Compression ini dikirimkan ke saya oleh Aonijie Indonesia untuk saya coba dan beri ulasan. Meski begitu, saya berkomitmen untuk tetap membuat ulasan yang jujur dan semua opini di artikel ini adalah dari pengalaman saya pribadi.

–⊕–

Klaim Dari Aonijie

Di websitenya Aonijie disebutkan: “The compression leg brace running leg riding off-road sport for men and women basketball calf support sleeve protectors Leggings To accelerate the decomposition of lactic acid can promote blood circu(lation)”. Bahasa Inggris di websitenya agak rancu, mungkin hasil terjemahan otomatis. Tapi yang saya highlight itu kurang lebih intinya lah. Secara kasar calf compression ini diklaim dapat mengurangi nyeri-nyeri yang suka terasa di area tulang kering dan betis akibat dari asam laktat.

Sedangkan di halaman toped Aonijie Indonesia, deskripsinya sebagai berikut:
+ Graduated compression for improved recovery
+ Protect calf muscles
+ Wicks moisture
compression dengan 28.5mmHg dan gradually ke 23.5mmHg dan ke 20.8mmHg
baik digunakan disaat latihan, race dan recovery

Saya akan menguji keabsahan klaim tersebut di satu sesi lari hilly di tengah minggu dan satu sesi lari biasa atau mungkin long run, saya belum memutuskan. Lalu saya akan membandingkan by feel dengan produk-produk compression lain yang pernah saya pakai.


Kesan Pertama

Aonijie Calf Compression ini memiliki bahan seperti kaos polyester yang sering kita lihat digunakan untuk kaos kaki. Secara feel di tangan, mirip dengan compression socks Compressport dan Yamatune. Warna yang dikirimkan ke saya adalah tosca, cukup ngejreng tapi saya sih nggak masalah.

Compression ini dihias dengan motif yang terlihat seperti dibordir ke kainnya. Entah ada fungsi khusus dari motifnya atau tidak. Di bagian atas ada tulisan Aonijie. Lalu di sisi dalamnya tertera ukuran dari compression ini. Saya pakai ukuran L karena betis saya besar (43 – 44 cm di lingkar terbesarnya; siapa tahu ada yang mau kirim calf compression lagi untuk saya :P ).

Melihat ukurannya, awalnya saya ragu bahwa compression ini bisa berfungsi dengan baik. Begitu saya coba pakai, barulah terasa meyakinkan bahwa yang saya pakai ini benar-benar compression. Sedikit panjang untuk ukuran tungkai bawah saya, tapi bukan masalah yang signifikan.


Kesan Saat Digunakan

Ketat! Ya memang nggak seketat Compressport atau Yamatune. Cukup ketat tapi tetap nyaman, nggak terlalu mencengkeram otot. Meski begitu, nyeri-nyeri sisa peak long run di akhir pekan yang lalu bisa lebih cepat hilang dari sebelumnya.

img_aonijiecompression_04

Aonijie Calf Compression ini sedikit agak panjang di kaki saya. Mungkin karena ukuran L ini didesign untuk orang yang lebih tinggi daripada saya. Maka untuk menyesuaikan posisinya saya geser sedikit-sedikit dengan mengurut-urut pakai telapak tangan. Saya masih harus belajar cara pakainya yang benar nih.

Untuk Latihan Hilly

Besoknya, Aonijie Calf Compression ini saya gunakan untuk berlatih lari hilly selama 70 – 80 menit. Di saat jog pemanasan, rasanya nggak nyaman. Butuh waktu sekitar 15 menit bagi saya untuk beradaptasi. Tapi bisa jadi terasa seperti itu karena saya baru pertama kali pakai compression betis untuk lari.

Awalnya betis saya terasa tegang, tapi tegangnya beda dari biasanya. Tanpa calf compression, biasanya betis saya nggak hanya terasa tegang tapi juga terasa bengkak. Dengan Aonijie Calf Compression ini, sama sekali tidak terasa bengkak.

img_aonijiecompression_05

Tak sampai 5 menit memasuki latihan hilly, saya sudah bisa beradaptasi penuh dengan compression ini. Dan setelah sesi latihan selesai, rasa nyut-nyutan yang biasanya tersisa di kaki terasa sangat ringan dan cepat hilang. Sampai di rumah pun saya merasa kedua kaki saya lebih fresh dibanding biasanya. Efek ngantuknya sih tetap terasa sekali. Hehehe…

Untuk Medium to Fast Jog

Berhubung ada urusan yang harus saya prioritaskan di akhir pekan yang lalu, maka saya batalkan pengetesan untuk long run di CFD Sudirman. Sebagai gantinya, saya mencoba menggunakan Aonijie Calf Compression ini untuk sesi lari yang saya push sedikit lebih cepat dari biasanya.

img_aonijiecompression_06

Di 3 km pertama, saya merasakan compression ini sudah mulai menyesuaikan dengan kaki saya. Tidak ada lagi rasa nggak nyaman yang sebelumnya saya rasakan. Namun masuk ke kilometer 4, kaki kiri saya mulai terasa kesemutan. Awalnya terasa di area pergelangan kaki dan lama-lama mulai ke seluruh kaki kiri saya (area foot, bukan leg).

Saya putuskan untuk berhenti sejenak dan mengatur ulang compression yang di kaki kiri. Ternyata benar, kesemutan ini berasal dari compression yang terlalu ketat. Nah, di sini saya merasa aneh. Terakhir digunakan untuk hilly run, saya tidak merasakan adanya masalah ini. Sesi lari saya coba lanjutkan. Namun baru 1 km berlalu, kesemutannya mulai terasa lagi, tapi tidak separah sebelumnya.

Penasaran, saya berhenti dan coba atur lagi posisi compression ini. Akhirnya saya berhasil mendapatkan posisi yang cukup nyaman. Ring karet bawah sebelumnya bertumpuk dengan kaos kaki Drymax Trail, saya tarik ke atas sedikit supaya tidak bertumpuk. Supaya tidak berkerut di tengah, ring karet bagian atas juga saya tarik lagi hingga posisi ujungnya bersentuhan dengan engsel lutut bawah. Sip! Bye-bye kesemutan!

img_aonijiecompression_07

Saya coba perhatikan foto-foto dari kedua sesi, ternyata memang ada yang beda, yaitu di kaos kaki yang saya gunakan. Saat hilly run, saya pakai Injinji No Show yang posisinya di bawah mata kaki. Jadinya tidak ada karet yang bertumpuk di pergelangan kaki. Karena itulah saya nggak merasa kesemutan. Problem solved!

Kesan Setelah Penggunaan

Hal pertama yang saya perhatikan setelah melepas compression ini adalah betapa terjaganya bentuk otot betis saya. Perbedaannya cukup terlihat kalau saya bandingkan dengan efek compression pants Atlan atau saat dulu saya masih pakai kaos kaki compression trel dari Compressport.

Saya senang karena efek recovery-nya berhasil saya dapatkan. Pegal-pegal sisa peak long run (sebelum saya menerima compression ini) jadi lebih cepat pulih. Lalu efek pegal-pegal setelah lari terasa minim sekali. Saya rasa Aoniji Calf Compression cocok juga untuk recovery setelah race.

Ketiga, area betis dan tulang kering saya tidak ada sisa keringat sama sekali. Tanpa Aonijie Calf Compression ini, biasanya area tersebut termasuk basah dengan keringat dan banyak butiran garamnya. Saya cek di bagian dalam compression ternyata tidak ada butiran garam.

img_aonijiecompression_08

–⊕–

Kesimpulan

Dari hasil pengetesan saya, Aoniji Calf Compression ini berfungsi sesuai apa yang menjadi klaimnya. Mulai dari improved recovery, moisture wicking, dan menjaga otot betis, semuanya terbukti di pengetesan saya.

Di harga yang terjangkau dibanding produk sejenis dari merek-merek lain, saya rasa Aonijie ini layak dipertimbangkan. Terlebih manfaat utamanya, yaitu mempercepat recovery setelah lari, sudah terbukti efektif dan bukan placebo, apalagi sekedar gimmick pemasaran.


Apakah Anda menggunakan calf compression juga? Merek apa dan bagaimana efeknya? Ceritakan di kolom komentar.

Iklan

2 tanggapan untuk “Aonijie Calf Compression

  1. Punya Calf Compression pertama yaitu merek 2XU dipakai sejak 2014 , lumayan membantu untuk recovery sehabis longrun , setelah dipakai 3 tahun karetnya sudah kendor dan sedikit berlubang tapi masih enak dipakai. Yang kedua merek Zamst , beli di Jepang bulan lalu (padahal nyari 2xu / compressport tapi tidak ketemu ) harga lebih murah dibanding brand 2XU (300rb) , bahannya lebih enak dibanding 2XU (dryfit) nyaman dipakai baik untuk lari maupun recovery.

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s