Trek Atletik: Pakai Jalur Mana?

Seperti halnya kendaraan di jalan raya, berlari di stadion atletik juga ada etikanya. Di luar skenario perlombaan, setiap jalur itu ada peruntukannya. Supaya mudah, saya coba gunakan analogi jalan raya.

Awalnya…

Sudah sering terjadi pelari kencang menabrak pelari rekreasional di jalur terdalam. Lalu terjadilah saling tuding, saling ejek, saling memaki. Sebetulnya siapa yang benar dan siaa yang salah?

Untuk menjawab hal itu perlu dipahami dulu beberapa hal yang memang sewajarnya terjadi di track lari atletik.

Jalur terdalam berjarak 400 meter untuk 1 putaran. Jarak ini dibutuhkan oleh para pelari yang berlatih kecepatan (speed work). Menu latihan mereka biasanya dalam kelipatan jarak 100 m, 200 m, dan 400 m. Dengan menggunakan jalur dalam, mereka bisa konsentrasi pada effort yang harus dikeluarkan tanpa perlu melihat alat bantu jarak, seperti smartphone atau jam lari ber-GPS. Maka kita asumsikan 2 jalur terdalam sebagai jalur cepat, persis seperti jalur kendaraan di jalan raya / tol.

Berdasarkan pemahaman di atas, tentunya tidak baik jika kita yang larinya lebih pelan untuk memaksakan diri berada di jalur cepat tersebut. Situasinya jadi mirip motor yang jalannya pelan banget tapi tidak mau jalan di pinggir.

Melalui tulisan ini, saya mengajak Anda semua untuk mau berbagi jalur di stadion atletik sesuai porsinya. Gambar di bawah ini bisa lebih menjelaskan yang saya maksud.

Tapi jalur terdalam kan paling pendek, jadi lebih cepat selesai…

Sebuah pemikiran yang wajar. TAPI… coba kita pikirkan sejenak.

Faktanya, lingkar terluar di jalur 8 itu jaraknya hanya 453 meter. Artinya hanya lebih jauh setengah dari jarak trek yang lurus dibanding jarak jalur 1. Jalan-jalan di mall atau ITC masih lebih jauh jaraknya dari itu, tapi kenapa kita tidak mengeluh?

“Paling cepat selesai” juga adalah argumen yang sangat lemah. Kenapa? Karena mau pakai jalur yang terluar pun 1 kilometer tetaplah akan ditempuh dalam waktu sesuai kemampuan kita.

Para pelari jarak ultra marathon malah menyukai jalur terluar. Kenapa? Sebab mereka bisa menyelesaikan jarak latihan yang jauh lebih cepat di jalur terluar.

Kesimpulannya

Janganlah menjadi orang yang menyebalkan dengan berlari pelan atau berjalan kaki (apalagi sambil pacaran) di jalur cepat. Dengan seperti itu artinya Anda mengganggu orang yang membutuhkan jalur- jalur tersebut. Padahal Anda sendiri pun tidak suka diganggu, apa pun situasinya.


Sekilas gambar di atas.
Saya yang mendesain gambar tersebut. Inspirasinya dari papan himbauan serupa yang (katanya) ada di Bandung. Saya share pertama kali ke teman-teman IndoRunners untuk dijadikan materi himbauan. Saya punya versi PDF-nya untuk dicetak jadi spanduk / poster / baliho.

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.