Tahura Trail Running Race 2018

Program latihan sudah selesai, racenya sudah lewat, dan akhirnya saya cerita juga pengalaman Tahura Trail Running Race 2018. Begini ceritanya.

Tora Tora Tahura

Untuk persiapan menuju trail race pertama, saya mengikuti program Tora Tora Tahura dari Indorunners Runiversity Trail Blazers untuk persiapan Tahura 2018. Bagi pemula seperti saya, program ini berat terlebih karena kami berlatih malam hari setelah jam kerja. Jujur saja, badan saya kaget, ditambah kurang istirahat dan akhirnya mengalami cedera ITBS.

Saya sudah tahu akan resiko tersebut dan menyanggupi di awal wawancara masuk program. Saya juga sudah siap untuk mengubah ekspektasi, di mana semula saya berharap bisa finish 3 jam di kelas Half Course. Namun pemulihan cedera yang lambat membuat saya sangat bersyukur jika bisa finish 4 jam.

Race Gear

Saya mempersiapkan perlengkapan lari menyesuaikan mandatory kit dari panitia. Menurut sebagian orang, persiapan saya agak overkill. Gear list saya saat Tahura 2018 adalah:

  • Running vest Salomon Adv 5 Set.
  • Aonijie soft flask 500 ml x 2 botol.
  • Smartphone, dompet, kacamata hitam.
  • Windbreaker dan jas hujan sekali pakai.
  • Buff EJR, paling nyaman yang saya punya.
  • P3K kecil dan emergency blanket.
  • Krim dan minyak gosok khusus untuk penanganan ITBS.
  • Extra tech shirt, buff Runi trail Blazers, dan kaos kaki jika emergency harus ganti.
  • Kurma 6 butir dan 1 pouch susu kental manis cokelat Frissian Flag.
  • Jersey race Runi TB dari Trijée, celana Kalenji, kaos kaki Drymax, dan sepatu adidas Kanadia TR8.1.

Saat itu saya masih ragu untuk bawa trekking pole atau tidak. Saya pikir, jika paginya hujan, maka saya akan bawa. Ternyata pagi harinya gerimis tipis. Tapi last minute saya putuskan untuk ditinggal di penginapan karena khawatir menambah beban.

Starting Line

Suasana di starting line sedikit lebih heboh dibanding pengalaman saya di KRB 200. Mungkin karena jaraknya bukan ultra. Tapi berapa pun jaraknya, sebisa mungkin tuntaskan dahulu urusan toilet.

Meski kami sudah pemanasan bersama grup masing-masing, tapi suguhan pemanasan SKJ ’88 dari panitia cukup menghibur. Seperti tanpa komando, kami semua otomatis memulai gerakan senam bersama-sama. Bagi saya, pengalaman ini ada rasa nostalgianya.

Sekitar jam 7 AM lewat beberapa menit, lomba kategori half course dimulai.

Badai dan Lumpur

Tahura 2018 tidak seperti yang diceritakan para veteran. Kami disambut hujan, angin kencang, kabut tebal, dan jalur single track berlumpur licin. Seringkali kami harus jatuh dan tergelincir saat menjalani lomba. Saya sangat menyesali keputusan tidak membawa trekking pole. They would have helped me a lot!

Saya mulai diserang sindrom ITB sejak kilometer 3. Sepertinya karena di tanjakan panjang di awal, saya terlalu memaksakan diri untuk power hike sambil menyusul peserta-peserta yang berlari lambat. Power hike “beast mode” ini terinspirasi video uphill attack dari Luis Alberto Hernando yang saya tonton di YouTube. Bedanya, dia pakai trekking pole, saya nggak. Dia sangat terlatih, saya nggak. 😂

Dua hal yang saya catat yang membuat saya tidak bisa menikmati race Tahura 2018.

Pertama tentunya ITBS. Saya jadi tidak bisa berlari di segmen yang seharusnya bisa saya larikan. Kalau pun bisa dilarikan, hanya sanggup 500 meter sebelum paha terasa nyeri. Saya ingat di kilometer 8 saat paha saya terasa sangat nyeri sampai saya berteriak kesakitan.

Kedua adalah pemilihan sepatu. Memang adidas Kanadia TR8.1 yang saya gunakan punya grip yang relatif baik untuk di jalur tanah, aspal, dan beton. Namun begitu bertemu jalur downhill bebatuan, kaki rasanya sakit sekali. Mungkin untuk kondisi rute mixed di Indonesia, sepatu dengan cushioning bisa jauh lebih membantu.

Penilaian Pribadi

Tahura Trail Race 2018 bagi saya memiliki rute half course yang cukup seru dan menantang. Meski saya finish jauh dari target (4 jam dari coach, 04:32:xx chip time), tapi tidak mengurangi ekspektasi saya akan sebuah trail race yang menyenangkan. Dengan persiapan yang lebih baik, tentu saya bisa lebih menikmati Tahura Trail Race ini.

Selamat kepada para pemenang, kepada teman-teman Tora Tora Tahura yang berhasil mencapai target, dan kepada seluruh peserta yang meraih PB. You guys deserve it!

Special thanks to:

  1. IBA untuk event Tahura 2018.
  2. IndoRunners Runiversity untuk program Trail Blazers “Tora Tora Tahura”.
  3. Coach Fandhi Achmad dari Fandhi Achmad School of Trail (FAST) atas bimbingan dalam waktu yang singkat ini. Saya belajar banyak dan improve dari sebelumnya.
  4. DeBrads sebagai salah satu sponsor program latihan ini.
  5. Teman-teman satu team dan crew Tora Tora Tahura: Capt. Eja, Betsy, Karin, Nia, Oline, Sabitha, Ari, Dewe, Farandi, Felix, Rangga, Ridhan, Rye, Sufi, Sulham, Adit, Badu, Boi, dan Gunung. You guys rock!! (Sorry if I missed anyone, just DM me on FB or IG).
  6. Last but not least, teman-teman fotografer yang sudah mengabadikan moment tahura 2018 ini: Bugaraga, Ourstori.es, Ayomotred, Rungrapher @fathurma, dan beberapa foto dari Rishi (teman lari di IndoRunners). Kalau ada yang lupa saya sebutkan, please DM di iG saya @gorboman.

3 tanggapan untuk “Tahura Trail Running Race 2018

  1. mas mau tanya, saya mau coba ikut running, kalo untuk pemula latihannya gimana secara saya jarang bgt olahraga, sekali olahraga pasti badan langsung pada sakit trus langsung berenti, minta masukannya plis

    1. badan sakit itu karena belum biasa dan semua olahraga itu harus membiasakan diri. untuk lari, mulai pelan2 aja dengan effort yang nyaman. silakan pakai bantuan aplikasi couch to 5K. cari dengan keyword “C25K”, app ini sangat membantu untuk pemula.

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.