Practice Makes Perfect: Parkir Paralel (UPDATE)

Banyak yang pingin tau cara parkir paralel, tapi bingung kalau cuma dijelasin pakai kata-kata. Kali ini, artikelnya sudah pakai gambar. Penjelasannya sih masih bahasa Inggris, tapi ya sudah lah ya. Semoga bermanfaat!

Lanjutkan membaca “Practice Makes Perfect: Parkir Paralel (UPDATE)”

Iklan

4 Pertimbangan Finansial Untuk Pembeli Mobil Pemula

Ilustrasi nyoba mobil baru. (sumber foto: detik.com)

Siapa yang ngga senang bisa punya mobil? Apalagi kalau hitungannya sudah butuh punya mobil, bisa dibela-belain meski bayarnya nyicil. Nah, ngomong-ngomong soal nyicil, pasti butuh berhitung yang cermat sebelum bikin deal dengan si sales mobil. Poin-poin di bawah ini bakal membantu khususnya bagi Anda yang baru pertama kali membeli mobil. Apa aja sih poin-poinnya?

Lanjutkan membaca “4 Pertimbangan Finansial Untuk Pembeli Mobil Pemula”

Akhirnya: Mobil

Dari dulu saya ngga pernah tertarik punya mobil. Saya mikirnya sederhana aja, ke mana-mana masih bisa naik motor, taxi, kereta, atau bus. Tapi begitu berkeluarga (baca: punya anak), kebutuhan punya mobil pun makin terasa. Konteksnya “need”, bukan “want”.

Alhamdulillah jalannya terbuka karena ada yang mau jadi sponsor untuk hang DP. Kalau dari tabungan pribadi sih terus terang masih jauh. Untuk bayar DP mobil LCGC aja bakal maksa banget. Jadilah saya hunting kandidat mobil yang bisa dipinang.

Lanjutkan membaca “Akhirnya: Mobil”

50cc vs 100cc

Beberapa waktu yg lalu gw baca2 berbagai website luar tentang scooter Ruckus / Zoomer keluaran Honda. Di salah satu forum di antara web2 itu, ada perdebatan sengit antara mana yg terbaik: Ruckus / Zoomer atau C3 keluaran Yamaha. Wah, ternyata ga di sini doang ya yg pada fanatik merek. Di luar negeri juga sama aja kampungannya. :P

Yang menarik bagi gw dari perdebatan itu bukan soal brandnya, tapi lebih kepada kenapa di luar (negara barat dan yg kebarat2an) hampir ga ada scooter 100cc? Rata2 adanya 50cc, terus loncat ke 125cc, 150cc, dst.

Setelah gw baca2 sekian banyak testimonial, bisa gw ambil kesimpulan bahwa scooter 50cc (merek apa pun) dalam kondisi bawaan pabrik udah bisa lari 45 mph atau sekitar 72 kpj. Di sini, buat ukuran pelaju dalam kota, kayaknya udah cukup tuh. Tinggal tweak dikit sana sini tanpa bore up udah bisa dapat 80+ kpj. Hampir sama dengan rata2 kecepatan pengendara motor 100an cc di dalam kota.

Jadi bisa dibilang, dengan 50cc kecepatan bisa ‘dihambat’. Minusnya mungkin jadi nggak bisa ngebut. Tapi sisi plusnya adalah pengendara scooter jadi lebih safe di jalan. Sisi lain yg patut dipertimbangkan adalah 50cc akan lebih irit. Tapi… rata2 50cc itu adalah single seater alias ga support boncenger. Yg designnya support boncenger itu 125cc ke atas.

Nah, untuk dipake sendiri di dalam kota, gw rasa 50cc cukup buat di Jakarta aja sih.