Setelah 100 km: Kalenji Run One Plus

Kadang kala, ulasan mengenai suatu produk akan berubah setelah kita menggunakan produk tersebut untuk jangka waktu yang lama. Karena itu lah saya memutuskan untuk menuliskan kembali ulasan Kalenji Run One Plus setelah penggunaan 100+ km.

Lanjutkan membaca “Setelah 100 km: Kalenji Run One Plus”

Iklan

Window Shopping ke Reebok Store MKG

Masih belum bisa move on dari Reebok. Mau bahas dikit impresi di toko tadi.

Yang atas, Reebok Harmony Road. Dapet predikat Best Debut dari Runners World. Entengnya di luar dugaan. Cushioned banget di heel dan responsive di forefoot & midfoot. Solnya cukup fleksibel. Harganya tapi lumayan juga 1.699K.

Yang bawah, Reebok Cushion 3.0. Pas banget buat gw yang berkaki agak lebar. Sepatu ini juga enteng. Heel to toe drop di kaki rasanya sih lebih flat, tapi entah angka spec-nya berapa. Harga lebih murah daripada yang atas. Buat sepatu yang namanya “Cushion”, gw merasa sepatu ini lebih responsif alias ngga secushioned namanya. Untungnya solnya agak lebar, jadi lumayan ada sedikit rasa stability pas ngejejak.

Celananya Reebok juga oke menurut gw. Bahannya lembut. Bagian dalamnya ada semacam celana stretch. Harga rada mahal sih, 500K.

Sekian impresi dari toko.

View on Path

Impresi Sepatu Lari: adidas Energy Boost 2 Techfit

adidas Energy Boost 2 Techfit – Earth Green color

Akhir tahun lalu adalah pertama kalinya saya mengenal teknologi Boost di sepatu lari adidas. Berawal dari sebuah artikel tentang bagaimana seorang heel striker (Dennis Kimetto) memecahkan rekor runia lari marathon di Jerman pada 28 September 2014. Setelahnya saya beruntung bisa nyoba sepatu yang dipakai oleh Kimetto, yaitu adidas Adios Boost 2. Singkat cerita, saya jatuh cinta pada sepatu itu.

Hal ini juga yang bikin saya jadi ngefans sama teknologi Boost. Meski akhirnya saya ngerasa ngga semua sepatu Boost itu nyaman dipakai. Salah satu yang nyaman buat saya adalah adidas Energy Boost 2 (EB2) ini, dan setelah saya pakai lari beberapa kali, inilah impresi saya.

Lanjutkan membaca “Impresi Sepatu Lari: adidas Energy Boost 2 Techfit”

Newbie Berlari: Sepatu Lari Untuk Kaki Lebar

Punya kaki lebar itu cukup bikin repot ketika nyari sepatu lari. Oke, kaki saya ngga lebar-lebar amat, tapi lebarnya ngga umum. Waktu kaki saya diukur pakai alat di toko sepatu, panjangnya masuk antara nomor 9 – 10. Alat ini ada pengukur lebar kakinya juga, dan kaki normal itu lebarnya di ukuran D. Kaki saya? Antara E sampai 2E. Hiks..

Lanjutkan membaca “Newbie Berlari: Sepatu Lari Untuk Kaki Lebar”

Belajar 7 Hal Dari Sepatu

Istri saya bilang, “Kamu itu mungkin satu-satunya orang yang aku tau yang paling ribet dalam urusan lari“. Hmm.. Kenapa begitu ya? Menurut dia, orang-orang yang sekarang pada lari itu kalau mau lari ya tinggal pake sepatu, terus lari. Ngga perlu ribet sampai mempelajari postur, ribet milih sepatu, pakai apps macem-macem lah, dan segudang keribetan lainnya yang dia lihat di diri saya. “Mungkin karena kamu orangnya suka ngulik ya?”, lanjutnya.

Ya, mungkin itulah saya, si tukang ngulik. Tapi dalam hal berlari, awalnya saya justru main hajar bleh yang berbuntut cidera. Niatnya sehat malah jadi sakit dan agak bikin depresi. “Sudah selemah inikah badan gue?”. Bikin depresi kan? Mulai dari situ saya banyak belajar supaya ngga cidera dan bisa lebih enjoy saat berlari. Lucunya banyak hal yang saya pelajari itu berkaitan dengan sepatunya.

Lanjutkan membaca “Belajar 7 Hal Dari Sepatu”

1 Bulan Kemudian: League Volans 2.0

Satu bulan sudah saya miliki sepatu League Volans 2.0 ini. Impresi awalnya termasuk sangat baik untuk sebuah brand lokal dengan harga yang terjangkau. Kini setelah saya berlari dengan sepatu ini kurang lebih 20 – 25 km, saya bisa kasih ulasan yang sedikit lebih mendalam. Ada hal-hal yang saya suka, ada juga yang saya ngga suka. Apa saja kah?

Lanjutkan membaca “1 Bulan Kemudian: League Volans 2.0”

Newbie Berlari: Ganti Sepatu

image Saya termasuk pelari pemula yang concern dengan postur saya saat berlari demi mencegah cidera. Tapi yang terjadi justru saya malah terlalu fokus ke form daripada larinya sendiri. Jadinya ya cidera lagi di lutut kanan.

Hasil penelusuran saya di internet, penyebab cidera juga bisa dari sepatunya. Kali ini sepatu Reebok saya pun terpaksa pensiun. Wah, pas banget nih momennya. Jadi, ganti sepatu apa? Lanjutkan membaca “Newbie Berlari: Ganti Sepatu”