Sedih. adidas MiCoach tutup.

header_ripadimicoach

Kabar duka di awal minggu ini. Saya dikasih tau pertama kali sama teman lari via Whatsapp. Rasanya kaget campur sedih, karena saya suka app Train & Run dari adidas. Menurut saya, app Train & Run adalah aplikasi terbaik untuk mereka yang butuh program latihan tapi tidak/belum siap berinvestasi menggunakan jasa seorang coach. Lalu bagaimana nasib penggunanya?

Lanjutkan membaca “Sedih. adidas MiCoach tutup.”

Iklan

Impresi App Strava

Strava Running and Cycling GPS

Awal saya nyoba menekuni olah raga lari, saya pakai app di hape dengan maksud biar kekinian aja kaya orang-orang. Haha! Saya sempat nyoba banyak apps untuk tracking hasil lari berdasarkan rekomendasi di internet dan hasil nyari di Play Store. Lama-lama kesaring dengan sendirinya, banyak apps yang gugur. Salah satu yang bertahan adalah Strava. Kaya apa sih appnya?

Lanjutkan membaca “Impresi App Strava”

“Gue ngga pernah lari. Kalo mau mulai dari mana?”

Embed from Getty Images

Pemikiran kaya judul di atas biasanya bikin kita ngga mulai-mulai berlari. Ada rasa takut untuk memulai sesuatu yang “baru”. Setidaknya baru bagi kebiasaan kita akhir-akhir ini. Tenang aja.. Pemikiran kaya begini wajar kok. Positifnya, di jaman serba canggih kaya sekarang ini kita bisa dapat bantuan yang (hampir) gratis. Gimana caranya?

Lanjutkan membaca ““Gue ngga pernah lari. Kalo mau mulai dari mana?””

Cara Mengatasi Chrome Crash di Android L

Crash. Biang bete. (sumber foto)

Senang rasanya saat tahu Nexus 4 bakal kebagian update Android L. Ngga sabar rasanya untuk tahu apa saja yang baru di update ini. Ternyata buat saya yang gemar browsing, Android L malah bawa masalah. Saya ngga lagi bisa buka banyak tab di Chrome tanpa browsernya jadi crash! Yuk kenali masalahnya dan cara mengatasinya.

Lanjutkan membaca “Cara Mengatasi Chrome Crash di Android L”

Everyday Looper untuk iOS

Everyday Looper adalah salah satu alasan kenapa saya kepingin punya iPhone. App ini menyulap iPhone, iPod Touch atau iPad menjadi sebuah portable looping machine. Jika Anda seseorang yang suka iseng melakukan beatboxing di waktu senggang, seperti saya, maka app ini adalah pelipur lara. Di Android ngga saya temuin app seperti ini. Ada sih, tapi experience-nya masih jauh banget dari Everyday Looper.

Jika Anda bertanya, “Kalo gitu kenapa ngga beli iPhone?”
Saya jawab, “Mahal, sob… Blon ada budgetnya.”

Jika Anda bertanya, “Kenapa ngga iPod Touch? Kan lebih murah.”
Saya jawab, “Males bawa device banyak2.” :)

Jika Anda bertanya, “Kalo Desire Z-nya saya beli, gimana?”
Saya jawab, “Berani berapa? Kalo cocok, saya lepas.” :D *kalo ketauan istri bisa ditimpuk nih saya. LOL*

Anyway, video2 di bawah ini bakal ngejelasin kenapa saya segitunya sama app ini.

–/–

App info: Everyday Looper by Mancing Dolecules (@MancingDols)

Aplikasi News & Magazine untuk Android

Awalnya gue menulis artikel ini karena gue tergelitik dengan salah satu berita tentang Zite, sebuah app untuk iOS yang intinya nyariin informasi sesuai apa yang kita suka dan nampilin dalam bentuk seperti majalah.

Zite
Zite mempelajari & menampilkan informasi yang relevan bagi kita.

Sebelum Zite, gue sangat tertarik dengan Flipboard, app untuk iOS juga yang ngeklaim diri sebagai social magazine, di mana semua informasi yang dia tampilin itu diambil dari feed di social media yang kita daftarin. Misalnya dari timeline Twitter kita, status update teman2 di Facebook, dll.

Dulu sewaktu gue masih pakai BB, gue sempat menginstall Viigo. Aplikasi ini narik2in berita utamanya dari RSS Feed yang ada di berbagai website & blog. Senang rasanya bisa update dengan hal2 yang gue suka. Tapi tampilannya ga bagus dan kaku, khas BB.

Viigo

Function over design. Viigo untuk BlackBerry.

Aplikasi2 di atas menurut gue menyenangkan buat orang2 yang senang dengan update informasi. Baik itu dari social media feed ataupun dengan blog-hopping. Meskipun kita bisa buka browser dan mulai hopping lewat bookmark, tapi tetap aja lebih enak kalau semuanya itu udah disodorin lewat sebuah aplikasi.

Terus gue penasaran, ada ga sih app semacam itu untuk Android? Ternyata ada! Meski jumlahnya masih sedikit dan ga secanggih Flipboard atau Zite, tapi buat gue aplikasi2 ini cukup oke untuk saat ini. Scroll ke bawah untuk sedikit review ketiga apps tersebut! :)

Pulse News Reader App

Pulse News Reader
Pulse News Reader tersedia gratis untuk Android

Pulse dari Alphonso Labs punya tampilan paling cantik di antara ketiga apps terpilih. Informasi yang ditampilkan sesuai dengan pilihan kita. Dengan mudah, kita bisa menambah atau mengurangi feed lewat icon setting (gambar gear) di sebelah atas kiri. Pulse nampilin artikel secara keseluruhan, tapi bukan mobile view dari website/blog terkait. App ini ngasih pilihan ‘Go to original article’ yang otomatis ngebuka page bersangkutan di browser. Ada juga pilihan untuk share ke FB & Twitter, juga ada icon ‘…’ yang ngasih banyak banget pilihan untuk ngeshare lainnya. Pulse ada fitur notifikasi yang bisa diatur di settingnya.

My Taptu

My Taptu
My Taptu. Mirip Viigo, tapi lebih cantik.

My Taptu adalah news reader app pilihan gue berikutnya. Secara design, sekilas mirip dengan Pulse tapi masih kalah cantik. Cara My Taptu nampilin informasi juga lebih mirip Viigo, cuma sepotong dan selebihnya cuma bisa dibaca dengan buka browser (ada tombolnya). Meski mekanisme kerjanya agak kurang asik, tapi pilihan feed yang udah ada di dalam My Taptu ini jauh lebih menarik ragamnya dibandingkan Pulse. My Taptu ga ada fitur notifikasi.

Indonesia News

Indonesia News
Indonesia News app by Daingo.

News reader app ga akan lengkap kalo kita ga bisa update dengan perkembangan di negeri sendiri. Iya ga? Indonesia News adalah aplikasi yang dibuat oleh Daingo. Pengembang ini juga ngebikin aplikasi news untuk banyak negara lain. Aplikasi ini dibuka dengan pilihan semua website berita besar yang ada di Indonesia. Begitu diklik salah satu, kita akan dikasih pilihan mau masuk di kanal mana. Tampilannya simpel dan ringan, mungkin sengaja dibikin kayak gitu karena fokus dari berita adalah textnya (baca: beritanya), bukan gambarnya.

Ya, itulah tadi tiga pilihan aplikasi news reader untuk Android pilihan gue dengan review singkat supaya lo ada sedikit gambaran. Sebetulnya, di HTC Desire Z sudah ada aplikasi2 sejenis, tapi masih kurang cantik untuk ukuran aplikasi Android. Gue yakin kalian juga akan milih yang tampilannya lebih cantik, bukan?

Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa rate, share atau tweet, juga isi komentar kalo kepingin. Salam! :)

Twitter Apps untuk Android

Awalnya gue mau ngebahas soal hasil kamera di Desire Z. Tapi berhubung di luar lagi hujan, gue jadi susah mau bikin perbandingan foto dan video outdoor. Jadi, gue duluin untuk artikel review mengenai applications. Kali ini gue akan membahas tentang Twitter client apps.

Sebelumnya gue adalah pengguna BlackBerry. Bagi gue aplikasi Twitter di BB yang paling bagus adalah UberTwitter (sekarang namanya UberSocial). Semua kebutuhan pertwitteran ada di aplikasi itu, navigasinya mudah, tampilannya cukup bagus untuk ukuran aplikasi BB, hampir ga pernah ada masalah, dan yang terpenting aplikasi tersebut gratis (ad supported). Jadi pas gue cari apps Twitter client untuk Android, benchmark gue adalah app tersebut harus senyaman ketika gue menggunakan UberTwitter.

App Twitter client bawaan di Desire Z gue ada dua: Peep (dari HTC) dan Twitter for Android (resmi Twitter). Jadi kita mulai dari dua apps ini.

Peep
Twitter client standar. Sangat tidak ada masalah, tapi gue ga merasa nyaman dengan app ini. Rasanya asing dan kurang cantik untuk ukuran aplikasi Android.

Twitter for Android
Twitter client resmi. Awalnya, boring banget dan ga lebih baik dari Peep. Tapi setelah gue update, tampilannya jadi lebih menarik. Untuk refresh ga perlu klik icon, cukup tarik timeline ke bawah dan lepas. Fungsi standar seperti RT, Reply, dll. muncul dengan cara swipe ke samping. Efek sliding ini simple tapi sangat menarik dan menyenangkan.

Twidroyd
Twitter client ini masih satu grup dengan UberTwitter. Dari segi fungsi dan sensasi penggunaan, app ini sangat mendekati UberTwitter. Sayangnya tampilannya bikin boring dan banner iklannya lama2 jadi ganggu.

TweetDeck
Gue sempat jadi pengguna TweetDeck yang setia di PC sebelum gue punya smartphone. Secara tampilan dan fungsi menurut gue adalah yang paling top. Versi Androidnya pun sama bagusnya. Fungsi dan sensasi bisa gue bilang paling menyenangkan. Tapi setelah gue install, gue sering ‘diserang’ dengan mention iklan. Maksudnya, ada orang ngemention gue tapi isinya iklan. Banner ad aja udah ganggu, ini lagi masuk2 ke mention.

TweetCaster
App ini bisa dibilang saingan head-to-head dengan Twidroyd. Tapi tampilannya kalah bagus. Device udah bagus, apps culun. Makasih deh…

Seesmic
Sewaktu gw masih pakai BB, Seesmic ini adalah saingan  terdekat UberTwitter. Tampilannya bersih karena sebagian besar latar warnanya putih. Untuk di Android, entah kenapa gue jadi merasa masih pake BB. Sugesti. Tapi jadi berasa ga pake Android.

Plume
App ini  termasuk bagus dalam penilaian gue. Secara fungsi dan sensasi, semua lampu hijau. Tapi lama2 koq device gue jadi berasa lemot kinerjanya. Uninstall, normal lagi. Aneh.

HootSuite
Inilah apps terbaik menurut gue kalo lo adalah seorang social media manager. Lo bisa terhubung ke berbagai social media, termasuk Twitter dan Facebook, bahkan bisa dipake mengelola Facebook fan page! Sayangnya, kinerjanya agak berat. Mungkin karena setiap kita klik sebuah tombol, app ini langsung sinkronisasi dengan server. Dan sayangnya lagi, kalau koneksi ke servernya lagi bermasalah, app ini bisa dibuka tapi sama sekali ga berfungsi. Sayang banget.

Twicca
App ini mungkin Twitter client yang paling sederhana. Saking sederhananya, semua bisa diakses dengan mudah dan cepat. Secara fungsi dan sensasi rasanya enteng dan menyenangkan. Sayangnya karena masih versi beta, backgroundnya cuma ada warna hitam. Jadinya lebih irit batre sih… :)

Kesimpulan gue, banyak aplikasi Twitter client yang baik untuk Android. Tapi mencari yang cocok itu pasti beda2 untuk setiap orang. Buat gue, pertimbangan utamanya tetap dari kacamata seorang pengguna biasa, yaitu: fungsi dan sensasi.

Pilihan gue untuk saat ini jatuh ke Twitter for Android dan Twicca. Di posisi runner up ada HootSuite dan TweetDeck. Kalau dari keempat nama itu gue bisa berkhayal untuk jadi satu aplikasi baru, maka gue pingin yang fungsinya seperti HootSuite, tampilannya seperti TweetDeck, ringannya seperti Twicca, dan sensasinya seperti Twitter for Android.

Kalau artikel ini bermanfaat, tolong bantu rate atau share ke Facebook/Twitter ya. :) Sampai ketemu di artikel berikutnya!

Foursquare di BB

Akhir2 ini gw & teman2 gw lagi asyik main Foursquare. Buat kalian yang belum tau, Foursquare itu mirip kayak Koprol.com (Cari tau sendiri ya).

Awalnya sempat gak bisa tuh. Gosipnya cuma yang pake Indosat yang bisa main. Ternyata, kita cukup ganti setingan APN sesuai dengan operator seluler kita. Jangan lupa user name & password harus sesuai.

Foursquare manfaatin GPS di handset kita. Jadi pastiin GPS di set ke Location On. Untuk BB yang terbatas dengan AGPS gw belum tau bisa dipake 4SQ juga atau gak.

Ada kalanya 4SQ ngadat gak mau check in atau pun ngedeteksi lokasi kita, padshal kita udah berdiri di udara terbuka. Kalo ini terjadi, cukup log out & log in kembali.

Semoga bermanfaat! :)