Sedikit Cerita Dari Erajaya Community Gathering

ngusik

Ini cerita singkat aja ya. Saya dapat undangan ke community gathering Erajaya. Mungkin kita lebih familiar dengan nama tokonya, yaitu Erafone. Saya hadir sebagai salah satu yang mewakili komunitas IndoRunners. Acara ini memperkenalkan produk baru yang akan dijual di Erafone.

Lanjutkan membaca “Sedikit Cerita Dari Erajaya Community Gathering”

Iklan

HTC Desire Z – Perspektif Awam

Artikel kali ini mau ngebahas dikit aja tentang si HTC Desire Z. Gue akan mencoba untuk memperlihatkan device ini melalui kacamata seorang yang agak2 gaptek, yang ngerti teknis sedikit aja,  yang pada intinya adalah seorang pengguna awam yang tertarik untuk mencoba Android. Jadi, gue ga akan ngomongin soal spec, karena bagi user biasa yang penting adalah experience dalam menggunakan device tersebut.

Pertama adalah form factor. Biasanya orang kalo tertarik dengan gadget baru, salah satu pertimbangan terbesar adalah design atau bentuk gadget tersebut. Selain itu biasanya orang akan ngeliat ukuran, berat, dan ergonomisnya sebuah device. Untuk si Desire Z ini, secara design menurut gue termasuk elegan. Bodinya dibalut dengan bahan semacam stainless steel / aluminium yang dibuat secara unibody atau dibuat dari sebongkah bahan tanpa sambungan. Bagian lainnya seperti soft touch yang dicor (ada sambungan tapi nyaris ga kelihatan) dan warnanya warm grey bikin kesan mahal. Semua sudut bodinya berlekuk, bikin nyaman digenggam tangan. Tapi akibat dari banyaknya materi unibody, device ini jadi berat banget.

Layar Desire Z itu cukup besar (3.7″) tapi ga terlalu lebar. Buat gue ini cukup penting karena si device jadi ga kelebaran kalo digenggam satu tangan. Sebagai perbandingan, gue udah coba pegang beberapa device lain dengan layar 4″. Enak sih layarnya gede dan lega banget untuk ngetik dalam posisi layar berdiri. Tapi pas digenggam satu tangan berasa sedikit kelebaran. Layarnya sangat responsif. Tapi pas udah dipasangin protector antiglare jadi agak terhambat sedikit. Bukan masalah koq. Btw, sama tokonya DZ gw dipasangin yang buat iPod Touch, dimodifikasi dikit.

Berikutnya adalah keyboard fisik yang tersedia di Desire Z. Keyboard fisiknya agak terlalu lebar sih, jadi waktu awal2 gue agak harus ngerentangin jempol lebih lebar untuk mencet tombol2 tertentu. Maklum lah, sebelumnya pakai BB Storm 2, ga terlalu lebar dan jari bisa lebih lincah ke sana sini (tapi tombolnya sempit!) Meskipun begitu, akhirnya gue bisa membiasakan diri dengan keyboard fisik di Desire Z. Dan tiap tombolnya itu empuk dan tertata dengan baik, bikin ga capek kalo lagi ngetik panjang. Keyboard virtualnya juga cukup enak untuk portrait mode, dan enak banget untuk landscape mode.

Ngomong2 soal keyboard fisik, gue lumayan sering nemu video review yang bilang bahwa mekanisme ngeluarin keyboard si Desire Z ini bermasalah, bisa bikin oblak lah, dsb. Kalo lo termasuk salah satu orang yang khawatir, gue sarankan lo ke YouTube dan lihat video2 yang bilang hinge ini bermasalah. Kemudian lo perhatiin bagaimana mereka memegang si device sehingga mereka bisa bilang bahwa itu bermasalah. Setelah itu lo tanya sama diri lo sendiri, apa iya lo akan memegang si Desire Z sedemikian rupa? ;)

Batre Desire Z itu kurang gede kalau menurut gue. Jadinya begitu di test pertama kali, boros banget rasanya. Dalam sehari harus nyolok charger minimal 2x. Tapi setelah kutak-katik setingan, alhamdulillah DZ gue bisa bertahan 9 – 13 jam pemakaian sejak dilepas dari charger. Triknya, jangan dipake main game. :)

Boot up time Desire Z termasuk luar biasa kalau Fast Boot diaktifkan. Pengalaman gue pakai BB, kalau device gue restart bisa makan waktu 10 menit untuk bisa dipake lagi. Asli ga asik banget! Untuk di Desire Z, silakan dilihat langsung di video yang gue bikin di bawah ini:

Sehari-hari gue pake Desire Z untuk cek email, update Twitter, kadang cek Facebook, browsing, dan main game. Secara fungsi apa lagi sih yang beneran sering dipake seorang user biasa sehari-hari di smartphonenya? :)

Di bawah ini ada galeri kecil hasil gue jeprat-jepret tadi. Mudah2an cukup bisa ngasih gambaran tentang Desire Z ini. Gue juga udah coba motret bagian hinge supaya lo bisa lihat sendiri di sisi kanan dia ditahan dua tuas besi dan di sisi kiri ada lempeng besi menekuk yang cukup kuat untuk menahan bagian layar dan bagian keyboard.

Segini dulu review singkat dari gue. Mudah2an cukup mewakili keingintahuan orang2 yang termasuk user awam. Mudah2an di artikel berikutnya gue bisa sharing kayak gimana hasil foto dan video si Desire Z ini.

Semoga artikel ini bermanfaat. Sampai ketemu di artikel berikutnya. Salam! :)

Device Android Terpilih

OK, sesuai dengan janji di postingan sebelumnya, kali ini gue akan cerita device android mana yang jadi pilihan gue dan alasan apa yang membuat gue memilih device tersebut. Sebelumnya gue ceritain sedikit tentang kandidat pilihan devicenya.

Pertama adalah Samsung Galaxy S. Gue ada pengalaman pake hape Samsung (bukan smartphone) dan menurut gue hape itu bagus. Bukan karena fiturnya, tapi karena ga pernah ngecewain gue selama 2 tahun (atau 3 tahun ya?). Pokoknya dari gress beli sampai sekarang dalam kondisi mengenaskan, secara fungsi dan durabilitas sangat memuaskan buat gue. Sayangnya, si Galaxy S discontinued kata official di Samsung Store. Yang ready stock adalah Galaxy Tab. Setelah gue coba, menarik sih, tapi ukurannya bikin gue mikir. Setelah dipertimbangkan, gue memutuskan untuk beli device yang bisa masuk ke saku.

Kedua adalah HTC Desire HD. Bayangin, layar 4.3″ ditambah kamera 8 MP. Ngiler banget! Tapi harga masuk ke kawasan premium. Di pasaran saat gue survey, rata2 pasang harga 6.5 jt. Hasil cari info di internet pun membuat gue mikir, sebab rata2 keluhan user adalah batrenya yang super boros dan suara (ringtone) yang kurang kencang. Hasil beberapa reviewer dari luar negeri bilang performa kameranya seharusnya bisa lebih baik lagi.

Ketiga, ada Motorola Defy. Pertama kali ngeliat di Kaskus, ada yang mau ngelepas 3,6 jt tapi garansi internasional. Device ini mungkin satu2nya smartphone di dunia yang tahan banting, tahan debu, dan tahan air. Bahkan di YouTube ada video reviewnya yang ngasih lihat device ini tetap bisa beroperasi meskipun 100% bodynya berada di dalam air. Mantap! Minus dari device ini ada dua. Yang pertama lebih subjektif, yaitu user interface Motoblur. Entah kenapa gue termasuk ke dalam kelompok orang2 yang ga suka sama UI ini. Menurut gue ga asik aja buat jadi UI sebuah smartphone. Minus yang kedua adalah adanya kasus di beberapa negara di Eropa yang mengindikasikan komponen speaker (bukan loudspeaker) yang cacat produksi dan belum ada solusinya. Males banget deh kalo sampai kena. Apalagi ga ada garansinya…

Sebetulnya gue sempat kepingin nunggu launchnya device Android dengan prosesor dual core, tapi gue urung karena curiga harganya pasti bakal gila2an. Apalagi di Indonesia, pasti ada aja pedagang aji mumpung. Dan akhirnya kecurigaan gue terbukti, ada yang nawarin Motorola Atrix 4G yang super menggiurkan itu dengan harga 8 juta rupiah. Mending beli iPhone 4 kali ya. :p

Well, setelah minta pendapat dan diskusi sama istri, akhirnya gue pun menjatuhkan pilihan ke HTC Desire Z.

HTC Desire ZPertimbangannya:
1. Designnya elegan dan ga terlalu kelihatan geeky. Guenya sendiri sih geek, tapi kalo ketemu client kan harus keliatan kredibel juga dong. :)
2. Spesifikasi teknis termasuk high end, sesuai dengan ‘masukan’ yang gue dapat dari berbagai sumber di internet. “Beli yang high end supaya umurnya panjang dan harga jual kembalinya ga jatuh2 amat.”
3. Keyboard fisik. Gue yakin, pasti gue akan sering harus berinteraksi dengan keluarga, teman, kolega ataupun client lewat email. Dan ngetik di virtual keyboard untuk hal2 yang sifatnya resmi itu betul2 ngga banget deh.

Ya, itulah tadi sedikit tulisan tentang device Android pilihan dan alasan gue dalam memilihnya. Mudah2an gue ga lupa lagi untuk bawa kamera dan mencoba bikin video review singkat dari sudut pandang seorang konsumen awam (bukan sudut pandang tech geek) supaya gue bisa share juga dengan kalian.

Sebelum menutup, gue ketemu kesimpulan yang terbaik dalam memilih dan menentukan pilihan saat membeli gadget: “Beli yang memang kita butuhkan dan sesuai dengan kemampuan”.

Semoga artikel ini bermanfaat. Sampai ketemu lagi di artikel berikutnya. Salam! :)

Beralih ke Android

Ya. Pada akhirnya gue memutuskan untuk ganti ke Android. “Kenapa?” adalah sebuah kata tanya yang umum terucap dari mulut teman-teman gue maupun dari dalam hati mereka.

Sebelumnya, gue coba jelaskan dulu bahwa BB itu adalah smartphone yang bagus dan sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bisa bikin irit komunikasi lewat BBM (karena hampir semua orang pake BB sekarang ini), bisa dipake browsing meskipun ga enak2 amat, bisa dipake email2an, dsb. Tapi pada intinya BB adalah an excellent messaging smartphone. Titik.

Di situlah gue merasa terhambat. Gue pingin nyoba hal-hal lain yang menarik dan banyak dibahas di internet. Misalnya aplikasi-aplikasi terbaru, mobile games yang seru, dan lain-lain. Sayangnya begitu gue coba untuk download, gak tersedia untuk BB. Tersedianya cuma untuk iPhone sama Android.

iPhone adalah pilihan yang bagus menurut gue. Dia simple dan gampang dipakenya. Harganya ngga lucu. Mau install aplikasi ribed suribed, kudu ada iTunes. Udah gitu appsnya banyak yang harus bayar. Bisa aja sih jailbreak, tapi gue males. Pilihan simple berikutnya jatuh ke Windows Phone 7 yang relatif masih baru peredarannya. Tapi dia 11-12 sama iPhone, harganya lebih ngga lucu, ga bisa copy paste, mau install apps meski ada Marketplace tapi bergantung juga sama Zune dekstop software, appsnya rata2 pada berbayar pula. Ma? Les….

Akhirnya gue melirik ke Android. Gue sadar ini operating system yang ga simple. Sama BB aja kalah simple. Pilihan handsetnya terlalu banyak. Uh! Bingung milihnya… Gue cuma tertarik karena dia bisa nawarin pengalaman multimedia sekaya iPhone dan appsnya segudang yang gratis, udah gitu bisa install kapan aja gue mau. Tinggal download bentar, terus dia nginstall sendiri. Beres.

Jadi sekarang gue jadi pengguna Android yang sangat kangen dengan BBM-an sama istri dan keluarga besar. Tapi begitu ingat group2 BBM yang gue “terpaksa” ikutan isinya hampir ga penting semua, menuh2in message box, dan nguras batre karena harus narik data yang gue ga perlu, belum lagi suara ringtone notifikasi yang tak kunjung berhenti berkicau… kayaknya gue harus mensyukuri bisa lepas dari kecanduan BB. Gue sedikit banyak ngerasa bebas dari ketergantungan sama smartphone.

Oh, iya. Dari tadi gue cerita panjang tapi belum bilang kenapa pindah dari BB ke Android ya? Simple aja sih. Alasannya karena gue bosan, dan kebeneran pas lagi ada duit lebih, jadi bisa tukar tambah.

Postingan berikutnya gue akan ceritain tentang device Android mana yang gue pilih dan kenapa. See you!

Mengenali Versi OS dari Nama Filenya

Artikel kali ini sifatnya ‘seandainya elo ga tau’ alias khusus untuk yang belum tau aja. Dari judulnya udah jelas kan mau ngebahas apa. So, mari kita mulai.

Gw mutusin untuk nulis tentang hal ini karena ternyata, kalo kita mau download OS dari BlackBerry (RIM) langsung, deskripsi yang tertulis bisa bikin kita bingung ‘sebetulnya ini OS versi berapa sih yang bener?’.

Buat contoh, gw ambil BlackBerry Handheld Software v5.0.0.721 (Multilanguage) dari TIM Italy. Di situ ditulis versi .721, maksudnya adalah versi package softwarenya.

“Ah gitu doang sih masa sampe bingung?”

Nah, kalo elo dapet link download yang lokal, yang ada tulisannya bakal begini:
9520M_PBr5.0.0_rel721_PL4.2.0.189_A5.0.0.436_TIM_Italy.exe

Coba mana yg bener? Versi .721 atau versi .436?

Kalo sepengalaman liat-liat di forum hybrid kayak IndoBB atau dari website kayak BBLeaks, maka versi itu mengacu ke angka-angka terakhir sebelum nama vendor atau operator penyedia BIS. Jadi, kalo pake contoh di atas, pasti itu dibilangnya versi 5.0.0.436 keluaran TIM Italy. Dan biasanya, acuan versi itulah yang sering dipake kalo kita mau ngoprek-ngoprek BB, misalnya buat diinstalin hybrid.

Ok, seharusnya sekarang udah gak bingung lagi dong ya? Semoga bermanfaat.

Nyicipin Sedikit ‘Rasa’ OS6 di Odin

Kalo elo mengharapkan ada download bocoran OS6 di artikel ini, berarti cukup sampe di sini aja bacanya. Gw juga sama koq lagi nunggu releasenya OS6 itu.

Terus artikel apa dong ini? Di sini gw mau bahas dan share tentang gimana sih kira2 rasanya pake OS6 di Odin. Yang jelas tetap pake OS Hybrid terbaru (saat artikel ini ditulis).

Apa sih kelebihannya? Ini review gw, jadi gw copy paste aja ya.

Sekalian aja review mini deh kalo gitu :)
1. Abis load .COD pake BBSAK, device masih ‘sibuk mikir’ untuk beberapa saat, setelah itu langsung restart sendiri.
2. Loading time, agak ketahan di 10% – 20%, ga tau kenapa. Tapi setelahnya lancar lagi. Total loading time approx. 4 – 5  menit.
3. Pas udah masuk home screen, agak lemot. Mungkin karena rebutan processing sama registrasi network dll.
4. Restart lagi (soft reset via ControlBBanel), waktu loading lebih cepat dari sebelumnya. Approx. time: 4 mins.Sekarang khusus review performance:
1. Secara sugesti, loading app jadi lebih cepat. Tested on Viigo News & UberTwitter.
2. Kalo dipake ngescroll, (tested on browser), bagian yang bolong2 jadi lebih sedikit. Scrolling jadi lebih smooth.
3. Internet speed relatif lebih cepat, mungkin karena lebih stabil. Saya test pake Telkomsel BIS unlimited dan app Google  Maps. Loading peta nggak terlalu tersendat kayak biasanya.
4. Test untuk game, Worms 2010 by EA / Team17. Note, game ini lumayan berat dari sisi grafis. Kemarin (sebelum patch) dimainin agak patah2 dikit. Sekarang WHOOOAA…!!! Smooth abis! :lol:

Overall review: Ini patch penting & wajib buat hybridees. Thanks a bunch, bro bbboldy! :D

Penasaran? Pingin tau gimana rasanya? Pingin tau caranya?

Pertama, elo harus baca dan pahami dulu artikel gw yang lain tentang menginstall Hybrid OS ke BlackBerry device lo. Kalo ga paham atau ga tau caranya tapi males baca, ya sudah, stop sampe di sini aja, demi kebaikan lo sendiri koq. :)

Elo mau lanjut? Cukup pahami cara-caranya aja di artikel tadi, tanpa harus ngedownload bahan-bahannya dari artikel itu. Karena bahan-bahannya beda dan gw akan share linknya di artikel ini. Kalo software tools & utility-nya silakan aja didownload dulu untuk persiapan, siapa tau belum punya.

OK, sekarang ini dia bahan-bahannya.
1. BlackBerry 9550 Device Software ver. 5.0.0.713 dari TBayTel. download (broken link)
2. Hybrid OS 713/743/758 by bbboldy, download dari IndoBB.com.
3. Evolution Patch by bbboldy, download dari IndoBB.com juga.

Ingat! Artikel gw tentang instalasi Hybrid OS itu jadiin sebagai guide dasar, di mana elo jangan sampe lupa untuk backup data dan backup aplikasi-aplikasi lo.

Ingat!! Di masing-masing link yang ada di IndoBB itu, BACA BAIK-BAIK langkah penggunaan & instalasinya. Udah banyak pertanyaan yang pernah dijawab, jadi sebelum tanya coba cari dulu jawabannya (kecuali emang ketemu masalah baru).

Ingat!!! Hargai para Hybriders dengan ngasih komentar-komentar yang bermutu dan membangun. Dengan kata lain: JANGAN NGEJUNK!

Dan kalo mau ngeshare, kasih link sebenarnya. Jangan ngaku2 link punya sendiri. Semoga bermanfaat!

Matiin Autotext di Odin

Banyak pengguna Odin, terutama 1st timer, yang mengeluhkan fitur predictive text. ‘Gengges’ kalo kata anak gaul sekarang mah. Hehehe… Dari beberapa kali nyoba ganti setingan di Option, tetap gak berhasil dan lama2 bikin frustasi. Ujung2nya mengalah untuk sabar dengan memilih text prediction yang muncul. Setelah nanya ke bro bbboldy (hybrider favorit gw at the moment), maka jawaaaaabannya adalah:

Masuk ke Options > Language & Input > ganti Word Completion jadi Auto Correction, lalu Save
Terus di Show Text Input Options: un-centang (ini bahasa gado2) Auto Correction

There you have it, boys & girls. Semoga bermanfaat!

Kick / Release PIN

Kalo di artikel sebelumnya, gw ngebahas soal pindah operator. Di artikel kali ini gw mau ngebahas soal nge-Kick atau Release PIN.

Apa sih Kick PIN itu?
Jadi di dalam masing-masing device BB itu terdapat nomor identifikasi unik berupa IMEI (untuk penomoran mesin secara internasional, berkaitan hanya thd handsetnya aja) dan PIN (ini berkaitan dengan layanan BlackBerry secara internasional). Sebuah PIN yang udah kedaftar di satu operator nggak bisa dipake di operator lain kalau PIN tersebut belum keluar dari layanan si operator ybs. Supaya bisa dipake lagi di operator lain, misalnya semula di Telkomsel terus sekarang mau dipake di Indosat, PIN harus di-Kick atau di-Release terlebih dahulu.

Gimana cara nge-kick PIN ini?
Cara yang resmi adalah kita datang ke kantor layanan operator dan minta PIN kita di-Release. Biasanya prosesnya cukup makan waktu. Belum lagi kita pasti ditanyain ini itu, alasan pindah kenapa, dll. Beberapa operator bahkan ada yang menerapkan kebijakan nggak melayani Release PIN. Untungnya belum pernah dengar / baca ada kejadian kayak gitu tuh di Indonesia. Entah ya kalo misalnya PIN kita itu dicloning, atau kita pas beli BB-nya nggak hati2, jadi dapat yang PIN-nya suspend atau blacklisted.

Bisa kita Kick sendiri gak sih PIN itu?
Jawabannya bisa. Dari hasil ngubek sana sini, ada 2 metode yang bisa dicoba. Tapi lagi-lagi harus gw ingetin: Resiko ditanggung sendiri!

Cara 1:
Ini sebetulnya cara udah lama banget. Mungkin udah nggak bisa juga karena sekarang BIS di server punya RIM udah versi 3.1. Tapi gw tulis aja untuk pengetahuan bersama. Btw, ini copy paste dari forum IndoBB.com dan gw cuma masukin yang bahasanya nggak jelimet aja. Ok, kita mulai.

Yang diperluin:
• 1 buah BB yang akan di release PIN nya dan masih aktif BIS account nya masih EDGE atau GPRS
• 1 account BIS aktif milik kawan anda ( atau ajak kawan anda untuk membantu anda, syaratnya orang tersebut harus bisa dipercaya untuk mencegah pengkloningan PIN dan IMEI )
Contoh skenario:
Gue mau pindah dari operator A ke operator B, trus dibantu ama temen gue yang punya BIS di operator C, sebut aja namanya si Otong

Catatan : BIS operator A ( BB gue ) aktif alias ON *blom pernah coba soalnya kalo off*
BIS operator C ( temen gue) akif juga
Berarti : Sick (Operator A) mau pindah ke Operator B dibantu Si Otong yang BIS aktif di Operator C

Ya udah gue bilang deh ma si Otong, “tong gue pinjem dong login BIS Operator C punya Loe biar gue bisa tendang PIN gue”
Si Otong percaya kan ama gue, dia kasih tuh PIN dia, IMEI dia, sama login ke BIS C account punya si Otong.

Dah gitu gue login ke operator C punya si Otong di http://C.BlackBerry.Com/
masukin login sama password si Otong kan,
nah di sana gue pilih Change Device, PIN nya diisi PIN ama IMEI gue
jadi PIN nya si Otong sementara ketendang dari BIS C
dah gitu di save trus SSB (send service book) jadi info nya BIS C masuk ke BB gue, dengan kata lain BB gue dah pindah dari Operator A ke operator C

Nah skr kan si Otong kasian tuh ga punya BIS, alias PIN nya ngambang barusan gue tendang, ya udah kudu dibalikin lagi ke semula
Masih di Change Device tadi Masukin skr, tapi skr masukinnya PIN sama IMEI si Otong, tujuannya supaya PIN si Otong yang ngambang tadi balik lagi ke BIS C, dan PIN gue ketendang dari BIS C, ya udah deh isi trus save
Dah gitu SSB lagi, ini artinya SI Otong PIN nya yang ngambang tadi balik lagi ke BB nya dia, sedangkan PIN gue yang barusan masuk ke BIS C jadi ngambang, soalnya kan ketendang pin si Otong

PIN BB gue skr ngambang, ketendang dari BIS A, ketendang dari BIS C, dan siap ganti operator. Guenya seneng, si Otong juga tenang

Tambahan :
kalo mau cek PIN ada udah release apa belum setelah ditendang, coba aja buka ke http://namaoperator.blackberry.com/
<– ini operator apa aja

Trus Klik Create New Account
Trus Klik I Agree
Trus masukin Device PIN sama Device IMEI

Kalo PIN nya udah release, tulisannya biasanya
– Sorry your browser didnt support HTML, you can do registration on your BB Browser

Kalo PIN nya blom release, tulisannya biasanya
– Cannot create account:
An account already exists for this BlackBerry® device. Please log in or contact your bla bla

Tanya : kenapa tendang2 an kok ga ke operator aja langsung ?
Jawab : Ini kan biar cepet aja boz, cape gitu loh klo musti ngantri2 ke gerai2 belom kalo ditanya2 KTp plus ditanya2 kenapa pindah BIS, intinya cape deeeee
Tanya : Bakalan Suspend ga nih klo pindah BIS cara tendang
Jawab : Gue dah 2x pindah BIS operator ga suspend, kecuali PIN ente dikloning orang
Tanya : Klo tendang2 an PIN antar negara bisa gak ya, soalnya gue dari amrik pin gue nyangkut di sono
Jawab : Logikanya sih bisa aja, tapi gue belum pernah nyoba

Cara 2:
Ini gw copy paste dari forum lain di internet, forum internasional gitu deh, namanya TechJamaica (link). Gw coba translate pake google deh, aslinya pake bahasa inggris. Cara ini belum pernah gw coba sama sekali, dan gw juga blom pernah baca ada orang yang ngelakuin cara ini di Indonesia. Elo mau jadi yang pertama? :D

Kadang-kadang kamu menemukan BB yang memiliki PIN terdaftar ke operator lain meskipun account tidak lagi dalam pelayanan. Repot kalau harus menghubungi layanan pelanggan untuk melepaskan PIN. Saya telah membaca tentang beberapa langkah untuk release PIN sendiri, hanya mencoba dan saya dapat memastikan itu bekerja di sini di Amerika.

Operator semula AT&T, lalu saya coba untuk daftar dengan BIS T-mobile. BIS memberi tahu saya bahwa PIN sudah terdaftar di operator lain.

Anda memerlukan SIM aktif dengan BIS yang sudah aktif (pinjam SIM dari teman di T-mobile)

1. Masukkan SIM dengan BIS aktif ke dalam ponsel, setelah itu pergi ke email setup. Anda akan ditanya: “Perangkat baru telah terdeteksi apakah Anda ingin mengubah?” Pilih YES untuk mengubah perangkat.

2. Tempatkan SIM dengan BIS aktif tersebut kembali ke telepon lama dan lakukan langkah-langkah yang sama untuk mengubah perangkat kembali.

Setelah kedua langkah telah selesai, PIN yang semula terdaftar di AT&T sekarang bebas untuk terdaftar di BIS operator manapun.

Cara ini berhasil dengan AT&T dan T-mobile. Aku menganggap seharusnya bekerja juga dengan DIGI, Claro, etc.

Begitu deh cara-cara Kick / Release PIN tanpa harus ke operator. Cara-cara di atas dengan asumsi PIN nggak dicloning orang. Semoga bermanfaat!

PS:
Mungkin ada yang bertanya, “Udah gw baca tapi masih ribet juga nih. Elo mau gak bantuin gw nge-Kick PIN gw?” Jawaban gw, “Nggak. Gw nggak mau bertanggung jawab terhadap barang yang bukan milik gw pribadi dan bukan fasilitas umum.”

BIS 3.1 dan kaitannya dengan Pindah Operator

Gw lagi penasaran sama yang namanya pindah operator BB. Menurut kakak ipar gw, ganti SIM Card yang operatornya sama nggak ribet, tinggal ganti aja. Gw sendiri belum pernah coba, tapi gw anggap itu benar. Lalu gimana ceritanya dengan ganti SIM Card tapi beda operator, sementara kita kepingin BB kita tetap aktif seperti biasa? Nah ini dia… Salah-salah pindah operator, yang ada PIN kita malah nyangkut. Gak bisa pake BB lagi dong, sampe PIN direlease sama operator lama (setelah kita request).

Kebetulan gw adalah orang yang males ngobrol sama customer service seandainya emang nggak perlu. Dengan kata lain, kalo gw bisa kerjain sendiri mendingan ga usah ke CS. Males banget deh kalo sampe harus ditanya alasan pindah operator, ditanya database, dll. Jadilah gw bergerilya nyari tau, apakah benar mitosnya PIN BB bisa kita kick sendiri.

Hasil ngubek sana-sini, gw ketemu cara release PIN di mana kita perlu 2 device dan saling tendang PIN dengan tujuan ngebikin PIN device kita jadi ngambang alias gak keregister di operator mana pun. Tapi cara ini mengharuskan gw untuk nge-wipe BB gw. Cape deh… Males ngebackup & restore data lagi.

Terus ketemulah gw dengan sebuah metode di mana gw nggak harus nge-wipe BB untuk ngerelease PIN. Terus terang gw sendiri masih gak mudeng dengan metodenya. “Koq bisa gitu? How come? dll.” Intinya mah, gw takut PIN BB gw suspend, apalagi sampe blacklist. Setelah ngobrol2 singkat dgn si narasumber tsb, tercetuslah suatu hal yang baru (buat gw), yang namanya BIS versi 3. Apaan tuh?? Penelusuran paman Google menjawab dengan dokumen resmi dari RIM yang ngejelasin tentang BIS 3.1 yang di dalamnya ada sedikit penjelasan tentang pergantian device. Berikut kutipannya:

Document ID: KB22427
Change Device Update
For improved usability and increased security, the BlackBerry smartphone user must insert a Subscriber Identity Module (SIM) card in the new BlackBerry smartphone in order to change the BlackBerry smartphone personal identification number (PIN) assigned to their BlackBerry Internet Service email account. Users can no longer explicitly change their PIN through the HTML BlackBerry Internet Service email interface without first inserting the new SIM card. Once a BlackBerry smartphone user has inserted the SIM card in the new BlackBerry smartphone and has logged into the HTML BlackBerry Internet Service email account, the new BlackBerry smartphone will be detected and the BlackBerry smartphone user will be required to confirm the PIN change on the BlackBerry smartphone.
BlackBerry smartphone users who use CDMA are required to contact their wireless service providers to have new BlackBerry smartphones provisioned prior to setting up a BlackBerry Internet Service account on their new BlackBerry smartphone.

Setelah baca itu, yang gw tangkap adalah kalo gw mau ganti operator, gw cukup ganti SIM Card aja dan aktifin layanan BIS di SIM Card yang baru (dengan asumsi ini SIM Card udah beda operator ya…). Tapi kalo seperti itu, gimana ceritanya email2 di BIS gw yg lama? Terus apa yang terjadi kalo PIN gw keregister di dua BIS berbeda?

— update  —

Akhirnya saya memberanikan diri untuk pindah operator yang berbeda jaringan / nggak dalam satu group. Untuk memperhalus, saya akan sebut operator awal dengan nama OP-A dan operator baru dengan OP-B :p . Langkah-langkah yang saya lakuin adalah sebagai berikut:
1. Saya delete dulu alamat2 email yang kedaftar di BIS OP-A. Bisa lewat E-mail Setup, bisa juga lewat Service Book di dalam Advanced Options.
2. Saya non aktifkan layanan BIS di OP-A sampai saya dapat konfirmasi sukses.
3. Saya ganti SIM Card ke OP-B & aktifasi layanan BIS di OP-B sampai dapat konfirmasi sukses berlangganan BIS.
4. Kalo belum terima message sukses registrasi, bisa coba minta dikirimin Service Book. Masuk ke Advanced Options > Host Routing Table > pencet tombol BB & klik Register Now.
5. Login ke layanan BIS via BB Browser (http://namaoperator.blackberry.com) dan OK-in registrasi di sana.
6. Langsung aja tambahin alamat-alamat email buat push emailnya.
7. Selesai & good to go! Buat ngecek, coba ping contact di BBM.

Dulu saya pikir ini aneh bin ajaib. Gimana bisa koq 1 PIN dipake untuk 2 BIS dan nggak suspend / blacklisted? Ternyata jawabannya adalah: Selama si PIN nggak terdeteksi aktif di 2 BIS secara bersamaan, maka PIN-nya aman, damai, sentosa. Saat ini, SIM Card OP-A saya masukin ke hape lama saya (non-BB). Kedua handset works fine. :)

Pertanyaan yang mungkin timbul di kepala elo:
1. Kalo SIM Card si OP-A dimasukin ke BB yang lain gimana?
Dengan asumsi BB lain itu dalam keadaan PIN udah release atau device baru sama sekali, maka gak masalah. Tinggal aktifin layanan BIS, login ke BIS via BB Browser, dan Switch / Change Device. Karena dianggapnya elo ganti handset baru.
2. Kalo si PIN kedeteksi di 2 BIS, terus ntar suspend gimana nasibnya tuh?
Dengan asumsi PIN elo gak dicloning orang, menurut sumber yang gw percaya, si PIN cuma akan disuspend sementara. Di masa suspend ini, terjadi peralihan data dari operator lama ke operator baru. Kalo udah selesai pindahan data, PIN-nya ntar release lagi dan bisa dipake lagi (di operator baru).

Gitu deh. Semoga bermangpaat! :D

Software Nggak Jalan Sempurna di Storm?

Ada kalanya app yang kita install ternyata berjalan dengan aneh di BB touch screen seperti Odin. App tersebut berjalan normal tapi dia mengenali Odin sebagai BB non touch screen. Circ-cirinya, berdasarkan pengalaman & berbagai sumber, antara lain adanya border biru di sekeliling app atau app seperti hang di saat starting up.

Cara yang bisa dicoba untuk ngebenerin masalah ini adalah dengan ngeganti mode kompatibelnya. Gimana caranya?

1. Masuk ke Options
2. Lanjut ke menu Applications
3. Highlight app yg bersangkutan
4. Pencet tombol BB untuk munculin menu
5. Ubah setingan Compatibility Mode
6. Save & exit
7. Coba jalanin lagi aplikasinya.

Semoga berhasil & bermanfaat!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Cara Refresh GPS di Odin / Storm 2

Buat elo yang suka main Foursquare, ada kalanya pas kita mau check in ternyata lokasi kita nggak muncul di list. Hal ini terjadi karena GPS kita susah ngelock, baik yang sifatnya built in GPS maupun A-GPS (berdasarkan lokasi BTS terdekat). Nggak usah Foursquare, BB Maps atau Google Maps pun susah pin point lokasi kita kalo GPS kita nggak bisa lock.

GPS nggak bisa lock karena banyak faktor. Tapi pada umumnya sih, lokasi kita baru bisa ketauan kalo GPS kita bisa dikunci lokasinya oleh minimal 4 satelit yang berada nun jauh di atas sana. Supaya lebih mudah lock GPS, kita sebaiknya berdiri di udara terbuka atau di dekat jendela yang nggak kehalangan sama gedung tinggi. Jadi antara device dan angkasa sebisa mungkin gak kehalangan apa2.

Ada kalanya di mana kita masih juga gak bisa lock GPS. Kalo ini kasusnya, maka kita harus Refresh GPS. Gimana caranya? Untuk pengguna BB non touch screen yang ngalamin hal ini, mungkin udah pada nemu solusinya. Masuk ke Options > Advanced Options > GPS > Refresh GPS. Tunggu sampe lokasi kita keliatan di hasil refresh. Sayangnya cara di atas nggak berlaku untuk pengguna Odin / Storm 2, karena di dalam option GPS nggak ada menu Refresh GPS.

Jangan khawatir. Untuk merefresh GPS di Odin / Storm 2 supaya bisa pin point lokasi kita dengan lebih baik, bisa dicoba cara ini:

1. Masuk ke Options > Status
2. Klik tombol BB dan pilih Show Keyboard
3. Ketik RUNTEST atau TEST dan ikuti instruksi di layar sampe ketemu pilihan test apa aja yang mau dijalanin
4. Pilih GPS dan jalanin testnya
5. Ikuti instruksinya sampe hasil menunjukkan Succeeded dan lokasi kita tertulis di sana (dalam format koordinat)

Setelah itu bisa coba check in lagi di Foursquare, pin point di BB Maps atau Google Maps, atau apps location based service lainnya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat! :)

Menginstal Hybrid OS di Storm 2

Warning! Ini postingan panjang.

— start part 1 —

Sebelumnya, mungkin ada yg bertanya apa itu Hybrid OS. Hybrid adalah jenis Operating System (OS) BlackBerry versi custom. Jadi, si programmer / pembuat hybrid os ini akan memodifikasi sebuah OS dasar sehingga fungsinya menjadi optimal. Peningkatan yg terasa antara lain koneksi ke jaringan jadi lebih kencang, layar sentuh jadi lebih empuk karena aliran listrik ke komponen2 di dalamnya lebih lancar, dll. Intinya sih, hybrid os adalah kumpulan hal2 the best dari berbagai os yg sudah resmi rilis.

Untuk Storm 2 gw, pilihan hybrid OS gw pake yg keluaran bbboldy. Versi 9.9 adalah versi terakhir pada saat gw nulis post ini. Apa aja kelebihannya? Nih, gw copy paste di bawah:

New 9520/9550 Hybrid OS v9.9 by bbboldy

Setelah melakukan beberapa kali percobaan dan perombakan akhirnya v9.9 ini dapat saya rampungkan dengan baik. Dan semoga hasilnya dapat dinikmati oleh semua Storm2 user.

Base OS 9520 = 580
Base OS 9550 = 517 (Hybrd ini tidak akan bekerja dengan base 607)

bbboldy Hybrid OS v9.9 package :
-Mix java 580-681-692

options > about > show 5.0.0.608

Kelebihan pada versi ini :
+Ketahanan Battery yang lebih baik.
+Stabilitas OS yang sangat baik dari segi signal & memory.
+Browser super cepat.
+Super Responsif multitasking dan Accelometer (Rotate Landscape n Potrait)
+Keyboard yang nyaman untuk mengetik dan meningkatkan akurasi dalam mengetik.

Hyrbid kali ini memiliki size lebih kecil karena ada beberapa bagian yang saya pangkas,antara lain :
-Semua bahasa saya pangkas kecuali English + CJK (Chinese, Japanese, Korean)
-Setup wizzard/panduan sewaktu pertama kali BB menyala saya pangkas juga.
-Selebihnya files2 penting tidak saya pangkas :)

OK. Sampai di titik ini mungkin elo tertarik untuk nyoba hybrid os ini. Tapi satu hal yg perlu diingat, bahwa ini OS nggak resmi. Jadi kalo mau nyoba install, resiko ditanggung sendiri ya. (yes, this acts as my disclaimer :P ). Apa aja yg perlu dipersiapkan? Rata2 bisa didownload dari link lokal. Inilah dia listnya:

1. OS yg dipake buat jadi dasar hybrid OS
Seperti dijelasin di atas, kalo Odin lo tipe 9550 (kayak punya gw), pake base OS 5.0.0.517 keluaran SaskTel yg bisa didownload di sini. Kalo Odin lo tipe 9520, pakenya base OS .580 (linknya silakan di-google sendiri ya :D )

2. Desktop Manager BB
Ini standar sih, fungsinya untuk ngerestore data2 setelah instalasi. Perlu diingat kalo aplikasi keluaran pihak ke-3 (bukan aplikasi bawaan pabrik) nggak akan bisa direstore meski udah dibackup lewat DM. Cara ngebackup dan restore aplikasi 3rd party ada di sini. Kembali ke DM, gw pake yg versi 5.0, bukan 5.0.1. Pemikiran gw karena base OS-nya juga masih di 5.0. Entahlah… Eniwei BBDM5 bisa didownload di sini.

3. Tools untuk nge-wipe BB
Ada dua tools yg umum dipake, yg satu namanya BBSAK dan satu lagi JL_CMD. Gw prefer pake JL_CMD. Klik di nama masing2 untuk link downloadnya ya.

4. ShrinkOS (advanced user only!)
Kurang lebih fungsinya untuk memilah2 item apa aja yg mau diinstalin di OS. Misalnya kita ga perlu Help files, ga perlu BB Maps, ga perlu game bawaan, bisa kita “buang” dengan menggunakan tools ini. Kalo ga ngerti, ragu2, atau takut salah, mending jangan didownload. Kalo tetap mau coba download, klik di sini.

5. Hybrid OS BBBoldy v.9.9
Untuk menghormati si pembuat, maka untuk download filenya silakan mampir ke sini. :)

— end of part 1 —

— start part 2 —

Setelah semua bahan2 terkumpul, sekarang saatnya ngebackup data2 lama dan aplikasi!
1. Kalo ngebackup data2 standar seperti address book, cukup bikin backup via DM.
2. Untuk ngebackup data BBM, pake fitur backup yg ada di BBM.
3. Kalo backup aplikasi, ini linknya (sama dgn link di atas).

Selesai backup, pastiin di komputer kita (baik PC maupun Mac) nggak terinstall OS lain. Karena gw pake PC, maka yg gw lakuin adalah masuk ke Control Panel dan masuk ke Add/Remove Program atau Uninstall Program kalo pake Windows 7. Di list aplikasi akan tertulis “BlackBerry Device Software … “. Bisa jadi ada lebih dari satu yg terinstall. Uninstall semuanya.

Tenang aja, OS yg terlihat di sana bisa didownload lagi koq kalo kita perlu. Bisa download langsung dari RIM atau install lagi dari CD yg ada di dalam box waktu kita beli BB atau dari sini.

Setelah bersih dari OS lain, mari mulai install si Hybrid OS ini. :) Ingat! Untuk 9550 pake base OS .517 dan untuk 9520 pake base OS .580. Cara instalasi, lagi2 saya copy paste dari si empunya. :D

Cara installasi jika Hybrid berupa file zip/rar :
1.Download OS Hybrid yg berupa zip/rar.
2.Extract Hybrid zip/rar yg didownload ke desktop PC/Laptop anda.
3.Install Base OS ke PC/Laptop anda. (disarankan uninstall dan hapus semua OS yg ada di PC/Laptop anda)
4.Delete folder “Java” base OS anda di directory : C:\Program Files\Common Files\Research In Motion\Shared\Loader Files\”Folder OS”
5.Copy/Cut dan Paste folder “Java” Hybrid ke directory yang sama dengan diatas (Step No.4).
6.Shrink a OS (optional untuk advanced user only),Jika tidak menggunakan Shrink a OS silahkan menghapus files “vendor.xml” di directory : C:\Program Files\Common Files\Research In Motion\AppLoader
7.Backup semua data dan 3rd party application anda.
8.Wipe device anda dengan BBSAK/JL_cmd atau software wipe lainnya. (Sangat direkomendasi wipe dahulu)
9.Load OS via “Loader” di directory : C:\Program Files\Common Files\Research In Motion\AppLoader

Cara installasi jika Hybrid berupa files installer/.exe :
1.Download OS Hybrid yg berupa installer/.exe.
2.Install Base OS ke PC/Laptop anda. (disarankan uninstall dan hapus semua OS yg ada di PC/Laptop anda)
3.Install/Execute Hybrid yg berupa installer td dan arahkan lokasi executenya ke directory : C:\Program Files\Common Files\Research In Motion\Shared\Loader Files\”Folder OS”
4.Shrink a OS (optional untuk advanced user only),Jika tidak menggunakan Shrink a OS silahkan menghapus files “vendor.xml” di directory : C:\Program Files\Common Files\Research In Motion\AppLoader
5.Backup semua data dan 3rd party application anda.
6.Wipe device anda dengan BBSAK/JL_cmd atau software wipe lainnya. (Sangat direkomendasi wipe dahulu)
7.Load OS via “Loader” di directory : C:\Program Files\Common Files\Research In Motion\AppLoader

TIPS : Jangan lupa untuk melakukan batterypull minimal 3x dalam 2jam pertama setelah load OS dan restore data.

Penjelasan untuk cabut batre ini adalah untuk merefresh JVM (Java Virtual Machine kalo ga salah). Dilepas 30 detik – 1 menit, pasang, setelah ngeload semua (registrasi & email setting udah ok, cabut lagi. Begitu dan seterusnya sampe jumlah minimal yg disyaratkan terpenuhi.

Gw sendiri udah berhasil install BBBoldy v.8 dan hasilnya memang lebih menyenangkan (terutama dalam hal koneksi dan speed browser). Sekarang, gw mau cobain v.9.9 sebelum nanti upgrade ke BlackBerry 6 yg mantap itu!

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba! :D

— end —

Sumber & referensi: bbboldy @ http://www.indobb.com

Cara Backup 3rd Party Apps di BB

Postingan ini adalah kopian dari forum IndoBB. (sumber)

1) Download & install Desktop Manager Versi Terbaru

2) Konek BB

3) Buka DM

4) Pilih Switch Device Wizard

5) Pilih Switch BB Devices

6) Pilih Next

7) Pilih USB & kemudian PIN #

Kemudian pilih next. Dan masukan kata sandi, bila anda mengaktifkannya

9) Uncheck User Data & Settings dan juga Include Messages sehingga hanya 3rd Party Apps yg terpilih

10) Pilih Next

11) Setelah selesai mem backup, layar di biarkan dalam keadaan tersebut.
JANGAN pilih Next atau Cancel

12) Sekarang di My Computer cari Folder yang namanya menggunakan nomor PIN BB anda, contohnya folder yang namanya “2557w123”, JANGAN LUPA untuk periksa System Files serta hidden files juga.

13) Setelah anda temukan, copy dan simpan di tempat yg mudah di ingat.

14) Kembali ke halaman Switch Device Wizard yang sebelumnya kita tinggalkan, dan pilih cancel.
Jangan lupa untuk check kembali bahwa folder tersebut telah di simpan, sebelum kita memilih cancel. Bila lupa, data2 tersebut akan hilang.

15) Sekarang anda dapat menghapus BB anda dengan menggunakan JL_Cmder

RESTORATION

1) Setelah anda selesai me load OS baru anda, sekarang kembali ke menu utama dan pilih Apploader, dan pilih ADD

2) “Cari” folder yang tadi kita simpan dengan nomor PIN kita, kemudian double klik pada nama “pinanda.alx”.

3) Aplikasi 3rd Party anda akan tampil di layar Apploader

4) Pilih Finish, untuk mengaktikan pengisian kembali aplikasi tersebut ke BB anda

5) Sekarang anda dapat me restore kembali data2 lainnya yg sudah kita backup tadi.

Selamat mencoba…

UPDATE:
Folder dengan nama nomor pin ada di dalam folder “temp” dan lokasinya bisa berbeda2, tergantung OS apa yg dijalankan di PC kita. Tapi yang pasti, folder “temp” itu sifatnya hidden. Kalo kesulitan, coba buka Windows Explorer dan ketik di address bar-nya “%temp%” untuk munculin semua folder Temp di komputer kita.

Tutorial serupa dalam bahasa Inggris juga banyak tersebar di internet. Silakan googling. Semoga bermanfaat!

Tips #2 Mindahin Contact dari Hape Lama ke BB

Sekarang giliran gw yang mau mindahin contacts dari hape lama ke Odin. Tentunya gw merujuk ke cara yang pernah gw bahas di artikel sebelumnya. Enaknya ngebackup dari Samsung adalah semua contact bisa diexport satu per satu jadi VCF dengan hanya satu kali langkah pengerjaan. So, dengan mudah gw bisa compile semua contact lama gw ke dalam satu file IPD.

Tapi di sinilah gw nemu satu kendala. Desktop Manager gw gak bisa ngerestore ke Odin. Alasannya, address book gw di set read only. Gimanakah cara ngakalin hal ini?

Salah satu fitur di BB adalah sinkronisasi contact dengan Outlook, Google, dan Facebook secara otomatis. Jadi data2 contact kita yang sifatnya lebih detil yang ada di layanan2 di atas bisa langsung ‘ditarik’ ke BB kita. Istilahnya over the air (OTA) synchronization. Fitur inilah yang harus kita non aktifkan.

Masuk ke Address Book / Contacts, lalu masuk ke Options, dan di dalamnya ada Contact List. Dalam kasus gw, contact list ternyata diset untuk sinkron dari Gmail. Gw klik di alamat Gmail itu dan di dalamnya gw non aktifin seting Wireless Synchronization.

Voila! Sekarang DM gw bisa ngerestore dari IPD. Semoga bermanfaat! :)

Cara Menghapus Uninstalled Apps

Sebetulnya trik ini udah banyak beredar di internet, tapi rata2 bahasa inggris. Gw pikir gak Ada salahnya triknya ditulis ulang pake bahasa yg dimengerti Sama kebanyakan orang Indonesia. :)

Gambaran permasalahannya seperti ini. Aplikasi yang kita install belum tentu cocok. Kalo gak cocok, pastinya kits uninstall dong. Beberapa aplikasi ternyata gak sepenuhnya hilang setelah diuninstall. Apps kayak begini bisa keliatan di dalam BB App World di bagian My World. App tsb tetap kelihatan dengan keterangan “uninstalled” tepat di bawah nama app-nya.

Apps seperti ini ternyata masih Ada di dalam memori device kita. Bentuknya berupa archive. Tujuannya supaya kita Ga perlu repot download lagi kalo mau reinstall (katanya…). Yang bikin sebel, meskipun diarchive, dia tetap makan memori device kita. Lalu gimana Cara ngehapusnya?

Secara umum, caranya adalah:
1. Masuk ke BB App World.
2. Masuk lagi ke bagian My World.
3. Ada yang bilang kita harus highlight app yang mau kita hapus. Sebetulnya gak harus sih, tapi gw tulis aja, siapa tau Ada kasus yang mengharuskan ngehighlight Dulu.

Khusus untuk BB dgn keyboard QWERTY, tekan & tahan ALT, lalu tekan secara berurutan tombol R, S, T.

Untuk BB non QWERTY, kayak odin gw, tekan Dan tahan tombol “!?123” sampai terkunci, lalu tekan secara berurutan 3, 4, (.

Setelah tahap ini, biasanya kita akan mental ke home screen. Ada juga yang ngehang, jadi harus copot batere. Gw sendiri cuma ngehang dikit (ngelag) terus mentalnya cuma sampe halaman awal BB App World aja. Hasilnya memuaskan. Archived apps habis terbantai Dan memori device gw naik dari 112-an MB jadi 120 MB.

Btw, awalnya gw gagal melulu ngelakuin trik ini. Akhirnya gw berhasil setelah ngeset “hide memory bar”. Ok selamat mencoba Dan post komentar apakah berhasil atau gak di device kalian. :)

—–

Update sekaligus ralat:
Cara yang benar di Storm 2 / Odin adalah sama seperti di atas, tapi tombol “!?123” jangan dikunci. Jadi masukkan entri satu per satu: alt 3 alt 4 alt (. Sudah dicoba beberapa kali Dan terbukti berhasil. Selamat mencoba!

Gorboman dan Odin

Akhirnya gw beli BB juga. Dari sekian banyak pilihan, kandidatnya adalah onyx, gemini, Dan odin. Sebetulnya sih kepingin iphone, tapi apa daya harganya Ga masuk di budget. Sempet lirik2 android, tapi entah kenapa hati masih belum yakin banget.

Ok. Dari 3 kandidat BB di atas, sempat kepikiran beli 2 gemini. Satu buat gw, satu buat istri. Tapi istri gw Ga mau dgn berbagai alasan. Ya sudah Ga gw paksa. Sepertinya dia lebih suka hape2 yang Ada unsur fashionable, misalnya satio, corby, atau nexian she. Jadilah budget gw cukup buat beli onyx atau odin.

Pilihan Akhir jatuh ke odin karena beberapa alasan:
1. Layarnya gede, lumayan buat review kerjaan design.
2. Touch screen, yg emang udah lama jg gw pingin coba.
3. Dari beberapa sumber, gw dapet info bahwa radiasi onyx itu gede banget. Odin termasuk cukup friendly.
4. Fungsi entertainment lebih baik di odin daripada onyx.
5. Internal memory 2gb asik juga.

Waktu gw beli, harganya Ga beda jauh. Dan ternyata lumayan jg dapet memory card tambahan 16gb. Mantap!

Kebanyakan teman2 gw Ga rekomen seri storm karena susah Dan lambat buat dipake ngetik. Setelah gw coba, awalnya emang kagok. Tapi setelah hari ke dua udah makin lancar aja tuh. So, ngetik di odin menurut gw udah bukan masalah besar. Kalo dulu di storm 1 sih iya.. Parah bener.. Cuma ya emang harus rajin gunting kuku Dan kalo mai lebih enak, jari harus kering.

Percaya atau gak, artikel ini gw ketik Dan gw posting dari odin. So? Ga masalah, toh? :)

1st Timer on BlackBerry

No… Tenang aja. Gw belum punya BlackBerry. Ini lebih ke kisah gw yang dibikin pusing ampun-ampunan ngebantuin uwa gw (uwa = kakaknya bokap / nyokap in sundanese – red) mindahin data dari hape lamanya ke Gemini barunya.

Okay, jadi begini. Uwa gw terpancing sama kompor-kompor para keponakannya yang bikin group di BBM. Di FB aja ditimbrungin sama dia, ga mungkin dong doi mau ketinggalan di BBM. Jadilah kemarin itu gw sama 2 sepupu gw disuruh tuker tambah Samsung C6625 + Sony Ericsson C702 punyanya ke ITC Cempaka Mas. FYI, Samsungnya masih gres tapi karena dia ga ngerti makenya jadi disuruh dijual lagi.

Sebelum berangkat, gw diminta ngebackup semua data dari SE-nya ke komputer. Gw backupnya pake PC Suite bawaan si hape. Pulang dari Cempaka Mas, gw lagi dong pastinya yang kena tugas ngerestore data-data dari SE ke Gemini baru.

Shit happen #1! Ternyata uwa gw ga nyimpen nomer kontak sama sekali di SIM Cardnya dia. Lalu…

Jreng jreng! Shit happen #2! Gw baru tau kalo ternyata si SE PC Suite ga ngasih tau di mana nyimpen backup data di komputer. Maksud gw, foldernya ga ketauan yang mana. Gokil! Akhirnya gw berbrowsing ria untuk nemuin di folder mana nih si SE nyimpennya. Ternyata hasil browsingan gw menunjukkan bahwa file itu ada ada di x:/user/username/document/bla bla bla (ga inget gw… dan ga mau nginget-nginget hoek cuh!)

Shit happen #3! Mampus gila! Ternyata si SE ngesave contactnya jadi format TXT. Di pikiran gw, hare gene ngebackup contact pasti formatnya udah VCF dong. Tau VCF ga? Itu lho, kalo elo minta di-SMS-in nomernya orang, terus masuk SMS yg tulisannya ada begininya nih, “Begin VCard bla bla bla”. Browsing lagilah gw sampe otak rasanya dipelintir. Beberapa cara yang gw temuin akhirnya gw cobain. Gw berhasil nemu satu program yang tugasnya ngerubah VCF jadi IPD (format file buat phone book yang dikenali sama BlackBerry). Dan berdasarkan salah satu website, gw cobain tuh ngerename si TXT jadi VCF, terus gw convert jadi IPD. Gw buka BB Desktop Manager, coba import contact, dan BERHASIL!!! Horeee! Terdeteksi ada 190-an kontak baru di device. Yes! Gw cabut USB-nya dan cek langsung di Gemini…

Jreeennngggghhhh!!! Shit happen #4! Phone book terisi, tapi ga ada namanyahhhh!!! Okh nooooooooohhhhh!!! Blank semua, tapi kalo kita view detail, nomornya ada. Lah? Apa gunanya phone book yang penuh dengan nomor tapi GA ADA NAMANYA??!!

Pusing bacanya? Masih mending elo cuma kebagian pusing baca ceritanya doang. Oke, lalu bagaimana nih? Muter otak lagi dong pastinya. :P

Gw coba buka si TXT dan gw pehatiin di dalamnya semua VCard itu ada, tapi nyambung semua. Terus gw coba copy paste satu-satu ke notepad, mulai dari ‘Begin Vcard’ sampe ‘End Vcard’. Baru jalan bentar, gw berpikir, “PR banget. Useless nih. Kampret!”

Oke, ganti strategi! File TXT gw copy, terus kopiannya gw rename jadi VCF. Gw klik dua kali, dan kebukalah di Outlook. Tapi cuma ada 1 nama dan 1 nomor. Lho? Sepi bener? Yang lain pada ke mana? Ga ada pilihan next atau apa pun. Akhirnya gw tutup Outlooknya dan gw coba klik kanan si VCF. “Open with… Windows Contact. *click*” Muncullah pop up yang isinya lengkap. Ada nama dan nomor teleponnya. Alhamdulillah! Gw coba save ke folder khusus, dan karena ga ada save all gw terpaksa harus ngeklik satu per satu pop up yang muncul. Akhirnya semua contact bisa gw save di komputer dengan file berekstensi CONTACT. Apa lagi tuh?!

Hasil googling: “CONTACT adalah file yang berisi VCard yang kompatibel dengan Outlook Express”

Damn! Si Uwa ga ada Outlook Express di komputernya. Tadi keluar Outlook juga ga jelas dari mana, tau-tau nongol begituan. Ugh… Ayo mikir… Gimana caranya biar si CONTACT ini bisa gw ubah jadi IPD terus gw import ke Gemini… Tiba-tiba jam dinding bunyi, ternyata udah jam setengah 3 pagi. Si Uwa bilang supaya gw stop aja dulu, istirahat, dan lanjutin lain kali aja. Dari nada suaranya sih, dia udah nyerah.

Tapi bukan Gorboman namanya kalo nyerah begitu aja. Sumpah gw ga bisa tidur sampe jam 6 pagi. Mikirin gimana caranya. Tapi ngantuk ternyata lebih hebat daripada Gorboman, dan akhirnya gw tertidur.

Okay. So, bukan pilihan yang enak bangun siang dengan kepala penuh pikiran. Tapi gw paksain mandi supaya paling nggak kepala bisa rada segar dikit. Setelah itu gw memilih untuk bermalas-malasan dulu, soalnya males banget mikirin soal import-import data. Huh! Sore ini gw coba untuk browsing internet lagi.

Tiba-tiba gw ngeh sesuatu. Kebetulan gw pake Windows 7 dan komputer Uwa gw juga masih baru dan diinstallnya Windows 7 juga. Gw iseng search “windows contact” dan muncullah hasil search yang mana salah satunya ada tulisan “wab.exe”. Hmmm… Gw mikir, sepertinya ini aplikasi untuk ngejalanin Windows Contact. Gw coba klik dan terbukalah satu folder yang isinya ada satu file CONTACT. Terus gw coba select file itu dan sedikit menjelajah di menu sebelah atas dengan harapan gw nemu yang tulisannya export.

AHA! Ketemu! Coba dieksport, gw tentuin exportnya ke dekstop, klik export, dan voila! Ternyata si CONTACT tadi bisa di ubah jadi VCF. Gw coba cek VCF-nya dan ternyata berhasil! YIIIPPPPPIIIIEEE!!!

Ribet juga ternyata. Tapi gpp. Gw antusias banget. Ntar malem bakal gw coba di komputernya Uwa gw. Mudah-mudahan berhasil. From SE to TXT to VCF to CONTACT to VCF to IPD to Gemini. Wish me luck!