Impresi: Atlan Compression Tights

Sejak tahun lalu saya penasaran untuk mencoba berlari dengan celana compression. Akhirnya saya coba beli celana panjang compression dari Atlan Running Sport.


Sejak pertama kali ikut race, saya mulai melihat banyak orang yang berlari dengan memakai celana compression. Celana semacam ini dipercaya dapat membantu menciptakan postur badan yang ideal untuk berlari dan mengurangi letih dan resiko cedera. Lalu kenapa dulu saya nggak beli? Karena harganya yang sangat mahal, rata-rata di kisaran 1 – 2 jutaan rupiah. Yikes!

Lalu saya diperkenalkan dengan celana compression merek Atlan Running Sport, produsen celana compression asal Bandung. Harganya saat saya beli hanya 1/10 dari harga celana compression merek luar negeri. Untuk coba-coba, saya pikir harga Atlan ini cukup baik. Karena seringnya, di hobby-hobby yang lain, yang saya tahu banyak orang punya bias: “harga mahal, pasti bagus”. Padahal nggak selalu seperti itu.

–⊕–

IMPRESI FISIK CELANA COMPRESSION ATLAN

Celana ini bahannya seperti spandex yang bisa melar, tapi bahan pastinya saya kurang tahu. Yang jelas celana ini cukup tebal, sehingga ketika dalam keadaan melar, masih terlihat menutupi kulit kita. Jadi tidak perlu khawatir melarnya akan menerawang. Jika ingin lebih yakin, maka bisa didobel dengan penggunaan celana pendek atau rok pendek.

Di beberapa bagian tampak seperti ada jahitan sambungan. Saya menduga ‘sambungan’ ini berfungsi sebagai struktur yang mengikat otot kaki. Sebab ketika dipakai, lokasi ‘sambungan’ ini letaknya ada di betis, lutut, paha, dan bokong. Sedangkan celana tights biasa yang saya lihat di toko-toko tidak memiliki struktur ini.

Celana ini dilengkapi dengan tali pengencang di pinggang. Di bagian belakang ada kantong kecil yang dilengkapi resleting. Cukup untuk menyimpan kunci atau gel. Di kedua pergelangan kaki juga ada resleting yang mempermudah keluar masuknya kaki. Di beberapa titik ada bahan reflektif tapi menurut saya kurang signifikan karena porsinya dibanding kaki yang dilindungi.

–⊕–

IMPRESI PEMAKAIAN

Pertama saya coba memakai celana ini, rasanya susah sekali. Saya nggak menyangka celana compression akan sesempit ini. Bahkan saya sempat curiga, jangan-jangan seharusnya saya pakai satu ukuran lebih besar (yang saya beli ukuran M). Tapi setelah tarik sana tarik sini, atur sana atur sini, akhirnya saya bisa memakai celana compression ini dengan baik. Ukurannya pun ternyata pas.

Bahan yang agak tebal membuat celana ini terasa hangat di pagi hari. Perlu dicatat bahwa saat mencoba, saya sedang mengunjungi orang tua di Bogor dan pagi itu udaranya relatif dingin akibat hujan semalaman. Entah seperti apa rasanya kalau dipakai di cuaca yang lebih panas seperti di Jakarta. Meski begitu, selama kurang lebih 40 menit berlari saya tidak pernah merasakan gerah maupun merasakan semilir angin di kaki. Semoga ini tandanya respirasi bahan cukup baik.

Bagian kaki saya yang paling merasakan compression adalah daerah achilles tendon dan paha (quadriceps). Saya berlari dengan pace yang santai tapi berusaha untuk punya cadence yang konstan. Satu hal yang paling terasa adalah otot betis saya yang, biasanya cepat membengkak, kali ini tidak terasa bengkak. Kaki pun tidak cepat terasa letih meski rutenya ada uphill dan downhill karena sebagian rute berupa loop di area parkir sebuah pusat perbelanjaan.

Secara keseluruhan, saya merasakan sebuah pengalaman yang cukup aneh. Jujur saja awalnya saya tidak percaya bahwa compression bisa menjaga otot agar tidak cepat lelah. Yang saya percaya adalah bahwa compression bisa membantu pemulihan otot setelah berolahraga. Saya akui pengalaman ini membuat saya penasaran dengan compression yang lebih mahal. Apakah hasilnya sama, atau akan lebih baik, atau justru tidak berpengaruh? Tunggu ada uangnya dulu deh.

 

One thought on “Impresi: Atlan Compression Tights

  1. Terima kasih infonya. Tergoda juga pake compression buat lari, tapi harganya mahal2, eh, ada produk lokal. Jadi pengen nyoba juga, heh

Your comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s